<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kisah Islami &#187; aan</title>
	<atom:link href="http://kisahislami.com/author/aan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kisahislami.com</link>
	<description>Kisah Teladan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 02:03:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Kisah Gubernur dan Wanita Jelata</title>
		<link>http://kisahislami.com/kisah-gubernur-dan-wanita-jelata/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/kisah-gubernur-dan-wanita-jelata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 02:03:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alim Ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1340</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Gubernur pada zaman Khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka. Semuanya saling berebut memunguti uang itu dengan sukacita. Kecuali seorang wanita kumal, berkulit hitam dan berwajah jelek. Ia terlihat diam saja tidak bergerak, sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya dari dirinya, tetapi berbuat seolah-olah mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang Gubernur pada zaman Khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka. Semuanya saling berebut memunguti uang itu dengan sukacita. Kecuali seorang wanita kumal, berkulit hitam dan berwajah jelek. Ia terlihat diam saja tidak bergerak, sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya dari dirinya, tetapi berbuat seolah-olah mereka orang-orang yang kekurangan harta.Dengan keheranan sang Gubernur bertanya,</p>
<p>“Mengapa engkau tidak ikut memunguti uang dinar itu seperti tetangga engkau?”</p>
<p>Janda bermuka buruk itu menjawab, “Sebab yang mereka cari uang dinar sebagai bekal dunia. Sedangkan yang saya perlukan bukan dinar melainkan bekal akhirat.”</p>
<p>“Maksud engkau?”tanya sang Gubernur mulai tertarik akan kepribadian perempuan itu.</p>
<p>“Maksud saya, uang dunia sudah cukup. Yang masih saya perlukan adalah bekal akhirat, yaitu sholat, puasa dan zikir. Sebab perjalanan di dunia amat pendek dibanding dengan pengembaraan di akhirat yang panjang dan kekal.”</p>
<p>Dengan jawapan seperti itu, sang Gubernur merasa telah disindir tajam. Ia insyaf, dirinya selama ini hanya sibuk mengumpulkan harta benda dan melalaikan kewajiban agamanya. Padahal kekayaannya melimpah ruah, tak kan habis dimakan keluarganya sampai tujuh keturunan. Sedangkan umurnya sudah di atas setengah abad, dan Malaikat Maut sudah mengintainya.</p>
<p>Akhirnya sang Gubernur jatuh cinta kepada perempua lusuh yang berparas jelek itu. Kabar itu tersebar ke segenap pelosok negeri. Orang-orang besar tak habis fikir, bagaimana seorang gubernur menaruh hati kepada perempuan jelata bertampang jelek itu.</p>
<p>Maka pada suatu kesempatan, diundanglah mereka oleh Gubernur dalam sebuah pesta mewah. Juga para tetangga, termasuk wanita yang membuat heboh tadi. Kepada mereka diberikan gelas crystal yang bertahtakan permata, berisi cairan anggur segar. Gubernur lantas memerintah agar mereka membanting gelas masing-masing. Semuanya terbengong dan tidak ada yang mau menuruti perintah itu. Namun, tiba-tiba terdengar bunyi berdenting, pertanda ada orang gila yang melaksanakan perintah itu. Itulah si perempuan berwajah buruk tadi. Di kakinya pecahan gelas berhamburan sampai semua orang tampak terkejut dan keheranan.</p>
<p>Gubernur lalu bertanya, “Mengapa kau banting gelas itu?”</p>
<p>Tanpa takut wanita itu menjawab, “Ada beberapa sebab.Pertama, dengan memecahkan gelas ini berarti berkurang kekayaan Tuan. Tetapi, menurut saya hal itu lebih baik daripada wibawa Tuan berkurang lantaran perintah Tuan tidak dipatuhi.” Gubernur terkesima. Para tamunya juga kagum akan jawaban yang masuk akal itu.</p>
<p>Sebab lainnya?” tanya Gubernur. Wanita itu menjawab, “Kedua, saya hanya menaati perintah Allah. Sebab di dalam Al-Quran, Allah memerintahkan agar kita mematuhi Allah, Utusan-Nya, dan para penguasa. Sedangkan Tuan adalah penguasa, atau ulil amri, maka dengan segala resikonya saya laksanakan perintah Tuan.” Gubernur kian takjub. Demikian pula para tamunya.</p>
<p>“Masih ada sebab lain?”</p>
<p>Perempuan itu mengangguk dan berkata, “Ketiga, dengan saya memecahkan gelas itu, orang-orang akan menganggap saya gila. Namun, hal itu lebih baik buat saya. Biarlah saya dicap gila daripada tidak melakukan perintah Gubernurnya, yang berarti saya sudah berbuat durhaka. Tuduhan saya gila, akan saya terima dengan lapang dada daripada saya dituduh durhaka kepada penguasa saya. Itu lebih berat buat saya.”</p>
<p>Maka ketika Gubernur yang telah ditinggal mati oleh istrinya itu melamar lalu menikahi perempuan bertampang jelek dan hitam legam itu, semua yang mendengar bahkan berbalik sangat gembira karena Gubernur memperoleh jodoh seorang wanita yang tidak saja taat kepada suami, tetapi juga taat kepada Tuhannya, kepada Nabinya, dan kepada gubernurnya.</p>
<p>SUBHANALLAH,Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini.</p>
<p><em>(kembanganggrek2)</em></p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; SPONSOR&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong> Klik</strong></span> <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/kisah-gubernur-dan-wanita-jelata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Istri Datang Bulan</title>
		<link>http://kisahislami.com/saat-istri-datang-bulan/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/saat-istri-datang-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 05:32:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1337</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahir-Rahmanir-Rahim &#8230;. Sebagai karyawan swasta, aktivitas saya cukup melelahkan. Pergi pagi-pagi, pulang malam. Lima hari dalam sepekan saya bekerja, dua hari sisanya untuk istirahat. Namun, libur kali ini yang namanya istirahat hanyalah tinggal harapan. Setelah mendengar omelan bos di kantor, di rumah pun ternyata ada episode lanjutan, yaitu “omelan” sang istri. Usai shalat subuh saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahir-Rahmanir-Rahim &#8230;. Sebagai karyawan swasta, aktivitas saya cukup melelahkan. Pergi pagi-pagi, pulang malam. Lima hari dalam sepekan saya bekerja, dua hari sisanya untuk istirahat. Namun, libur kali ini yang namanya istirahat hanyalah tinggal harapan. Setelah mendengar omelan bos di kantor, di rumah pun ternyata ada episode lanjutan, yaitu “omelan” sang istri.</p>
<p>Usai shalat subuh saya kembali merapat ke pulau kapuk alias kasur. Sekitar jam 07.30 sebuah colekan tangan kecil membangunkan saya dari tidur. Rupanya anak saya yang baru berumur empat tahun. “Pa, bangun kata mama!”</p>
<p>Tak lama berselang istriku pun muncul, “Pa, bangun, dong! O ya, jangan lupa, kita kan dah beli Aquaproof, yang bocor kemarin ditambal sekalian dilihat-lihat gentengnya siapa tahu ada yang pecah, tapi sebelum itu tolong jemur dulu pakaian, itu dah kusiapin di ember.”</p>
<p>Saat itu saya ragu untuk memilih, bangun atau melanjutkan tidur saja. Maklum, instruksi istri ngalahin mertua yang pensiunan tentara. Namun akhirnya saya memilih untuk bangun juga. Setelah cuci muka dan gosok gigi, saya makan. Nah, ketika itulah istri saya meraih sapu dan menyapu ke arah tempat saya makan. Saat diingatkan, istri menjawab agak ketus, “Mumpung libur! bersih-bersih, rapi-rapi&#8230; O ya, mobil udah berapa hari ini gak dipakai, tolong dipanasin. Sekalian antar anak ke playgroup!” Saya rasa saya mulai pusing untuk menginventarisir perintah-perintah nyonya rumah.</p>
<p>Setelah sarapan, saya mulai menjemur pakaian, lalu memperbaiki genteng bocor. Saat itulah terdengar lagi protes istri tercinta karena melihat cara menjemur saya yang bertumpuk dan tumpang-tindih. Sore ba&#8217;da Maghrib, satu ide terbersit dalam benak saya, nanti malam akan saya dekati istri saya dan mencari tahu apa gerangan yang membuat istri saya morang-maring tidak seperti biasanya.</p>
<p>Selesai shalat Isya dan makan malam, tidak lama berselang, istri saya masuk kamar. Kelihatannya ia lelah. Di kamar, saya hampiri istri yang sedang membaca majalah sambil menina-bobokan si kecil, “Ma&#8230; Kenapa? Kelihatannya hari ini Mama be-te ya?” seraya saya raih pundaknya. “Iya sih, maafin Mama ya, Pa. Sebenarnya Mama gak bermaksud ngomelin Papa. Malah jadinya kasihan karena dari pagi sampai petang kerja terus. Semestinya kan Papa bisa istirahat. Maklum ya, Pa. Mama kan udah waktunya datang tamu bulanan.&#8221;</p>
<p>Mendengar itu saya hampir loncat dari tempat tidur. O iya&#8230;, istriku sudah waktunya datang bulan! Ya ampuun&#8230; Kok saya belum juga bisa mengingatnya dengan baik. Coba kalau terbiasa, pasti saya lebih bisa memaklumi perilakunya tadi. Astaghfirullah, saya sudah berburuk sangka pada istri saya sendiri.</p>
<p>Sebagai suami saya sadar, saya harus meningkatkan kepedulian dan perhatian saya kepada istri, sekalipun untuk hal-hal kecil, termasuk bila sang &#8216;tamu&#8217; sudah waktunya datang. Sejak kejadian itu saya bertekad untuk lebih memperhatikan istri, rajin membantunya di rumah, dan tentu lebih menyayangi keluarga.</p>
<p>**Acep Setiawan</p>
<p>~ o ~</p>
<p>Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya &#8230;Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat &#8230;.</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; SPONSOR&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong> Klik</strong></span> <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/saat-istri-datang-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ukhti fillah, masihkah kau tidak ingin berjilbab?</title>
		<link>http://kisahislami.com/ukhti-fillah-masihkah-kau-tidak-ingin-berjilbab/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/ukhti-fillah-masihkah-kau-tidak-ingin-berjilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 01:36:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1333</guid>
		<description><![CDATA[Renungan buat Muslimah yang belum ingin menutup auratnya dengan Hijab Beralasan belum siap berjilbab karena yang penting hatinya dulu diperbaiki? Kami jawab, ”Hati juga mesti baik. Lahiriyah pun demikian. Karena iman itu mencakup amalan hati, perkataan dan perbuatan. Hanya pemahaman keliru yang menganggap iman itu cukup dengan amalan hati ditambah perkataan lisan tanpa mesti ditambah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Renungan buat Muslimah yang belum ingin menutup auratnya dengan Hijab</p>
<p>Beralasan belum siap berjilbab karena yang penting hatinya dulu diperbaiki?</p>
<p>Kami jawab, ”Hati juga mesti baik. Lahiriyah pun demikian. Karena iman itu mencakup amalan hati, perkataan dan perbuatan. Hanya pemahaman keliru yang menganggap iman itu cukup dengan amalan hati ditambah perkataan lisan tanpa mesti ditambah amalan lahiriyah. Iman butuh realisasi dalam tindakan dan amalan”</p>
<p>Beralasan belum siap berjilbab karena mengenakannya begitu gerah dan panas?</p>
<p>Kami jawab, ”Lebih mending mana, panas di dunia karena melakukan ketaatan ataukah panas di neraka karena durhaka?” Coba direnungkan!</p>
<p>Beralasan lagi karena saat ini belum siap berjilbab?</p>
<p>Kami jawab, ”Jika tidak sekarang, lalu kapan lagi? Apa tahun depan? Apa dua tahun lagi? Apa jika sudah keriput dan rambut ubanan? Inilah was-was dari setan supaya kita menunda amalan baik. Mengapa mesti menunda berhijab? Dan kita tidak tahu besok kita masih di dunia ini ataukah sudah di alam barzakh, bahkan kita tidak tahu keadaan kita sejam atau semenit mendatang. So … jangan menunda-nunda beramal baik. Jangan menunda-nunda untuk berjilbab.”</p>
<p>Perkataan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berikut seharusnya menjadi renungan:</p>
<p>“Jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah menunggu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang sakitmu dan manfaatkanlah hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Bukhari no. 6416). Hadits ini menunjukkan dorongan untuk menjadikan kematian seperti berada di hadapan kita sehingga bayangan tersebut menjadikan kita bersiap-siap dengan amalan sholeh.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)</p>
<p>Subhanallah..</p>
<p>Masihkah kamu ragu wahai Ukhti fillah untuk menutup kemolekan tubuhmu dengan hijab? masihkah?  Ingatlah, sesungguhnya api neraka akan membakar tubuh yang kau sajikan untuk lelaki hidung belang, kau bisa beralasan ini dan itu, Demi Allah, sesungghnya, kita tak akan mampu menebak kapan nyawa ini akan diambil oleh Malaikat Maut! Innalillahi waa inna ialaihi rojiun..</p>
<p>(arrahmah.com)</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; SPONSOR&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong> Klik</strong></span> <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/ukhti-fillah-masihkah-kau-tidak-ingin-berjilbab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khubaib bin Adi R.A, Syahid di Tiang Salib</title>
		<link>http://kisahislami.com/khubaib-bin-adi-r-a-syahid-di-tiang-salib/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/khubaib-bin-adi-r-a-syahid-di-tiang-salib/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 03:56:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sahabat Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Khubaib bin Adi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1329</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun ke-3 hijriyah, beberapa utusan dari kabilah Udal dan Qarah mendatangi Rasulullah SAW. Mereka mengabarkan bahwa mereka telah mendengar tentang Islam. Untuk itu mereka meminta Rasulullah agar mengirim utusan agar dapat mengajarkan Islam kepada mereka. &#160; Maka Rasulullah pun mengutus 10 sahabat untuk memenuhi permintaan tersebut. Rasulullah menunjuk Ashim bin Tsabit sebagai amir (pemimpin) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tahun ke-3 hijriyah, beberapa utusan dari kabilah Udal dan Qarah mendatangi Rasulullah SAW. Mereka mengabarkan bahwa mereka telah mendengar tentang Islam. Untuk itu mereka meminta Rasulullah agar mengirim utusan agar dapat mengajarkan Islam kepada mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Maka Rasulullah pun mengutus 10 sahabat untuk memenuhi permintaan tersebut. Rasulullah menunjuk Ashim bin Tsabit sebagai amir (pemimpin) mereka. Namun di suatu tempat, di antara Usfan dan Makkah, kelompok kecil ini diintai oleh sekitar 100 pemanah dari Bani Lihyan. Mengetahui hal tersebut, Ashim segera memerintahkan teman-temannya agar segera berlindung ke sebuah bukit kecil di sekitar daerah tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebenarnya, Ashim dan kawan-kawan berhasil mengelabui pasukan pemanah musyrik tersebut. Namun Allah SWT berkehendak lain. Biji-biji kurma yang mereka bawa sebagai bekal dari Madinah, tercecer sepanjang jalan, memberi petunjuk keberadaan rombongan Ashim. Akhirnya kesepuluh sahabat itu pun terkejar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami berjanji tidak akan membunuh seorang pun di antara kalian jika kalian menyerah,&#8221; teriak salah seorang musyrik yang mengepung mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami tidak akan menerima perlindungan orang kafir. Ya Allah, sampaikan berita kami kepada Nabi-Mu,&#8221; jawab Ashim tegar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Maka rombongan musyrik itu pun menyerang dan berhasil membunuh Ashim dan enam sahabat lain, hingga tinggallah Khubaib bin Adi, Zaid bin Datsinah dan seorang sahabat. Orang-orang musyrik itu kemudian menangkap dan mengikat ketiganya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun sahabat yang tidak diketahui namanya itu kemudian memberontak sambil berteriak, &#8220;Ini adalah pengkhianatan pertama!&#8221; serunya sambil berusaha melawan. Ia pun syahid.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selanjutnya Khubaib dan Zaid dibawa ke Makkah dan dijual sebagai budak. Sementara itu, Bani Harits yang selama ini menyimpan dendam kesumat terhadap Khubaib, mendengar berita tertangkapnya Khubaib. Rupanya nama Khubaib telah mereka hapal luar kepala, karena Khubaiblah yang membunuh Harits bin Amir, seorang pemuka Makkah, pada perang Badar. Maka dengan penuh antusias Khubaib pun mereka beli.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Maka jadilah Khubaib bulan-bulanan seluruh anggota Al-Harits. Setiap hari sahabat Anshar yang dikenal bersifat bersih, pemaaf, teguh keimanan dan taat beribadah ini harus menerima siksaan. Hingga suatu hari salah seorang putri keluarga tersebut berteriak terkejut, memberitakan bahwa budak sekaligus tawanan mereka sedang santai dan tenang-tenang memakan buah anggur. Padahal buah tersebut sedang tidak musim di Makkah dan Khubaib pun diikat tangannya dengan rantai besi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keluarga Al-Harits menakut-nakuti Khubaib, bahwa saudara sekaligus sahabatnya, Zaid yang juga dibeli keluarga Makkah lainnya, telah dieksekusi. Ia telah dibunuh dengan cara ditusuk tombak dari lubang dubur hingga tembus ke dadanya!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun berita kejam nan sadis ini ternyata tidak berhasil membuat hati Khubaib ketakutan apalagi berpaling dari keimanannya. Sebaliknya, hal ini justru membuat dirinya lebih pasrah terhadap ketentuan-Nya. Akhirnya keluarga Al-Harits pun putus asa. Mereka memutuskan untuk segera mengeksekusi tawanan yang tegar itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun sebelum eksekusi dijalankan, Khubaib memohon agar diperbolehkan melakukan shalat terlebih dahulu. Maka Khubaib mendirikan shalat dua rakaat. Usai shalat, Khubaib menoleh kepada para algojo yang mengawasinya sambil berkata, &#8220;Seandainya bukan karena dikira takut mati, maka aku akan menambah jumlah rakaat shalatku.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Inilah shalat sunnah pertama yang dilakukan seorang Muslim ketika akan menghadapi kematian. Kemudian Khubaib melantunkan sebait syair:</p>
<p>Mati bagiku tak menjadi masalah</p>
<p>Asalkan dalam ridha dan rahmat Allah</p>
<p>Dengan jalan apa pun kematian itu terjadi</p>
<p>Asalkan kerinduan kepada-Nya terpenuhi</p>
<p>Kuberserah kepada-Nya</p>
<p>Sesuai dengan takdir dan kehendak-Nya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah itu, Khubaib pun disalib pada sebuah tiang. Lalu tanpa sedikit pun rasa belas kasih, pasukan pemanah menghujaninya dengan anak panah. Dalam keadaan demikian, seorang pemuka Quraisy menghampirinya dan berkata, &#8220;Sukakah engkau bila Muhammad menggantikanmu sementara kau sehat wal afiat bersama keluargamu?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Demi Allah,&#8221; jawab Khubaib, &#8220;Tak sudi aku bersama anak istriku selamat menikmati kesenangan dunia, sementara Rasulullah terkena musibah walau oleh sepotong duri!&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Demi Allah, belum pernah aku melihat manusia lain, seperti halnya sahabat-sahabat Muhammad terhadap Muhammad,&#8221; kata Abu Sufyan suatu hari, mengenai para sahabat Rasulullah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Maka tanpa ampun lagi, pedang sang algojo pun menghabisi Khubaib. Namun sebelum ruhnya meninggalkan raga, Khubaib sempat berucap, &#8220;Ya Allah, kami telah menyampaikan tugas dari Rasul-Mu, maka mohon disampaikan pula kepadanya esok, tindakan orang-orang itu terhadap kami.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah, itu orang-orang musyrik meninggalkan tubuh Khubaib dalam keadaan tetap tersalib di tiangnya. Sementara burung-burung nazar yang sejak tadi berputar-putar menanti mangsanya, tiba-tiba juga meninggalkannya. Rupanya Sang Khalik tidak ridha hamba-Nya yang taat itu menjadi mangsa burung-burung pemakan bangkai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Demikian pula doa yang dipanjatkan seorang hamba kepada Sang Pemilik dalam keadaan pasrah dan ridha pada ketetapan-Nya. Tampak jelas bahwa Sang Khalik tidak tega menolaknya. Itu sebabnya, Rasulullah yang ketika itu berada di Madinah secara mendadak mengutus Miqdad bin Amar dan Zubair bin Awwam untuk segera menyusul ke tempat Khubaib disalib. Padahal ketika itu tak seorang pun orang Madinah yang mengetahui peristiwa nahas tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setiba di tempat yang dimaksud, Khubaib telah tiada. Senyum kedamaian tergurat di wajahnya. Dengan menahan kedukaan yang mendalam, kedua utusan tadi kemudian melepaskan sang mujahid dari tiang salib kemudian membawa dan memakamkannya di suatu tempat yang hingga detik ini tak seorang pun mengetahuinya.</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; SPONSOR&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong> Klik</strong></span> <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/khubaib-bin-adi-r-a-syahid-di-tiang-salib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mazdakisme Hakekat Ajaran Syi&#8217;ah</title>
		<link>http://kisahislami.com/mazdakisme-hakekat-ajaran-syiah/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/mazdakisme-hakekat-ajaran-syiah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 03:39:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1326</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa Syi’ah berbeda dengan Islam? Jika ditelusuri lebih dalam akar ajaran Syi’ah ternyata menurut Ustadz hartono Ahmad Jaiz, Syi’ah itu menjadikan ajaran lokal Persia Kuno yaitu Mazdakisme sebagai ruh dari ajaran Syi’ah yang akhirnya menundukkan ajran Islam itu sendiri. “Sebenarnya Syi’ah itu ekstrem dalam mengakomodasi muatan lokal bangsa Persia,” kata Ustadz Hartono. Dalam paparannya, Mazdakisme [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengapa Syi’ah berbeda dengan Islam? Jika ditelusuri lebih dalam akar ajaran Syi’ah ternyata menurut Ustadz hartono Ahmad Jaiz, Syi’ah itu menjadikan ajaran lokal Persia Kuno yaitu Mazdakisme sebagai ruh dari ajaran Syi’ah yang akhirnya menundukkan ajran Islam itu sendiri.</p>
<p>“Sebenarnya Syi’ah itu ekstrem dalam mengakomodasi muatan lokal bangsa Persia,” kata Ustadz Hartono.</p>
<p>Dalam paparannya, Mazdakisme adalah ajaran Persia kuno yang dibawa oleh seorang nabi palsu Mazdak di Persia, yang hidup di masa 40 tahunan sebelum nabi Muhammad SAW lahir. Ajaran Mazdak menurut Ustadz Hartono, yang terkenal dalam ajaran yaitu kepemilikan bersama terhadap wanita dan harta.</p>
<p>“Wanita dan harta ibarat rumput dan air. Oleh Mazdak dijadikan milik umum,” tuturnya.</p>
<p>Sehingga pada zaman Raja Parsi Gibas yang menjadi pengikut ajaran tersebut, menurut Ustadz Hartono, kehidupan di seluruh pelosok Parsi dipenuhi perzinahan dan perampokan pada saat itu. Dan baru berkurang di masyarakat Parsi, ketika putra mahkota kerajaan Parsi Anusyrwan menantang debat nabi palsu Mazdak yang meminta ibunya, ratu kerajaan Parsi untuk dinikmati oleh Nabi Mazdak yang mengajarkan peningkatan iman melalui perzinahan.</p>
<p>“Mazdak kalah debat dengan Anusyrwan, sehingga ia dan pengikutnya dipenggal,” terang beliau.</p>
<p>Ajaran ini, ternyata tidak benar-benar hilang. Syi’ah menaruh ajaran Mazdak tersebut dengan mendompleng ajaran Islam yang benar. Ajaran Mazdak berupa perzinahan yang sudah mendarah daging cukup sulit dihilangkan secara total ketika itu, maka oleh rahib-rahib Syi’ah diupayakan legal di dalam Islam.</p>
<p>“Sehingga, ajaran Mazdak itu diswitch (alihkan) ke Islam dengan nama nikah mut’ah,” jelas ustadz Hartono.</p>
<p>Padahal, nikah mut’ah sudah dilarang pada perang Khaibar dalam riwayat Imam Muslim. Akan tetapi menurut Ustadz Hartono, kecintaan orang Syi’ah kepada nabi palsu Mazdak lebih besar dari pada Nabi yang asli yaitu Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>“Mereka tetap saja, lebih menuruti ajaran Mazdak,” ujarnya.</p>
<p>Lebih dari itu, Syi’ah hanya mengakui keturunan Husain RA saja yang dianggap sebagai Imam mereka, disebabkan Husain menikahi Sah Robanu seorang Putri kerajaan Persia dan melahirkan Ali Zainal Abidin bin Husain.</p>
<p>“Maka, darah Parsi yang ada diri keturunan Ali Zainal Abidin itulah yang dikultuskan oleh Syi’ah,” ungkap Ustadz Hartono.</p>
<p>Pengkultusan tersebut, berdampak sangat besar hingga menjelma dalam rukun Iman dan rukun Islam Syi’ah yaitu konsep Imamah dan Al-wilayah.</p>
<p>“Jika seseorang tidak menerima konsep itu mereka dianggap kafir,” tandas Ustadz Hartono.</p>
<p>Maka, menjadi terang bahwa Syi’ah itu adalah firqoh adama (kelompok sesat) sebenarnya, yang merusak dan menghancurkan Islam dengan  mengangkat muatan lokal ajaran Parsi Mazdak lebih tinggi dari ajaran Islam, jelas Ustadz Hartono.</p>
<p>(arrahmah)</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; SPONSOR&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong> Klik</strong></span> <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/mazdakisme-hakekat-ajaran-syiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyesalan Yang Terlambat (Ayah.. kembalikan tangan Dita !)</title>
		<link>http://kisahislami.com/penyesalan-yang-terlambat-ayah-kembalikan-tangan-dita/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/penyesalan-yang-terlambat-ayah-kembalikan-tangan-dita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 01:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1324</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahir-Rahmanir-Rahim &#8230; Sepasang suami isteri &#8211; seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahir-Rahmanir-Rahim &#8230; Sepasang suami isteri &#8211; seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.</p>
<p>Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan , tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.</p>
<p>Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.</p>
<p>Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.</p>
<p>Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.</p>
<p>Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.</p>
<p>Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.</p>
<p>Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.</p>
<p>Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.</p>
<p>Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.</p>
<p>“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..</p>
<p>Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya &#8230;</p>
<p>Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat &#8230;.</p>
<p>Strawberry</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; SPONSOR&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong> Klik</strong></span> <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/penyesalan-yang-terlambat-ayah-kembalikan-tangan-dita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Sebuah Kelembutan</title>
		<link>http://kisahislami.com/keajaiban-sebuah-kelembutan/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/keajaiban-sebuah-kelembutan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 03:59:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1320</guid>
		<description><![CDATA[Kelembutan memberikan pengaruh besar dalam sebuah rumah tangga. Anugrah Allah yang satu ini, yang biasanya menjadi hak milik para istri, akan selalunya memberikan sebuah kebahagiaan. Kelembutan berarti berarti bersabar memahami orang lain, Kelembutan berarti ikhlas dalam senyum menerima apapun yang terjadi dan mewujudkannya dalam sikap yang terbaik, kelembutan berarti membalas betapapun sakitnya perlakuan orang lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kelembutan memberikan pengaruh besar dalam sebuah rumah tangga. Anugrah Allah yang satu ini, yang biasanya menjadi hak milik para istri, akan selalunya memberikan sebuah kebahagiaan. Kelembutan berarti berarti bersabar memahami orang lain, Kelembutan berarti ikhlas dalam senyum menerima apapun yang terjadi dan mewujudkannya dalam sikap yang terbaik, kelembutan berarti membalas betapapun sakitnya perlakuan orang lain dengan sebuah pembalasan yang justru dapat membahagiakannya. Kelembutan juga berarti menegur kesalahan dan menyatakan kesalahan orang lain tanpa harus menyakiti.</p>
<p>Absennya sikap ini membuat semuanya seringkali kacau, betapa tidak, walaupun seseorang mempunyai niat baik yang besar sekalipun dalam memulai sesuatu, namun jika hal tersebut disampaikan dengan cara yang kasar, maka akhirnya akan pasti tidak membahagiakan.</p>
<p>Ingatkah kita kisah tentang Rosululloh SAW yang selalu diludahi oleh seorang yahudi, yang mana Rosululloh SAW tidak pernah membalasnya dengan tindakan yang sama, malahan ketika si yahudi jatuh sakit, beliau SAW membalasnya dengan menjenguk si yahudi ke rumahnya.</p>
<p>Dan yang terjadi selanjutnya ternyata keluhuran dan kelembutan akhlak Rosululloh telah meruntuhkan segala kedengkian dan kerasnya hati si yahudi dan memberikan kesan dihatinya, sehingga tanpa diminta dan dipaksa, si yahudi tersebut akhirnya menyatakan keislamannya di hadapan Rosululloh SAW. Subhanallah&#8230;</p>
<p>Kehidupan yang tidak lepas dari sebuah masalah dan ujian, biasanya melahirkan suasana getir dan tegang yang menyebabkan hati menjadi sedikit keras. Begitu pula dalam kehidupan berumah tangga. Betapa bahagianya jika para suami memiliki pendamping yang menyejukkan hati dalam bersikap dan berkata.</p>
<p>Betapa damainya seorang suami yang memiliki istri yang tidak pernah memakai kata &#8220;aku ingin..&#8221; sebagai pencerminan dari egonya, kecuali pada kalimat: aku ingin semua orang yang ada di sekitarku bahagia.</p>
<p>~ Ya, ternyata tidak perlu menjadi sangat cantik,untuk disayang suami, karena dengan bersikap lembut, para istri telah memiliki kecantikan yang tak terbatas. Hal ini juga menjadikannya layak untuk disayang, bukan hanya suami, namun dengan semua orang disekitarnya, bahkan benda mati sekalipun.~</p>
<p>Kelembutan seorang wanita bukan berarti sosok yang lemah ataupun gampang menangis, justru dengan adanya kelembutan itulah seorang wanita sebenarnya memiliki kekuatan yang luar biasa.</p>
<p>Kekuatan itu sendiri adalah, bahwa kelembutan seorang wanita bisa meluluhkan hati laki-laki yang keras sekalipun. Betapa bahagianya seorang suami yang mendapati partner hidupnya tersebut menegurnya dengan cara yang lembut, dan elegan.</p>
<p>Karena sudah menjadi sebuah kemakluman bagi semua istri bahwa biasanya seorang suami memiliki sebuah &#8220;gengsi&#8221; yang tidak mau di otak atik oleh siapapun. Ya itulah laki-laki, para suami kita.</p>
<p>Dan sekali lagi, semua itu akan tertaklukkan bukan justru dengan sebuah sikap kasar apalagi kekerasan, sifat lemah lembut mampu membawa mereka yang sedang terlupa untuk kembali kepada aturan dan jalan Allah subhanahu wata&#8217;ala.</p>
<p>~ Kelembutan berarti meluruskan dengan tanpa mematahkannya, dan memperbaiki dengan tanpa merusak satupun dari sisi-sisinya.~</p>
<p>Kelembutan juga berarti sinergi antara akal dan hati dan hal ini selalu berakhir dengan kebahagiaan.</p>
<p>Kelembutan tidak usah membeli dan rasa sayang sudah ada pada setiap diri.</p>
<p>Dan tergantung pada kemauan kita masing masing- masing untuk mau melaksanakannya atau tidak.</p>
<p>Sungguh, kedengaran berat sepertinya.</p>
<p>Tapi itulah contoh teladan yang diwariskan oleh orang-orang pilihan terdahulu kepada kita.</p>
<p>Dan dengan menjadikan diri kita bersemangat dan berusaha melatih diri agar senantiasa mampu bersikap lembut dan peka rasa ketika berinteraksi dengan siapapun, terutama dengan sang suami, maka insyaallah kita akan menjadi sumber kebahagiaan yang menyejukkan (Syahidah)</p>
<p>Salam Santun Ukhuwah Karena-NYA</p>
<p>(strawberry)</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; P.E.N.T.I.N.G U.N.T.U.K D.I.B.A.C.A&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong> Klik</strong></span> <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/keajaiban-sebuah-kelembutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maret Kelabu</title>
		<link>http://kisahislami.com/maret-kelabu/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/maret-kelabu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 02:44:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1318</guid>
		<description><![CDATA[Bila dengan kepergianku, bisa mengembalikan seulas senyum manismu seperti dulu, aku rela asalkan kamu bahagia. Tak mengapa, meski tak bisa kupungkiri bahwa betapa aku masih mencintaimu, tapi tak perlu kau hiraukan semua itu. Biarkan aku dengan hatiku, aku pasti akan baik-baik saja, meski luka dihati ini masih begitu menganga. Seonggok rasa cinta yang pernah kau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila dengan kepergianku, bisa mengembalikan seulas senyum manismu seperti dulu, aku rela asalkan kamu bahagia. Tak mengapa, meski tak bisa kupungkiri bahwa betapa aku masih mencintaimu, tapi tak perlu kau hiraukan semua itu. Biarkan aku dengan hatiku, aku pasti akan baik-baik saja, meski luka dihati ini masih begitu menganga.</p>
<p>Seonggok rasa cinta yang pernah kau tawarkan dan kau titipkan dalam hatiku selama ini, akan selalu ada, meskipun kau dan aku sudah tak bersama lagi, biar aku simpan semua kenangan kita dalam hati ini, biarlah wujudmu saja yang pergi meninggalkan aku, jangan kau ambil semuanya dari hatiku, sudah cukup perih ini kau torehkan dengan kepergianmu, janganlah kau perparah.</p>
<p>Aku ikhlas, aku sangat ikhlas menerima keputusanmu. Memang tak ada gunanya lagi kita coba mempertahankan sebuah hubungan yang memang sudah tidak pantas lagi untuk dipertahankan, biarlah kita jalan dengan hidup kita masing-masing, mungkin ya inilah jalan yang terbaik yang telah Allah pilihkan untuk kita.</p>
<p>Bagaimanapun pahitnya, namun aku tak pernah sedikitpun menyesali semua ini, karena bagaimanapun aku pernah bahagia bersamamu, bagaimanapun kamu pernah menjadi bagian dari diri ini,jadi jangan pernah ada penyesalan dalam hati, karena bersamamu aku pernah mengecap manisnya madu cinta dan karena bersamamu pula kini aku mengecap pahitnya empedu cinta.</p>
<p>Tetaplah menjadi seseorang yang tegar, jalani hidup ini sebaik dan serealistis mungkin, tetaplah tersenyum meskipun luka dihati sedang meradang, jangan sedih dan tidak perlu terpuruk karena cinta yang terlukai. Karena Insya Allah suatu saat nanti kita pasti akan menemukan sesosok orang yang telah dipilihkan Allah untuk kita dan yang terbaik untuk kita tentunya.</p>
<p>Ketika kau mau buka tirai di sanubarimu dan kau akan tahu,pelabuhan mana yang ingin kau singgahi untuk selamanya,hingga pelabuhan itu jadi rumahmu,rumah dan pelabuhan hatimu..adakalanya kita begitu yakin bahwa kehadiran seseorang akan memberi sejuta makna bagi isi jiwa.Sehingga&#8230;Saat seseorang itu pun hilang begitu saja&#8230; bayangannya Masih ada&#8230;setangkup harapan agar dia kembali&#8230;Walaupun ada kata2 dan sikapnya yang menyakitkan hati&#8230;Akan selalu ada beribu kata maaf untuknya&#8230;</p>
<p>Masih ada beribu penantian walau tak pasti&#8230;Masih ada segumpal keyakinan bahwa dialah jodoh yg dicari sehingga menutup pintu hati dan sanubari untuk yang lain.Sementara dia yang jauh disana mungkin sama sekali tak pernah memikirkannya.</p>
<p>Haruskah mengorbankan diri demi hal yang sia-sia???</p>
<p>Masih ada sejuta asa,sejuta makna dan masih ada pijar bintang &amp; mentari yang akan selalu bercahaya di lubuk jiwa dengan bermakna dan bermanfaat bagi sesama&#8230;Biarkan cinta itu bermuara dengan sendirinya&#8230;Disaat yang tepat&#8230;Dengan seseorang yang tepat&#8230;Dan pilihan yang tepat&#8230;Hanya dari Allah SWT di saat dihalalkannya dua manusia untuk bersatu dalam ikatan pernikahan yang barokah..Aaamiin ya Rabbal&#8217;alamin..</p>
<p>(strawberry)</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; P.E.N.T.I.N.G U.N.T.U.K D.I.B.A.C.A&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong> Klik</strong></span> <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/maret-kelabu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menangis Dan Tertawa Bersama Umar</title>
		<link>http://kisahislami.com/menangis-dan-tertawa-bersama-umar/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/menangis-dan-tertawa-bersama-umar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 02:53:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sahabat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1314</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam berkumpul dengan para Sahabatnya, Beliau berkata pada Umar, &#8220;coba ceritakan kepadaku yang membuat aku tertawa dan membuat aku menangis&#8221;. Kemudian Sahabat Umar pun bercerita. ” Dahulu sebelum aku mengenal Islam ,aku membuat patung berhala dari manisan. Lalu aku pun menyembah patung manisan itu. &#8220;Demi lata uzza mannat engkau lah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam berkumpul dengan para Sahabatnya, Beliau berkata pada Umar,</p>
<p>&#8220;coba ceritakan kepadaku yang membuat aku tertawa dan membuat aku menangis&#8221;.</p>
<p>Kemudian Sahabat Umar pun bercerita. ” Dahulu sebelum aku mengenal Islam ,aku membuat patung berhala dari manisan. Lalu aku pun menyembah patung manisan itu.</p>
<p>&#8220;Demi lata uzza mannat engkau lah yang mulia, beri aku makanan sebagai rizki darimu&#8221; kataku. Waktu itu aku menyembah patung namun perutku sedang lapar. Selesai menyembah berhala aku menuju dapur, tak kudapatkan makanan disana lalu aku kembali keruangan persembahyangan. Tak ada makanan selain tuhan sesembahanku, akhirnya dengan rasa sesal aku memakan tuhanku sendiri yang kusembah sembah sebelumnya. Aku memakan berhala tersebut mulai dari kepalanya, terus tangannya hingga habis tak tersisa.”</p>
<p>Mendengar cerita Umar Rasul tertawa hingga kelihatan gigi grahamnya, Beliaupun bertanya</p>
<p>” Dimana akal kalian waktu Itu ?”</p>
<p>Umar Menjawab “Akal kami memang pintar namun sesembahan kami yang menyesatkan kami”</p>
<p>Lalu Rasul berkata kepada Umar</p>
<p>” Ceritakan kepadaku Hal yang membuat aku menangis”?</p>
<p>Umarpun memulai ceritanya ” Dahulu aku punya seorang anak perempuan, aku ajak anak tersebut kesuatu tempat, Tiba ditempat yang aku tuju, aku mulai menggali sebuah lubang. Setiap kali tanah yang aku gali mengenai bajuku ,maka anak perempuanku membersihkannya.</p>
<p>Dia tidak mengetahui sesungguhnya lubang yang aku gali adalah untuk menguburnya hidup-hidup, untuk persembahan berhala. Selesai menggali lubang, aku melempar anak perempuanku kedalam lubang. burrr&#8230;.dia menangis kencang sambil menatap wajahku. Masih terngiang wajah anakku yang masih tidak mengerti apa yang dilakukan ayahnya sendiri dari bawah lubang.</p>
<p>Mendengar cerita itu Meneteslah air mata Rasul. Begitupun dengan Umar menyesali perbuatan Jahiliyyahnya sebelum dia mengenal Islam.</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; P.E.N.T.I.N.G U.N.T.U.K D.I.B.A.C.A&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong> Klik</strong></span> <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/menangis-dan-tertawa-bersama-umar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Al Anbiya&#8217; Menjawab Permasalahan Suami Istri</title>
		<link>http://kisahislami.com/surat-al-anbiya-menjawab-permasalahan-suami-istri/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/surat-al-anbiya-menjawab-permasalahan-suami-istri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 23:15:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1310</guid>
		<description><![CDATA[1. Pertanyaan : &#8220;Mengapa jika ia marah, lantas memukul diriku ?&#8221; Jawaban Al Anbiya ayat 3 : &#8221; Hati Mereka Dalam Keadaan Lalai &#8221; ( Biasanya orang yang marah dan emosional dengan pelampiasan secara fisik, maka hatinya dalam keadaan lalai mengingat Allah ) 2. Pertanyaan : &#8221; Mengapa istriku/suamiku marah-marah terus kepada-ku, tanpa permasalahan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Pertanyaan : &#8220;Mengapa jika ia marah, lantas memukul diriku ?&#8221;</p>
<p>Jawaban Al Anbiya ayat 3 :</p>
<p>&#8221; Hati Mereka Dalam Keadaan Lalai &#8221;</p>
<p>( Biasanya orang yang marah dan emosional dengan pelampiasan secara fisik,<br />
maka hatinya dalam keadaan lalai mengingat Allah )</p>
<p>2. Pertanyaan : &#8221; Mengapa istriku/suamiku marah-marah terus kepada-ku, tanpa permasalahan yang mendasar/masalah yang sepele?&#8221;</p>
<p>Jawaban Al Anbiya ayat 20 :<br />
&#8220;Mereka malaikat-malaikat bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang&#8221;</p>
<p>( Jawaban saat kita kena marah dari pasangan paling tepat adalah<br />
berdzikir/tasbih kepada Allah baik lisan maupun hati ).</p>
<p>3. Pertanyaan : &#8220;Mengapa Allah memberiku jodoh , orang seperti dia yang memiliki banyak kekurangan &amp; kelemahan ? &#8221;</p>
<p>Jawaban Al Anbiya ayat 23 :<br />
&#8220;Allah tidak ditanya tentang apa yang Allah kerjakan, tapi kamulah yang akan ditanya &#8221;<br />
( Karena Kehendak Allah menjadikan suami/istri kita dengan kelebihan dan kekurangannya maka jangan tanya<br />
mengapa Allah berbuat seperti ini kepada kita, tapi nanti kita yang akan ditanya , sebenarnya apa yang telah<br />
kita kerjakan untuk memperbaiki sifat buruk pasangan kita, dan kita sendiri sebenarnya bukan mahluk sempurna.<br />
Maka &#8220;JANGAN TANYA APA YANG ALLAH PERBUAT<br />
TAPI ENGKAU YANG AKAN DITANYA ALLAH, APA YANG SUDAH KAU PERBUAT)</p>
<p>4. Pertanyaan : &#8220;Mengapa Allah terus mengujiku dengan perangai suami/istriku yang tidak sesuai agama ?&#8221;</p>
<p>Jawaban Al Anbiya ayat 35 :</p>
<p>&#8220;Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan<br />
sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan kepada kami&#8221;</p>
<p>( Bukankah hidup berarti adalah masalah?, jika tidak mau ada masalah, jangan hidup. Maka keburukan pasangan kita hendaknya<br />
kita sikapi dengan kesabaran dan teruslah berdoa agar Allah memberi petunjuk hidayah pada pasangan kita. Ajak pasangan kita<br />
untuk mau menghadiri pengajian, shalat tarawih jamaah di masjid, menjenguk orang sakit di rumah sakit, melihat/ziarah kubur<br />
dengan niat untuk banyak mengingat kematian. Semoga Al Quran dan kematian bisa menjadi nasihat baik buat pasangan kita)</p>
<p>5. Pertanyaan : &#8221; Apa yang harus kulakukan saat ini, pasanganku marah dan pergi dari rumah, tak ada kabar ?&#8221;</p>
<p>Jawaban Al Anbiya ayat 87</p>
<p>&#8220;Dan ingatlah kisah Zun Nun (nabi Yunus as) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka<br />
bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa kepada Allah dalam keadaan yang gelap,<br />
&#8220;Laa Ilaaha illaa anta Subhanaka Inni Kuntu minadholiimiin &#8221;</p>
<p>( Jika pasangan kita nusyuz (pergi dari rumah karena marah) sebaiknya kita banyak berdoa kepada Allah seperti<br />
doa Nabi Yunus saat berada di dalam perut ikan , di dalam dasar laut dan di kegelapan malam, yakni Laa Ilaaha illaa anta<br />
Subhanaka Inni Kuntu minadholiimiin &#8220;)</p>
<p>6. Pertanyaan : &#8220;Doa Apa yang harus kami baca bila saat ini kami belum memiliki keturunan ? &#8221;</p>
<p>Jawaban Al Anbiya ayat 89 :</p>
<p>&#8220;Dan ingatlah ketika Zakaria berdoa kepada Allah, &#8220;Ya Tuhanku , janganlah Engkau<br />
biarkan aku seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik&#8221;</p>
<p>Al Abiya ayat 90 :</p>
<p>&#8220;Maka Kami kabulkan doanya dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya dapat<br />
mengandung. Sungguh mereka selalu bersegera melakukan kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami<br />
dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang -orang yang khusyuk kepada Kami&#8221;</p>
<p>( Doa Nabi Zakaria ini dikabulkan dengan diiringi 3 syarat hingga mereka diberi Allah keturunan, yaitu:<br />
1. BERSEGERA MELAKUKAN BANYAK KEBAIKAN / IKHTIAR<br />
2. BERDOA DENGAN PENUH KEIKHLASAN HARAP DAN CEMAS<br />
3. MENJADIKAN HIDUP KHUSYUK HANYA KEPADA ALLAH SWT.)</p>
<p>7. Pertanyaan : &#8220;Lantas apa maksud surat Al Anbiya ini disajikan sebagai nasehat kepada kami ? &#8221;</p>
<p>Jawaban Al Anbiya ayat 106 :<br />
&#8221; Sungguh apa yang disebutkan di dalam Al Qur&#8217;an ini , benar-benar menjadi petunjuk<br />
(yang lengkap) bagi orang-orang yang menyembah Allah &#8221;</p>
<p>8. Pertanyaan : &#8220;apa balasan dari Allah, jika aku imani dan kukerjakan dalam surat Al Anbiya ini ?&#8221;</p>
<p>Jawaban Al Anbiya ayat 105 :<br />
&#8220;Dan Sungguh Kami tulis di dalam Zabur setelah tertulis di dalam Lauh Mahfuz bahwa bumi ini akan<br />
diwarisi oleh hamba-hamba Ku yang soleh&#8221;</p>
<p>Akhirul kalam, Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu ala ilaha ila anta subhanaka inni kuntu minadholimiim</p>
<p>(Strawberry)</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; P.E.N.T.I.N.G U.N.T.U.K D.I.B.A.C.A&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong> Klik</strong></span> <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/surat-al-anbiya-menjawab-permasalahan-suami-istri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

