Faksi-faksi Kaum Munafiq pada Zaman Rasulullah SAW

Golongan yang terdiri dari orang-orang munafiq pada zaman Rasulullah Muhammad SAW tidak hanya terdiri dari kalangan penduduk Madinah saja, tetapi juga mereka terdiri dari kaum musyrikin Madinah, kaum Yahudi Madinah dan orang-orang Arab di sekitar Madinah. Orang-orang Aran dari penduduk Madinah melakukan nifaq karena dorongan ambisi kepemimpinan dan kehormatan. Mereka tidak mau beriman dan berbuat nifaq karena berharap bisa mencapai apa yang mereka cita-citakan, kemudian mereka menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran.
Orang-orang munafiq dari golongan Yahudi mendengki Rasulullah SAW karena telah mendapat risalah dari Allah, sehingga mereka tidak beriman kepadanya dengan sebenarnya tetapi pada saat yang sama mereka tidak mampu melawannya dan menggunakan kekuatan dalam memeranginya. Karena itu mereka memilih cara nifaq dalam peperangan tersebut dengan menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran.

Sedangkan faksi ketiga yaitu orang-orang munfiq dari kalangan orang-orang Arab disekitar Madinah. Mereka melakukan nifaq karena kekasaran tabiat dan watak mereka, kesesatan hati mereka, kekerasan cara hidup mereka, tersebar luasnya pembunuhan dan perampokan di kalangan mereka, ketidakselarasan mereka dengan undang-undang atau system, dan karena kebiasaan hidup mereka yang semrawut dan tidak mapan, sehingga sebagian mereka menerima Islam dengan terpaksa. Mereka tunduk kepada islam secara lahiriyah tetapi memusuhinya di dalam hati. Bila ada kesempatan mereka mengungkapkan hakikat yang ada didalam jiwa mereka lalu melakukan pembunuhan dan perampokan.

Islam telah memberikan terapi (`ilaj) bagi orang-orang munafiq tersebut dengan cara yang berbeda dari terapi orang-orang kafir. Islam memberikan terapi kepada orang-orang kafir dengan peperangan jika mereka tetap bersikeras mempertahankan sikap mereka. Sedangkan kepada orang-orang munafiq, Islam memberikan terapi dengan perkataan yang tepat dan sangat menggugah hati. Inilah cara jihad menghadapi orang-orang munafiq sedangkan jihad menghadapi orang-orang kafir adalah dengan perang. Allah berfirman menjelaskan bentuk jihad melawan orang-orang munafiq “Dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka” (QS An Nisa ayat 63).

Rasulullah Muhammad SAW dalam menghadapi orang-orang munafiq tidak menggunakan langkah kekerasan dan perang, tetapi menghadapi mereka dengan sikap lemah lembut dan bersabar terhadap berbagai tingkah laku pemimpin mereka, yaitu Abdullah bin Ubay bin Salul hingga dia mati. Cara yang ditempuh Nabi Muhammad SAW ini adalah berdasarkan taujih/arahan dari Allah. Dari sini dapat diambil beberapa pelajaran berikut ini :
1. Kesamaan langkah atau cara dalam memberikan terapi berbagai problematika merupakan sarana yang efektif untuk menjaga kesatuan dan persatuan kaum muslimin.
2. Cara ini telah berhasil membungkam mulut musuh-musuh islam jika mereka menuduh islam sebagai pembantai.
3. Memperkecil pendukung mereka dengan bersabar menghadapi mereka dan membongkar hakikat mereka kepada masyarakat melalui interaksi bersama mereka.

Agama Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah kesimpulan ajaran semua Nabi dan Rasul Allah. Sebab itu maka banyak sekali persamaanya dengan ajaran agama Yahudi  dan Kristen. Dengan demikian dapat kita simpulkan dari ayat-ayat Al Quran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s