Semangat hijrah Nabi, semangat tahun baru Islam

Jika dibandingkan dengan hari-hari besar Islam yang lain gaung dan semangat memperingati Tahun Baru Islam masih sangat kurang. Bahkan sangat tidak seimbang dengan nilai-nilai hijrah yang dikandung di dalamnya. Sebenarnya sudah ada sedikit peningkatan tapi masih kurang, dibandingkan Idul Fitri misalnya.
Tahun Baru Islam menurut catatan sejarah yang menetapkan peristiwa Hijarah Rasulullah dari Makkah ke Madinah adalah Khalifah Umar bin Khattab. Sahabat Ali bin Abi Tholib yang mengajukan argumen karena peristiwa hijrah mengandung nilai-nilai perjuangan , keuletan , kesabaran dan mengandung semangat pengharapan menghadapi hari depan yang gilang gemilang. Sedang tiga usulan lain yang tidak diterima ditetapkan dari Rasulullah menerima wahyu pertama di Gua Hira?, dihitung dari hari lahir Beliau, dan dihitung dari hari wafat Beliau.
MUTIARA HIJRAH
Dr. Abdur Rahman Baishar  menyimpulkan ada 3 mutiara yang dikandung dalam peristiwa hijrah :
1. Pemantapan iman Rasulullah dan para Sahabat yang bersedia mengorbankan diri dan harta dalam mempertahankan Aqidah Islamiyah.
2. Keberanian yang luar biasa menghadang tantangan dan penderitaan dalam satu situasi yang belum jelas hari depannya.
3. Sikap Hijrah itu dilakukan dengan jiwa suci, pikiran yang jernih dan sebagai manifestasi taqarrub (pendekatan) kepada Penguasa Tunggal.
Sedang Prof Mahmud Syaltut membagi pengertian hijrah itu dalam dua bidang. Pertama, hijratul-badaniyah , yaitu hijrah fisik dengan berpindah atau menyingkir dari satu alam yang merusak ke alam yang baik dan memberikan pengharapan. Contohnya hijrah Rasulullah dengan para Sahabat dari Makkah ke Madinatul Munawarah, kota yang memancarkan cahaya.
Kedua, Hijratul-qalbiyah, hijrah hati nurani yaitu walupun jasmani tidak berpindah , masih tetap di tengah-tengah suasana yang rawan tapi tetap dapat bertahan , tidfak berubah pendirian dan keyakinan. Rasulullah dan para Sahabat sebelum hijrah secara fisik sudah melakukan hijrah hati nurani di Makkah.
Di jaman globalisasi sekarang , didukung kemajuan Iptek maka semangat hijrah hati nurani itu merupakan benteng yang kuat membendung jalan hidup yang merusak. Tidak hanya kemajuan Iptek tapi juga tradisi-tradisi yang menyimpang dari Aqidah Islamiyah dan semangat hijrah. Semoga kita masih punya semangat hijrah untuk hari esok lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s