Nabi Idris a.s

Semakin lama bertambah banyak anak keturunan Nabi Adam a.s, maka semakin banyak pula kejahatan yang mereka lakukan terhadap sesamanya. Apalagi sebagian besar dari mereka sudah lupa dengan ajaran Nabi Adam a.s. disaat itu Allah SWT mengangkat Nabi Idris sebagai utusanNya. Nabi Idris a.s dengan segala kebijaksanaannya mengingatkan manusia kepada ajaran yang lurus yaitu bahwa alam semesta seluruhnya ciptaan Allah dan milik Allah.

Setiap apa yang ada di alam ini harus tunduk kepada ketentun Allah secara sadar atau terpaksa. Manusia harus ingat dan beribadah menyembah Allah SWT, menjauhi segala perbuatan keji. Manusia tinggal di dunia ini sementara nanti akan dibangkitkan untuk hidup kekal di alam akhirat.

Nabi Idris a.s memberikan contoh cara hidup yang baik. Banyak beribadah dan menolong, tidak memakan selain hasil jerih payahnya sendiri. Firman Allah “Dan kisahkanlah (Hai Muhammad) akan Nabi Idris (yang tersebut) di dalam kitab (Al Quran) bahwa ia adalah seorang yang benar dan Nabi. Kami telah mengangkat (derajatnya) ke tempat yang tinggi” (QS Maryam ayat 56-57)

Hanya dua ayat tersebut yang menerangkan Nabi Idris a.s, tetapi terdapat banyak keterangan para sahabat yang menerangkan bahwa Nabi Idris a.s sangat giat membawa manusia kepada kebenaran, sehingga ia mendapat pengikut yang banyak juga terdiri dari orang orang sholeh. Tetapi setelah Nabi idris a.s wafat dan begitu juga semua sahabatnya yang sholeh itu, manusia mulai pula melupakan ajarannya.

Bahkan timbul kepandaian mengukir patung patung. Orang-orang sholeh yang mereka cintai  itu mereka patungkan untuk dikenang dan ditiru. Menurut Ibnul Qoyyim nama nama berhala itu adalah berasal dari nama nama orang sholeh itu. Tetapi lama kelamaan setelah ilmu makin tipis, patung patung orang sholeh itu mereka anggap Tuhan sehingga berkembanglah diseluruh pelosok dunia. Terlalu banyak umat manusia yang sampai abad sekarang ini masih menyembah patung dengan berbagai kepercayaan dan motivasinya. Nabi dan Rasul silih berganti diutus Allah kebumi ini untuk melenyapkan kepercayaan yang salah itu, dengan ajaran pokok tidak ada Tuhan selain Allah dan hanya Allah itu sajalah yang pantas disembah dan dimintai pertolongan.

Kira kira 500 tahun sepeninggal Nabi Idris sebagian besar umat manusia kembali tidak mengenal Tuhan dan melakukan bermacam ragam kejahatan sesame umat manusia, sehingga dunia ini tidak aman dan kacau balau kembali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s