<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kisah Islami &#187; Alim Ulama</title>
	<atom:link href="http://kisahislami.com/category/alim-ulama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kisahislami.com</link>
	<description>Kisah Teladan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Apr 2012 11:40:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Kisah Gubernur dan Wanita Jelata</title>
		<link>http://kisahislami.com/kisah-gubernur-dan-wanita-jelata/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/kisah-gubernur-dan-wanita-jelata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 02:03:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alim Ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1340</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Gubernur pada zaman Khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka. Semuanya saling berebut memunguti uang itu dengan sukacita. Kecuali seorang wanita kumal, berkulit hitam dan berwajah jelek. Ia terlihat diam saja tidak bergerak, sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya dari dirinya, tetapi berbuat seolah-olah mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang Gubernur pada zaman Khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka. Semuanya saling berebut memunguti uang itu dengan sukacita. Kecuali seorang wanita kumal, berkulit hitam dan berwajah jelek. Ia terlihat diam saja tidak bergerak, sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya dari dirinya, tetapi berbuat seolah-olah mereka orang-orang yang kekurangan harta.Dengan keheranan sang Gubernur bertanya,</p>
<p>“Mengapa engkau tidak ikut memunguti uang dinar itu seperti tetangga engkau?”</p>
<p>Janda bermuka buruk itu menjawab, “Sebab yang mereka cari uang dinar sebagai bekal dunia. Sedangkan yang saya perlukan bukan dinar melainkan bekal akhirat.”</p>
<p>“Maksud engkau?”tanya sang Gubernur mulai tertarik akan kepribadian perempuan itu.</p>
<p>“Maksud saya, uang dunia sudah cukup. Yang masih saya perlukan adalah bekal akhirat, yaitu sholat, puasa dan zikir. Sebab perjalanan di dunia amat pendek dibanding dengan pengembaraan di akhirat yang panjang dan kekal.”</p>
<p>Dengan jawapan seperti itu, sang Gubernur merasa telah disindir tajam. Ia insyaf, dirinya selama ini hanya sibuk mengumpulkan harta benda dan melalaikan kewajiban agamanya. Padahal kekayaannya melimpah ruah, tak kan habis dimakan keluarganya sampai tujuh keturunan. Sedangkan umurnya sudah di atas setengah abad, dan Malaikat Maut sudah mengintainya.</p>
<p>Akhirnya sang Gubernur jatuh cinta kepada perempua lusuh yang berparas jelek itu. Kabar itu tersebar ke segenap pelosok negeri. Orang-orang besar tak habis fikir, bagaimana seorang gubernur menaruh hati kepada perempuan jelata bertampang jelek itu.</p>
<p>Maka pada suatu kesempatan, diundanglah mereka oleh Gubernur dalam sebuah pesta mewah. Juga para tetangga, termasuk wanita yang membuat heboh tadi. Kepada mereka diberikan gelas crystal yang bertahtakan permata, berisi cairan anggur segar. Gubernur lantas memerintah agar mereka membanting gelas masing-masing. Semuanya terbengong dan tidak ada yang mau menuruti perintah itu. Namun, tiba-tiba terdengar bunyi berdenting, pertanda ada orang gila yang melaksanakan perintah itu. Itulah si perempuan berwajah buruk tadi. Di kakinya pecahan gelas berhamburan sampai semua orang tampak terkejut dan keheranan.</p>
<p>Gubernur lalu bertanya, “Mengapa kau banting gelas itu?”</p>
<p>Tanpa takut wanita itu menjawab, “Ada beberapa sebab.Pertama, dengan memecahkan gelas ini berarti berkurang kekayaan Tuan. Tetapi, menurut saya hal itu lebih baik daripada wibawa Tuan berkurang lantaran perintah Tuan tidak dipatuhi.” Gubernur terkesima. Para tamunya juga kagum akan jawaban yang masuk akal itu.</p>
<p>Sebab lainnya?” tanya Gubernur. Wanita itu menjawab, “Kedua, saya hanya menaati perintah Allah. Sebab di dalam Al-Quran, Allah memerintahkan agar kita mematuhi Allah, Utusan-Nya, dan para penguasa. Sedangkan Tuan adalah penguasa, atau ulil amri, maka dengan segala resikonya saya laksanakan perintah Tuan.” Gubernur kian takjub. Demikian pula para tamunya.</p>
<p>“Masih ada sebab lain?”</p>
<p>Perempuan itu mengangguk dan berkata, “Ketiga, dengan saya memecahkan gelas itu, orang-orang akan menganggap saya gila. Namun, hal itu lebih baik buat saya. Biarlah saya dicap gila daripada tidak melakukan perintah Gubernurnya, yang berarti saya sudah berbuat durhaka. Tuduhan saya gila, akan saya terima dengan lapang dada daripada saya dituduh durhaka kepada penguasa saya. Itu lebih berat buat saya.”</p>
<p>Maka ketika Gubernur yang telah ditinggal mati oleh istrinya itu melamar lalu menikahi perempuan bertampang jelek dan hitam legam itu, semua yang mendengar bahkan berbalik sangat gembira karena Gubernur memperoleh jodoh seorang wanita yang tidak saja taat kepada suami, tetapi juga taat kepada Tuhannya, kepada Nabinya, dan kepada gubernurnya.</p>
<p>SUBHANALLAH,Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini.</p>
<p><em>(kembanganggrek2)</em></p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; SPONSOR&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong> Klik</strong></span> <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/kisah-gubernur-dan-wanita-jelata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Imam Yang Istiqomah Meninggal Di Penjara</title>
		<link>http://kisahislami.com/imam-yang-istiqomah-meninggal-di-penjara/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/imam-yang-istiqomah-meninggal-di-penjara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 02:13:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alim Ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1242</guid>
		<description><![CDATA[Pernah suatu ketika Khalifah Abu Jaffar Al-Mansur memanggil tiga orang ulama besar ke istananya, iaitu Imam Abu Hanifah, Imam Sufyan ats Tauri dan Imam Syarik an Nakhaei. Setelah mereka hadir di istana, maka ketiganya ditetapkan untuk menduduki pangkat yang cukup tinggi dalam kenegaraan, masing-masing diberi surat pelantikan tersebut. Imam Sufyan ats Tauri diangkat menjadi kadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah suatu ketika Khalifah Abu Jaffar Al-Mansur memanggil tiga orang ulama besar ke istananya, iaitu Imam Abu Hanifah, Imam Sufyan ats Tauri dan Imam Syarik an Nakhaei. Setelah mereka hadir di istana, maka ketiganya ditetapkan untuk menduduki pangkat yang cukup tinggi dalam kenegaraan, masing-masing diberi surat pelantikan tersebut.</p>
<p>Imam Sufyan ats Tauri diangkat menjadi kadi di Kota Basrah, lmam Syarik diangkat menjadi kadi di ibu kota. Adapun Imam Hanafi tidak mahu menerima pengangkatan itu di manapun ia diletakkan. Pengangkatan itu disertai dengan ancaman bahwa siapa saja yang tidak mahu menerima jawatan itu akan didera sebanyak l00 kali deraan.</p>
<p>Imam Syarik menerima jabatan itu, tetapi Imam Sufyan tidak mahu menerimanya, kemudian ia melarikan diri ke Yaman. Imam Abu Hanifah juga tidak mahu menerimanya dan tidak pula berusaha melarikan diri.</p>
<p>Oleh sebab itu Imam Abu Hanifah dimasukkan ke dalam penjara dan dijatuhi hukuman sebanyak 100 kali dera. Setiap pagi dipukul dengan cambuk sementara dileher beliau dikalung dengan rantai besi yang berat.</p>
<p>Suatu kali Imam Hanafi dipanggil baginda untuk mengadapnya. Setelah tiba di depan baginda, lalu diberinya segelas air yang berisi racun. Ia dipaksa meminumnya. Setelah diminum air yang beracun itu Imam Hanafi kembali dimasukkan ke dalam penjara. Imam Hanafi wafat dalam keadaan menderita di penjara ketika itu ia berusia 70 tahun.</p>
<p>Imam Hanafi menolak semua tawaran yang diberikan oleh kerajaan daulah Umaiyyah dan Abbasiyah adalah kerana beliau tidak sesuai dengan corak pemerintahan yang mereka kendalikan. Oleh sebab itu mereka berusaha mengajak Imam Hanafi untuk bekerjasama mengikut gerak langkah mereka, dan akhirnya mereka siksa hingga meninggal, kerana Imam Hanafi menolak semua tawaran yang mereka berikan.</p>
<p>Sepanjang riwayat hidupnya, beliau tidak dikenal dalam mengarang kitab. Tetapi madzab beliau Imam Abu Hanifah atau madzab Hanafi disebar luaskan oleh murid-murid beliau. Demikian juga fatwa-fatwa beliau dituliskan dalam kitab-kitab fikih oleh para murid dan pengikut beliau sehingga madzab Hanafi menjadi terkenal dan sampai saat ini dikenal sebagai salah satu madzab yang empat. Di antara murid beliau yang terkenal adalah Muhammad bin Al-Hassan Al-Shaibani, yang merupakan guru dari Imam Syafi’iy. (suaramedia.com)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; P.E.N.T.I.N.G   U.N.T.U.K   D.I.B.A.C.A&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong>  Klik</strong></span>  <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/imam-yang-istiqomah-meninggal-di-penjara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sufyan Bin ‘Uyainah Rahimahullah (Kunikahi dia karena Agamanya)</title>
		<link>http://kisahislami.com/sufyan-bin-%e2%80%98uyainah-rahimahullah-kunikahi-dia-karena-agamanya/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/sufyan-bin-%e2%80%98uyainah-rahimahullah-kunikahi-dia-karena-agamanya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 08:51:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alim Ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1220</guid>
		<description><![CDATA[Orang alim ini dilahirkan pada tahun 107 H pada pertengahan bulan Syawwal, dan ajal menjemputnya pada hari Sabtu, 1 Rajab 198 H. Nasab lengkapnya, Sufyan bin ‘Uyainah bin Abi ‘Imran al Kufi. Dia dikenal dengan panggilan Abu Muhammad. Ayahnya seorang pegawai pada masa Khalid bin Abdillah Al Qasri. Tatkala Khalid diberhentikan dari jabatan Gubernur Iraq [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang alim ini dilahirkan pada tahun 107 H pada pertengahan bulan Syawwal, dan ajal menjemputnya pada hari Sabtu, 1 Rajab 198 H. Nasab lengkapnya, Sufyan bin ‘Uyainah bin Abi ‘Imran al Kufi. Dia dikenal dengan panggilan Abu Muhammad.</p>
<div>
<p>Ayahnya seorang pegawai pada masa Khalid bin Abdillah Al Qasri. Tatkala Khalid diberhentikan dari jabatan Gubernur Iraq dan digantikan oleh Yusuf bin Umar ats Tsaqafi, pejabat baru ini mencari-cari para staff pada masa pemerintahan Khalid, sehingga mereka berlarian untuk menyembunguikan diri. ‘Uyainah, Ayah Sufyan kecil, melarikan diri sampai ke kota Mekkah dan akhirnya memutuskan berdomisili disana.</p>
<p>Ketika ia menapak usia lima belas tahun, ayahku memanggil, seraya berpesan : “<em>Wahai Sufyan! Masa kanak-kanak sudah lepas darimu, maka kejarlah kebaikan, supaya engkau termasuk orang-orang yang mengejarnya. Jangan tertipu dengan pujian orang-orang yang menyanjungmu dengan pujian yang Allah mengetahui, bahwa keadaanmu berlawanan dengan itu. Sebab, tidak ada orang yang berkata baik kepada orang lain tatkala ia sedang senang, kecuali ia akan berkata kejelekan kepadanya serupa ketika ia sedang dilanda amarah. Nikmati kesendirian daripada bergaul dengan kawan-kawan yang buruk. Jangan engkau alihkan prsangka baikku kepadamu kepada prasangka lain. Dan tidak akan ada orang yang berbahagia bersama dengan ulama, kecuali orang-orang yang mentaati mereka</em>”.</p>
<p>Mendengar nasihat ayahnya ini Sufyan berkata dalam hati : ”Sejak itu, aku menjadikan pesan Ayah sebagai arah kompasku, berjalan bersamanya, tidak menyimpang darinya”.</p>
<p>Begitulah yang ia jalani. Sejak usia dini, ulama besar ini telah menyibukkan diri pada pendalaman ilmu din. Tepatnya pada tahun 119 H.</p>
<p>Ibnu ’Uyainah mengisahkan tentang dirinya : ”Aku keluar menuju masjid, dan aku melihat-lihat halaqah-halaqah (majlis ilmu) yang ada. Bila aku lihat ada kumpulan ulama dan orang-orang tua, maka aku menghampirinya”.</p>
<p>Dia menceritakan: ”Aku duduk di majlis ilmu Ibnu Syihab dalam usia enam belas tahun tiga bulan”.</p>
<p>Salah satu yang menunjukkan keberuntungannya, sebanyak delapan puluh ulama besar dari kalangan tabi’in sempat ia jumpai. Misalnya, ’Amr bin Dinas, az Zuhri, Muhammad bin al Munkadir, al A’masy, Sulaiman at Taimi, Humaid ath Thawil.</p>
<p>Tentang kekuatan hafalannya, ia berkata, ”Aku tidak pernah menulis sesuatu, kecuali sudah aku hafal sebelum aku menuliskannya.”</p>
<p>Tak pelak, berkat pergaulannya dengan ulama-ulama besar, telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang teguh, luas ilmunya dan mendalam. Ia menjadi nara sumber dalam berbagai permasalahan dan tempat curahan isi hati.</p>
<p>Yahya bin Yahya an Naisaburi menceritakan: ”Suatu hari, ada seorang lelaki mendatangi Sufyan dengan berkata : ’Wahai , Aba Muhammad (yang dimaksud adalah Sufyan). Aku ingin mengadukan kepadamu tentang keadaan istriku. Aku menjadi lelaki yang paling hina dan rendah dimatanya”.</p>
<p>Maka Sufyan menggeleng-gelengkan kepala heran, dan kemudian berujar : ”Mungkin, keadaan itu muncul karena engkau menikahainya untuk meraih kehormatan?”</p>
<p>Lelaki itu pun mengakuinya: ”Ya, betul wahai Aba Muhammad”.</p>
<p>Sufyan lalu berpesan: ”Barang siapa pergi karena mencari kehormatan, niscaya akan diuji dengan kehinaan. Barangsiapa mengerjakan sesuatu lantaran dorongan harta, niscaya akan diuji dengan kefakiran. Barang siapa bergerak karena dorongan din, niscaya Allah akan menghimpun kehormatan dan harta bersama dinnya”.</p>
<p>Berikutnya, Sufyan mulai berkisah :</p>
<p>”Kami adalah empat bersaudara, Muhammad, Imran, Ibrahim, dan aku sendiri. Muhammad adalah kakak sulung., Imran anak bungsu. Sedangkan aku berada di tengah-tengah. Tatkala Muhammad ingin menikah, ia menginginkan kemuliaan nasab. Maka ia menikahi wanita yang lebih tinggi status sosialnya. Kemudian Allah mengujinya dengan kehinaan.</p>
<p>Sedangkan Imran, (saat menikah) ingin mendapatkan harta. Maka ia menikahi wanita yang lebih kaya dari dirinya. Allah kemudian mengujinya dengan kemiskinan. Keluarga wanita mengambil seluruh yang dimilikinya, tidak menyisakan sedikitpun.<br />
Aku pun merenungkan nasib keduanya. Sampai akhirnya Ma’mar bin Rasyid datang menghampiriku. Aku pun berdiskusi dengannya. Aku ceritakan kepadanya peristiwa yang menimpa para saudaraku. Ia mengingatkanku dengan hadits Yahya bin Ja’daj dan hadits ’Aisyah.</p>
<p>Hadits Yahya bin Ja’dah yang dimaksud, yaitu sabda Nabi Shollallahu ’alayhi wa sallam:</p>
<blockquote><p>”Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, status sosialnya, kecantikannya dan dinnya. Carilah waniya yang beragama, niscaya tanganmu akan beruntung”.</p></blockquote>
<p>Sedangkan hadits ’Aisyah, Nabi Shollallahu ’alayhi wa Sallam bersabda :</p>
<blockquote><p>Wanita yang paling besar berkahnya adalah waniya yang paling ringan beban pembiayaannya”</p></blockquote>
<p>Maka, aku memutuskan untuk memilih bagi diriku (wanita yang) memiliki din dan beban yang ringan untuk mengikuti Sunnah Rasulullah Shollallahu ’alayhi wa sallam. Allah menghimpunkan bagiku kehormatan dan limpahan harta dengan sebab agamanya”.</p>
<p>Itulah salah satu hikmah yang muncul dari lisannya. Tidak sedikit untaian hikmah dari Sufyan yang mencerminkan kedekatannya dengan Al Khaliq, Allah Subhaanahu wa Ta’Ala.</p>
<p>Sufyan bin ’Uyainah pernah ditanya tentang hakikat wara’, Dia pun menjelaskan, wara’ adalah keinginan untuk mendalami ilmu din yang menjadi sarana untuk mengenal seluk-beluk wara’. Sebagian orang menganggap sikap wara’ tercermin pada sikap diam dalam waktu yang lama dan sedikit bicara, padahal tidak demikian. Menurut kami, sesungguhnya orang yang berbicara lagi alim, itu lebih afdhal dan lebih wara’ dibandingkan lelaki yang jahil lagi diam.</p>
<p>Sufyan bin ’Uyainah juga memiliki hikmah yang menunjukkan kedalaman ilmunya. Dia menyatakan, permisalan ilmu adalah bagaikan negeri kufur atas negeri Islam. Apabila penganut Islam meninggalkan jihad, niscaya orang-orang kafir akan datang dan mengambil Islam. Jika orang-orang meninggalkan ilmu, maka mereka menjadi manusia-manusia bodoh.</p>
<p>Tentang pentingnya menyampaikan ilmu yang sudah diketahui, dia berkata : ”Tidaklah disebut (sebagai) alim orang yang mengetahui kebenaran dan kejelekan. Tetapi, orang alim sejati ialah orang yang mengetahui kebaikan dan mengikutinya, serta mengetahui kejelekan dan menjauhinya”.</p>
<p>(<em>Majalah As-Sunnah)</em></p>
</div>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; P.E.N.T.I.N.G   U.N.T.U.K   D.I.B.A.C.A&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong>  Klik</strong></span>  <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/sufyan-bin-%e2%80%98uyainah-rahimahullah-kunikahi-dia-karena-agamanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Imam Syafi&#8217;i: Cahaya Umat, Pembela Sunah</title>
		<link>http://kisahislami.com/imam-syafii-cahaya-umat-pembela-sunah/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/imam-syafii-cahaya-umat-pembela-sunah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 11:20:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alim Ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1216</guid>
		<description><![CDATA[Nashir as-Sunnah wa al-Hadits!, gelar itu disematkan kepada Imam Syafi&#8217;i berkat keteguhannya membela Sunah dan Hadis Rasulullah SAW. Pendiri Mazhab Fikih Syafi&#8217;i ini senantiasa menjalankan wasiat Rasulullah SAW, yakni menjadikan Alquran dan Sunah Nabi sebagai landasan dan sumber hukum, terutama dalam masalah akidah. &#8220;Jika kalian telah mendapatkan Sunah Nabi, ikutilah dan janganlah kalian berpaling mengambil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nashir as-Sunnah wa al-Hadits!, gelar itu disematkan kepada Imam Syafi&#8217;i berkat keteguhannya membela Sunah dan Hadis Rasulullah SAW. Pendiri Mazhab Fikih Syafi&#8217;i ini senantiasa menjalankan wasiat Rasulullah SAW, yakni menjadikan Alquran dan Sunah Nabi sebagai landasan dan sumber hukum, terutama dalam masalah akidah. &#8220;Jika kalian telah mendapatkan Sunah Nabi, ikutilah dan janganlah kalian berpaling mengambil pendapat yang lain,&#8221; begitulah pesan Sang Imam. Ia bahkan secara tegas menolak ilmu kalam. &#8220;Setiap orang yang berbicara (mutakallim) dengan bersumber dari Alquran dan Sunah, maka ucapannya adalah benar, tetapi jika dari selain keduanya, maka ucapannya hanyalah igauan belaka.&#8221; Imam Syafi&#8217;i adalah seorang mujtahid mutlak, imam fikih, hadis, dan ushul. Ia mampu memadukan fiqh ahli Irak dan fiqh ahli Hijaz. &#8220;Beliau (Imam Syafi&#8217;i) adalah orang yang paling faqih dalam Alquran dan As-Sunnah,&#8221; puji Imam Ahmad bin Hanbal&#8211;ulama pendiri Mazhab Hambali yang juga dikagumi Imam Syafi&#8217;i. &#8220;Tak seorang pun yang pernah memegang pena dan tinta (ilmu), melainkan Allah memberinya di `leher&#8217; Syafi&#8217;i,&#8221; ungkap Thasy Kubri dalam kitab Miftahus Sa&#8217;adah. Ia tak hanya dikenal dengan keluhuran ilmunya, namun juga kemuliaan akhlaknya. Para ulama menyatakan bahwa Sang Imam pendiri Mazhab Syafi&#8217;i itu adalah figur yang amanah, zuhud, wara&#8217;, takwa, dermawan, tingkah lakunya yang baik, dan mempunyai derajat keilmuan yang tinggi.</p>
<p>Selama hidupnya, Imam Syafi&#8217;i mendedikasikan dirinya untuk mengembangkan agama Allah SWT. Ia juga dikenal sebagai ulama yang produktif. Ratusan kitab tentang tafsir, fikih, adab, dan ilmu agama lainnya telah dipersembahkan bagi umat Islam. Menurut Ibnu Zulaq, tak kurang dari 200 kitab penting telah ditulis Sang Imam. Al-Marwaziy menyebutkan, tak kurang dari 113 kitab ilmu agama telah disumbangkannya bagi pengembangan agama yang diajarkan Muhammad SAW. Menurut Ibnu An-Nadim dalam Al-Fahrasat, Kitab Al-Umm merupakan karya Sang Imam yang paling populer. Kitab yang terdiri atas empat jilid itu mengupas dan membedah 128 masalah keagamaan. Al-Umm menjadi kitab dan rujukan penting bagi pengikut Mazhab Syafi&#8217;i. Pada awalnya, kitab itu dikembangkan oleh pengikutnya di Mesir, seperti Al Muzani, Al Buwaithi, serta Ar Rabi&#8217; Jizii bin Sulaiman. Nasab</p>
<p>Menurut para sejarawan, ahli nasab, dan pakar hadis, Imam Syafi&#8217;i masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan Rasulullah SAW. Secara khusus, Imam Bukhari dan Imam Muslim telah memberi kesaksian mereka akan kevalidan nasabnya tersebut dan ketersambungannya dengan nasab Nabi Muhammad SAW. Ulama legendaris ini bernama lengkap Muhammad bin Idris bin al-`Abbas bin `Utsman bin Syafi` bin as-Saib bin `Ubayd bin `Abdu Zayd bin Hasyim bin al-Muththalib bin `Abdu Manaf bin Qushay. Jika diurut, secara nasab Sang Imam masih satu keturunan dengan Rasulullah SAW dari Abdu Manaf bin Qushay.</p>
<p>Imam Syafi&#8217;i ternyata masih termasuk dalam Bani Muththalib, yaitu keturunan dari al-Muththalib, saudara dari Hasyim, yang merupakan kakek Nabi Muhammad SAW. Ayahnya bernama Idris. Ia adalah orang miskin yang berasal dari daerah Tibalah&#8211;daerah Tihamah dekat Yaman. Imam Syafi&#8217;i terlahir pada 150 H/ 767 M. Ada dua pendapat tentang kota kelahiran Sang Imam. Ada sejarawan yang meyakini Imam Syafi&#8217;i lahir di Gaza, Palestina, namun sebagian berpendapat ia lahir di Asqalan&#8211;sebuah kota tak jauh dari Gaza. Menurut Ibnu Hajar, Sang Imam dilahirkan di sebuah tempat bernama Ghazzah di wilayah Asqalan. Para sejarawan juga mencatat, kelahiran Imam Syafi&#8217;i hampir bersamaan dengan wafatnya seorang ulama besar Sunni yang bernama Imam Abu Hanifah. Keduanya adalah ulama besar yang populer dan sangat berjasa bagi pengembangan agama Allah SWT. Saat masih kecil, Imam Syafi&#8217;i sudah menjadi anak yatim. Ketika berusia dua tahun, sang ibu membawanya ke Makkah, tanah air nenek moyang. Sejak kecil, Imam Syafi&#8217;i sudah menunjukkan kecerdasannya. Berkat otaknya yang encer, ia sangat cepat menghafal syair, pandai berbahasa Arab, dan sastra. Kepandaiannya dalam sastra juga mendapat pujian dan pengakuan.</p>
<p>Imam Syafi&#8217;i adalah ulama yang tak pernah berhenti belajar. Ia rela melanglang buana mencari ilmu agama ke berbagai kota penting di dunia Islam. Kota Makkah menjadi kota pertama tempat menimba ilmu Sang Imam. Di kota nenek moyangnya itu, ia menimba ilmu fikih dengan berguru kepada seorang Mufti bernama Muslim bin Khalid Az Zanji. Ia sangat menyenangi ilmu fikih. Selain belajar dari Mufti Makkah, Imam Syafi&#8217;i pun berguru kepada Dawud bin Abdurrahman Al-Atthar, Muhammad bin Ali bin Syafi&#8217;, Sufyan bin Uyainah, Abdurrahman bin Abi Bakr Al-Mulaiki, Sa&#8217;id bin Salim, Fudhail bin Al-Ayyadl, dan banyak yang lainnya. Kemampuannya dalam ilmu fikih sudah diakui, meski ia baru beberapa tahun mengikuti halaqah dari para ulama besar di Makkah.</p>
<p>Ketertarikannya dalam bidang fikih membuatnya memutuskan untuk hijrah ke Madinah. Di kota tujuan hijrah Rasulullah SAW itu, Imam Syafi&#8217;i berguru kepada Imam Malik bin Anas. Ia berhasil menghafal Kitab Muwattha&#8217; dari Imam malik hanya sembilan malam. Imam Syafi&#8217;i meriwayatkan hadis dari Sufyan bin Uyainah, Fudlail bin Iyadl, dan pamannya Muhamad bin Syafi&#8217;. Kecerdasan Imam Syafi&#8217;i membuat Imam Malik begitu mengaguminya. Sang Imam pun begitu mengagumi dua orang gurunya, yakni Imam Malik dan Sufyan bin Uyainah. &#8220;Seandainya tidak ada Malik bin Anas dan Sufyan bin Uyainah, niscaya akan hilanglah ilmu dari Hijaz,&#8221; cetus Imam Syafi&#8217;i. &#8220;Bila datang Imam Malik di suatu majelis, Malik menjadi bintang di majelis itu.&#8221; Setelah berguru di Madinah, Imam Syafi&#8217;i pun hijrah ke Yaman&#8211;tanah leluhur dari sang ibu. Ia sempat bekerja di kota ini. Ia mendatangi sederet ulama yang ada di kota Yaman, seperti Mutharrif bin Mazin, Hisyam bin Yusuf Al-Qadli, dan banyak lagi kota yang lainnya. Dari Yaman, ia melanjutkan pencarian dan penyebaran ilmunya ke kota Baghdad, Irak. Di metropolis intelektual dunia itu, ia belajar ilmu fikih dari Muhammad bin Al-Hasan, seorang ahli fikih di Irak. Selain itu, ia sempat berguru dari Isma&#8217;il bin Ulaiyyah dan Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi dan masih banyak lagi yang lainnya. Imam Syafi&#8217;i bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal di Makkah tahun 187 H dan di Baghdad tahun 195 H. Dari Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Syafi&#8217;i menimba ilmu fikih, ushul mazhab, serta penjelasan nasikh dan mansukhnya.</p>
<p>Di Baghdad, Imam Syafi&#8217;i menulis mazhab lamanya (mazhab qodim). Kemudian, beliau pindah ke Mesir tahun 200 H dan menuliskan mazhab baru. Ia wafat di Kota Fustat&#8211;Kairo Tua&#8211;pada akhir bulan Rajab 204 H/819 M. Dedikasinya dalam menyebarkan agama Allah SWT, hingga kini tetap dikenang umat Islam di seantero dunia.</p>
<p>Pendiri Mazhab Syafi&#8217;i Inilah salah satu mazhab fikih terbesar dalam agama Islam. Mazhab fikih yang dicetuskan Muhammad bin Idris Asy-Syafi&#8217;i ini kebanyakan dianut penduduk Mesir bawah, Arab Saudi bagian barat, Suriah, Indonesia, Malaysia, Brunei, pantai Koromandel, Malabar, Hadramaut, dan Bahrain.</p>
<p>Pemikiran fikih mazhab ini dicetuskan Imam Syafi&#8217;i, yang hidup di zaman pertentangan antara aliran Ahlul Hadis (cenderung berpegang pada teks hadis) dan Ahlur Ra&#8217;yi (cenderung berpegang pada akal pikiran atau ijtihad). Imam Syafi&#8217;i belajar kepada Imam Malik sebagai tokoh Ahlul Hadis, dan Imam Muhammad bin Hasan asy-Syaibani sebagai tokoh Ahlur Ra&#8217;yi yang juga murid Imam Abu Hanifah. Imam Syafi&#8217;i kemudian merumuskan aliran atau mazhabnya sendiri, yang dapat dikatakan berada di antara kedua kelompok tersebut. Imam Syafi&#8217;i menolak istihsan dari Imam Abu Hanifah maupun mashalih mursalah dari Imam Malik. Namun demikian, Mazhab Syafi&#8217;i menerima penggunaan qiyas secara lebih luas ketimbang Imam Malik. Meskipun berbeda dari kedua aliran utama tersebut, keunggulan Imam Syafi&#8217;i sebagai ulama fikih, ushul fikih, dan hadis di zamannya membuat mazhabnya memperoleh banyak pengikut. Dan, kealimannya diakui oleh berbagai ulama yang hidup sezaman dengannya.</p>
<p>Dasar-dasar Mazhab Syafi&#8217;i dapat dilihat dalam Kitab Ushul Fiqh Ar-Risalah dan Kitab fiqh al-Umm. Di dalam buku-buku tersebut, Imam Syafi&#8217;i menjelaskan kerangka dan prinsip mazhabnya serta beberapa contoh merumuskan hukum far&#8217;iyyah (yang bersifat cabang).</p>
<p>Mazhab ini berpegang teguh pada:</p>
<p>* Alquran, tafsir secara lahiriah, selama tidak ada yang menegaskan bahwa yang dimaksud bukan arti lahiriahnya. Imam Syafi&#8217;i pertama sekali selalu mencari alasannya dari Alquran dalam menetapkan hukum Islam.</p>
<p>* Sunah dari Rasulullah SAW, kemudian digunakan jika tidak ditemukan rujukan dari Alquran. Imam Syafi&#8217;i sangat kuat pembelaannya terhadap sunah sehingga dijuluki Nashir As-Sunnah (pembela Sunah Nabi).</p>
<p>* Ijma&#8217; atau kesepakatan para Sahabat Nabi, yang tidak terdapat perbedaan pendapat dalam suatu masalah. Ijma&#8217; yang diterima Imam Syafi&#8217;i sebagai landasan hukum adalah ijma&#8217; para sahabat, bukan kesepakatan seluruh mujtahid pada masa tertentu terhadap suatu hukum, karena menurutnya hal seperti ini tidak mungkin terjadi.</p>
<p>* Qiyas, yang dalam Ar-Risalah disebut sebagai ijtihad, apabila dalam ijma&#8217; tidak juga ditemukan hukumnya. Akan tetapi, Imam Syafi&#8217;i menolak dasar istihsan dan istislah sebagai salah satu cara menetapkan hukum Islam.</p>
<p>Penyebarluasan pemikiran Mazhab Syafi&#8217;i berbeda dengan Mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki, yang banyak dipengaruhi oleh kekuasaan kekhalifahan. Pokok pikiran dan prinsip dasar Mazhab Syafi&#8217;i, terutama disebarluaskan dan dikembangkan oleh para muridnya. Murid-murid utama Imam Syafi&#8217;i di Mesir, yang menyebarluaskan dan mengembangkan Mazhab Syafi&#8217;i pada awalnya adalah Yusuf bin Yahya al-Buwaiti (w. 846), Abi Ibrahim Ismail bin Yahya al-Muzani (w. 878) serta Ar-Rabi bin Sulaiman al-Marawi (w. 884).</p>
<p>Ulama Besar Pengikut Mazhab Syafi&#8217;i</p>
<p>Imam Abu al-Hasan al-Asy&#8217;ari</p>
<p>Imam Bukhari</p>
<p>Imam Muslim</p>
<p>Imam Nasa&#8217;i</p>
<p>(republika)</p>
<p>Imam Baihaqi</p>
<p>Imam Turmudzi</p>
<p>Imam Ibnu Majah</p>
<p>Imam Tabari</p>
<p>Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani</p>
<p>Imam Abu Daud</p>
<p>Imam Nawawi</p>
<p>Imam as-Suyuti</p>
<p>Imam Ibnu Katsir</p>
<p>Imam adz-Dzahabi</p>
<p>Imam al-Hakim</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; P.E.N.T.I.N.G   U.N.T.U.K   D.I.B.A.C.A&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong>  Klik</strong></span>  <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/imam-syafii-cahaya-umat-pembela-sunah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daftar Para Ulama Ahlul Hadits</title>
		<link>http://kisahislami.com/daftar-para-ulama-ahlul-hadits/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/daftar-para-ulama-ahlul-hadits/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2011 00:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alim Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[tabi'in]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1212</guid>
		<description><![CDATA[Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman sahabat hingga sekarang yang masyhur : 1. Khalifah ar-Rasyidin : • Abu Bakr Ash-Shiddiq • Umar bin Al-Khaththab • Utsman bin Affan • Ali bin Abi Thalib 2. Al-Abadillah : • Ibnu Umar • Ibnu Abbas • Ibnu Az-Zubair • Ibnu Amr • Ibnu Mas’ud • Aisyah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman sahabat hingga sekarang yang masyhur :</p>
<p><strong>1. Khalifah ar-Rasyidin :</strong><br />
• Abu Bakr Ash-Shiddiq<br />
• Umar bin Al-Khaththab<br />
• Utsman bin Affan<br />
• Ali bin Abi Thalib</p>
<p><strong>2. Al-Abadillah :</strong><br />
• Ibnu Umar<br />
• Ibnu Abbas<br />
• Ibnu Az-Zubair<br />
• Ibnu Amr<br />
• Ibnu Mas’ud<br />
• Aisyah binti Abubakar<br />
• Ummu Salamah<br />
• Zainab bint Jahsy<br />
• Anas bin Malik<br />
• Zaid bin Tsabit<br />
• Abu Hurairah<br />
• Jabir bin Abdillah<br />
• Abu Sa’id Al-Khudri<br />
• Mu’adz bin Jabal<br />
• Abu Dzarr al-Ghifari<br />
• Sa’ad bin Abi Waqqash<br />
• Abu Darda’</p>
<p><strong>3. Para Tabi’in :</strong><br />
• Sa’id bin Al-Musayyab wafat 90 H<br />
• Urwah bin Zubair wafat 99 H<br />
• Sa’id bin Jubair wafat 95 H<br />
• Ali bin Al-Husain Zainal Abidin wafat 93 H<br />
• Muhammad bin Al-Hanafiyah wafat 80 H<br />
• Ubaidullah bin Abdillah bin Utbah bin Mas’ud wafat 94 H<br />
• Salim bin Abdullah bin Umar wafat 106 H<br />
• Al-Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr Ash Shiddiq<br />
• Al-Hasan Al-Bashri wafat 110 H<br />
• Muhammad bin Sirin wafat 110 H<br />
• Umar bin Abdul Aziz wafat 101 H<br />
• Nafi’ bin Hurmuz wafat 117 H<br />
• Muhammad bin Syihab Az-Zuhri wafat 125 H<br />
• Ikrimah wafat 105 H<br />
• Asy Sya’by wafat 104 H<br />
• Ibrahim an-Nakha’iy wafat 96 H<br />
• Aqamah wafat 62 H</p>
<p><strong>4. Para Tabi’ut tabi’in :</strong><br />
• Malik bin Anas wafat 179 H<br />
• Al-Auza’i wafat 157 H<br />
• Sufyan bin Said Ats-Tsauri wafat 161 H<br />
• Sufyan bin Uyainah wafat 193 H<br />
• Al-Laits bin Sa’ad wafat 175 H<br />
• Syu’bah ibn A-Hajjaj wafat 160 H<br />
• Abu Hanifah An-Nu’man wafat 150 H</p>
<p><strong>5. Atba’ Tabi’it Tabi’in : Setelah para tabi’ut tabi’in:</strong><br />
• Abdullah bin Al-Mubarak wafat 181 H<br />
• Waki’ bin Al-Jarrah wafat 197 H<br />
• Abdurrahman bin Mahdy wafat 198 H<br />
• Yahya bin Sa’id Al-Qaththan wafat 198 H<br />
• Imam Syafi’i wafat 204 H</p>
<p><strong>6. Murid-Murid atba’ Tabi’it Tabi’in :</strong><br />
• Ahmad bin Hambal wafat 241 H<br />
• Yahya bin Ma’in wafat 233 H<br />
• Ali bin Al-Madini wafat 234 H<br />
• Abu Bakar bin Abi Syaibah Wafat 235 H<br />
• Ibnu Rahawaih Wafat 238 H<br />
• Ibnu Qutaibah Wafat 236 H</p>
<p><strong>7. Kemudian murid-muridnya seperti:</strong><br />
• Al-Bukhari wafat 256 H<br />
• Muslim wafat 271 H<br />
• Ibnu Majah wafat 273 H<br />
• Abu Hatim wafat 277 H<br />
• Abu Zur’ah wafat 264 H<br />
• Abu Dawud : wafat 275 H<br />
• At-Tirmidzi wafat 279<br />
• An Nasa’i wafat 234 H</p>
<p><strong>8. Generasi berikutnya : orang-orang generasi berikutnya yang berjalan di jalan mereka adalah:</strong><br />
• Ibnu Jarir ath Thabary wafat 310 H<br />
• Ibnu Khuzaimah wafat 311 H<br />
• Muhammad Ibn Sa’ad wafat 230 H<br />
• Ad-Daruquthni wafat 385 H<br />
• Ath-Thahawi wafat 321 H<br />
• Al-Ajurri wafat 360 H<br />
• Ibnu Hibban wafat 342 H<br />
• Ath Thabarany wafat 360 H<br />
• Al-Hakim An-Naisaburi wafat 405 H<br />
• Al-Lalika’i wafat 416 H<br />
• Al-Baihaqi wafat 458 H<br />
• Al-Khathib Al-Baghdadi wafat 463 H<br />
• Ibnu Qudamah Al Maqdisi wafat 620 H</p>
<p><strong>9. Murid-Murid Mereka :</strong><br />
• Ibnu Daqiq Al-led wafat 702 H<br />
• Ibnu Taimiyah wafat 728 H<br />
• Al-Mizzi wafat 742 H<br />
• Imam Adz-Dzahabi (wafat 748 H)<br />
• Imam Ibnul-Qoyyim al-Jauziyyah (wafat 751 H)<br />
• Ibnu Katsir wafat 774 H<br />
• Asy-Syathibi wafat 790 H<br />
• Ibnu Rajab wafat 795 H</p>
<p><strong>10. Ulama Generasi Akhir :</strong><br />
• Ash-Shan’ani wafat 1182 H<br />
• Muhammad bin Abdul Wahhab wafat 1206 H<br />
• Muhammad Shiddiq Hasan Khan wafat 1307 H<br />
• Al-Mubarakfuri wafat 1427 H<br />
• Abdurrahman As-Sa`di wafat 1367 H<br />
• Ahmad Syakir wafat 1377 H<br />
• Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh wafat 1389 H<br />
• Muhammad Amin Asy-Syinqithi wafat 1393 H<br />
• Muhammad Nashiruddin Al-Albani wafat 1420 H<br />
• Abdul Aziz bin Abdillah Baz wafat 1420 H<br />
• Hammad Al-Anshari wafat 1418 H<br />
• Hamud At-Tuwaijiri wafat 1413 H<br />
• Muhammad Al-Jami wafat 1416 H<br />
• Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin wafat 1423 H<br />
• Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i wafat 1423 H<br />
• Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafidhahullah<br />
• Abdul Muhsin Al-Abbad hafidhahullah<br />
• Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidhahullah</p>
<p>Sumber: Makanatu Ahli Hadits karya Asy-Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhali dan Wujub Irtibath bi Ulama dengan sedikit tambahan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; P.E.N.T.I.N.G   U.N.T.U.K   D.I.B.A.C.A&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong>  Klik</strong></span>  <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/daftar-para-ulama-ahlul-hadits/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wasiat Terakhir Sayyid Quthb</title>
		<link>http://kisahislami.com/wasiat-terakhir-sayyid-quthb/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/wasiat-terakhir-sayyid-quthb/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Nov 2011 00:36:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alim Ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1209</guid>
		<description><![CDATA[Ulama besar ini adalah penulis kitab tafsir Fi zhilalil qur&#8217;an. ia telah di vonis hukuman mati oleh Pemerintah mesir kala itu, sedangkan satu-satunya syarat hukumannya batal waktu itu hanyalah..? &#8220;terima kasih&#8221; untuk penguasa negeri mesir saat itu, Namun ,ia menolaknya dan berkata, &#8221;Sesungguhnya jari telunjuk yang bersaksi tentang ke-esaan Allah tidak akan menuliskan satu huruf pun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 5px" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/312269_268560823184819_267418186632416_835396_887636431_s.jpg" alt="" width="130" height="103" />Ulama besar ini adalah penulis kitab tafsir Fi zhilalil qur&#8217;an. ia telah di vonis hukuman mati oleh Pemerintah mesir kala itu, sedangkan satu-satunya syarat hukumannya batal waktu itu hanyalah..? &#8220;terima kasih&#8221; untuk penguasa negeri mesir saat itu, Namun ,ia menolaknya dan berkata, &#8221;Sesungguhnya jari telunjuk yang bersaksi tentang ke-esaan Allah tidak akan menuliskan satu huruf pun kalimat terima kasih untuk penguasa thoghut&#8221;<br />
Sebelum di eksekusi (di hukum gantung ) , salah seorang antek penguasa saat itu menyuruh Sayyid Quthb untuk meng-ucapkan dua kalimat syahadat. Maka ,beliaupun melihat orang tersebut sambil tersenyum ,lalu Beliau berkata ,&#8221;Demi allah ,sungguh saya dihukum seperti ini lantaran mempertahankannya, sedangkan kamu wahai orang miskin,makan roti dari pemerintahnya karena menjualnya.&#8221;</p>
<p>Setelah itu beliau pun di eksekusi di tiang gantungan pemerintahan Mesir saat itu,<br />
namum perkataannya yang terkenal masih lestari sampai sekarang, &#8220;Tidak bergerak,sampai datang orang-orang yang menghidupkannya dengan memahami dan menggamalkan nya secara benar.&#8221;</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; P.E.N.T.I.N.G   U.N.T.U.K   D.I.B.A.C.A&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong>  Klik</strong></span>  <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/wasiat-terakhir-sayyid-quthb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pangeran Diponegoro, Singa Jawa dari Keraton Yogjakarta</title>
		<link>http://kisahislami.com/pangeran-diponegoro-singa-jawa-dari-keraton-yogjakarta/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/pangeran-diponegoro-singa-jawa-dari-keraton-yogjakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 00:30:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alim Ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1206</guid>
		<description><![CDATA[Ia seorang Mujahid keturunan Raja Yogjakarta. Seluruh nafas kehidupannya diabadikan untuk kemerdekaan Tanah Jawa, dengan bersendikan ajaran agama Islam. Tegalrejo 29 Juli 1825. Wilayah di bawah pimpinan Chevallier pasukan gabungan Belanda dan orang-orang patih Darurejo IV menyerbu laskar-laskar Diponegoro dan Mangkubumi di Tegalrejo, sebuah desa kecil yang terletak di barat laut Keraton Yogjakarta. Dentuman meriam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ia seorang Mujahid keturunan Raja Yogjakarta. Seluruh nafas kehidupannya diabadikan untuk kemerdekaan Tanah Jawa, dengan bersendikan ajaran agama Islam.</p>
<p>Tegalrejo 29 Juli 1825. Wilayah di bawah pimpinan Chevallier pasukan gabungan Belanda dan orang-orang patih Darurejo IV menyerbu laskar-laskar Diponegoro dan Mangkubumi di Tegalrejo, sebuah desa kecil yang terletak di barat laut Keraton Yogjakarta. Dentuman meriam dan bunyi letupan senapan membahana di seluruh penjuru desa.</p>
<p>Menghadapi serangan itu, kedua Pangeran bersama laskarnya segera menyingkir ke tempat yang lebih aman. Mereka menyadari, perang di medan yang amat sempit tidak menguntungkannya. Pangeran Diponegoro akhirnya memilih tempat yang lebih strategis untuk basis peperangannya di bukit Selangor, sebuah tempat yang dikelilingi lembah , benteng-benteng alam dan Gua, yang biasa dipergunakan bertapa. Tempat itu terletak 10 Km di sebelah barat daya kota Yogjakarta. Sedangkan keluarganya diungsikan ke desa Dekso.</p>
<p>Di lain pihak, Chevallier terus melancarkan serangan dahsyat dengan mengerahkan seluruh pasukan dan persenjataan yang dimiliki. Alhasil, Chavalier dalam waktu singkat mampu menguasai Tegalrejo. Sayangnya, Tegalrejo telah kosong melompong. Bakar…. Bakar saja rumah Diponegoro sampai habis! Seru Chavalier di tengah kemarahan dan kedongkolan hatinya karena buruannya telah kabur.</p>
<p>Tanpa membuang waktu lagi, tentara gabungan itu membakar rumah Diponegoro dan puluhan rumah lain di sisi kanan kirinya. Dari kejauhan, di balik bukit terjal, di atas Kuda Getayu, Pangeran Diponegoro bersama Pangeran Mangkubumi beserta seluruh anggota laskarnya menyaksikan dengan sedih pembumihangusan puluhan rumah tersebut.</p>
<p>Sebaliknya berita penyerangan Belanda ke Tegalrejo cepat menjalar ke seluruh pelosok Yogjakarta dan Surakarta. Sebagian besar rakyat tanpa dikomando berduyun-duyun datang ke Selangor lengkap dengan persenjataannya. Dari Surakarta, datang ulama Bayat, dan laskar-laskar yang di komandoi oleh Kyai Mojo dan Tumenggung Prawirodigdoyo. Dari kesultanan Yogjakarta, tidak kurang 74 bangsawan akhirnya menggabungkan diri dengan pasukan Diponegoro di Selangor. Diantara kerumunan Bangsawan itu, terdapat Sentot Prawirodirjo, seorang Senopati muda yang belum berusia 18 tahun, putra Raden Ronggo Prawirodirjo III. Seperti halnya sang ayah, Sentot kemudian tampil sebagai pejuang besar yang sangat di takuti pihak Belanda.</p>
<p>Propaganda perang melawan bangsa kafir segara dilakukan di mana-mana, di Yogjakarta, Jayanegara segera membuat surat edaran untuk seluruh rakyat Mataram. Isinya mengajak berjuang bersama Pangeran Diponegoro dan Pangeran Mangkubumi mengusir kaum penjajah Kafir Belanda. Di wilayah luar Yogjakarta, seperti Kedu, Banyumas dan sekitarnya, ajakan jihad fi sabilillah di sampaikan oleh Kyai Kasan Besari yang disambut rakyat dengan gegap gempita.</p>
<p>Sesuai dengan saran Sinuhun Paku Buwono VI, laskar-laskar Diponegoro menggunakan taktik dan strategi perang “Dhedhemitan” alias “Gebag ancat nrabas geblas”. Menyerbu secara tiba-tiba dan kemudian dengan cepat menghilang dibalik hutan-hutan, Gua, Bukit, atau kegelapan malam.</p>
<p>Rupanya taktik dan perang anggota laskar Diponegoro sangat menakutkan pihak Belanda. Tidak mengherankan, bila pada tahun-tahun pertama pihak Belanda kewalahan dan banyak mengalami kekalahan.</p>
<p>Kemenangan pertama Pangeran Diponegoro dan laskarnya didapat di desa Pisangan, perbatasan Muntilan dan Yogjakarta. Laskar Diponegoro yang dipimpin oleh Mulyo Santiko dengan gagah berani mencegah iring-iringan pasukan Belanda yang berjumlah sekitar 120 orang yang berusaha masuk ke Yogjakarta. Mereka berhasil menghancurkan seluruh pasukan Belanda itu. Uang sebesar 50.000 gulden dapat dirampas berikut alat-alat perangnya. Kemenangan pertama ini segera di ikuti oleh kemenangan-kemenangan berikutnya. Pada 6 Agustus 1825, pasukan Diponegoro yang dipimpin para panglimanya yang gagah berani berhasil menghancurkan markas Belanda di Pacitan, menyusul kemudian Purwodadi.</p>
<p>Kemenangan demi kemenangan tentu saja dapat mengobarkan semangat rakyat untuk bersama-sama bangkit melawan Kafir Belanda. Perangpun makin meluas  sampai ke Banyumas, Pekalongan, Semarang, Rembang dan Madiun.</p>
<p>Kekalahan beruntun yang dialami Belanda, memaksa Gubernur Jenderal Hindia Belanda segera mengirim Letnan Jenderal Markus De Kock ke Jawa Tengah sebagai panglima angkatan perang Belanda. Jenderal De Kock mendapat kekuasaan untuk menjalankan segala tindakan dalam menangani peperangan.</p>
<p>Jenderal De Kock dengan licik segera menyebarkan politik pecah belah, dan mengadu domba. Ia segera menemui dan memaksa Sunan Pukubuwono VI, dan Mangkunegoro II, dan Paku Alam I agar bersedia membantu Belanda. Ia juga mengerahkan bantuan pasukan pribumi itu untuk menggempur markas pasukan Diponegoro di Selarong. Namun, beruntung gerakan pasukan gabungan ini sudah dapat di ketahui oleh mata-mata Pangeran Diponegoro. Semua laskar dan pimpinannya segera bersembunyi. Akibatnya, ketika pasukan Belanda menguasai Selarong pada malam hari, mereka hanya menemukan bukit dan Gua yang sudah kosong. Pasukan Belanda pun mundur dan kembali pulang dengan tangan hampa.</p>
<p>Tidak beberapa lama tentara Belanda pulang, malam itu juga Pangeran Diponegoro segera mengadakan pertemuan dengan para Senopatinya. Mereka membahas untuk segera memindahkan markasnya di Selarong. Semua sepakat. Desa Deksa yang jaraknya sekitar 23 Km dari Yogjakarta dijadikan markas baru.</p>
<p>Pertempuran kembali berkobar diseluruh Mataram. Hasilnya pada Januari 1826 Pangeran Diponegoro berhasil merebut dan menguasai daerah Imogiri dan Pleret, di susul daerah Lengkong, Kasuran dan Delangu.</p>
<p>Bagi pihak Belanda, kekalahan beruntun itu justru membuat Jenderal De Kock makin nekad. Ia mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat Belanda untuk menambah anggaran perang. Anggaran itu rencananya untuk membuat benteng Stelsel. Tujuannya untuk mempersempit ruang gerak Pasukan Diponegoro di daerah-daerah yang di kuasai Belanda. Pelaksanaan benteng Stelsel juga dimaksudkan untuk mengadakan tekanan kepada Pangeran Diponegoro agar bersedia menghentikan peperangan.</p>
<p>Di wilayah Mataram kemudian muncul benteng-benteng Belanda yang kukuh, seperti di Bantul, Paluwatu, Pasargede, Jatinom, dan Delangu. Tidak kurang dari 165 buah benteng telah di dirikan Belanda untuk mempersempit ruang gerak pasukan Pangeran Diponegoro. Tekanan dari Belanda ini masih ditambah dengan adanya Bupati-bupati daerah yang memihak kepada Belanda, sehingga sangat menyulitkan komunikasi laskar Diponegoro antar daerah. Akibatnya, perlawanan itu menjadi mudah dipatahkan oleh pasukan Belanda. Pasukan Bulkiyo mulai menghadapi masa-masa sulit.</p>
<p>Di tengah kesulitan itu, Pangeran Diponegoro mengumpulkan para sesepuh dan Senopati membahas perkembangan dan situasi di medan perang. Pertemuan itu dilakukan di pesanggrahan Bagelan. Hasilnya mereka tetap melanjutkan perjuangan sampai kemerdekaan bumi tanah Jawa tercapai. Akibatnya, tidak sedikit laskar Pengeran Diponegoro yang gugur. Pangeran Kusumowijoyo yang mengobarkan pertempuran di Keraton Surakarta, akhirnya gugur di Lembah Kali Serang. Ia kemudian dikenal dengan nama Pangeran Serang, dan istrinya Raden Ajeng Kusriyah juga gugur di Dekso, Kulon Progo. Tidak berapa lama kemudian, gugur pula Tumenggung Prawirodigdoyo dari Gagatan. Ia gugur di medan tempur Klengkong saat memimpin 100 prajuritnya melawan tentara Belanda yang jumlahnya berlipat-lipat dengan dukungan meriam dan senjata laras panjang.</p>
<p>Belum lagi hilang rasa duka, kabar yang mengejutkan menyusul, Gusti Pangeran Notodiningrat bersama istri dan ibundanya dan tidak kurang dari 200 pengikutnya menyerah kepada Belanda di Yogjakarta. Dengan keberhasilan Belanda mempengaruhi Pangeran Notodiningrat Jenderal De Kock semakin gila mendekati pemimpin-pemimpin laskar Pangeran Diponegoro. Ia menjanjikan kedudukan dan hadiah-hadiah berlimpah bila mau menyerah dan mendukung Belanda. Satu bulan kemudian, Belanda kembali berhasil membujuk salah seorang panglima laskar Diponegoro, yaitu Pangeran Arya Papak dan Tumenggung Ario Sosrodilogo.</p>
<p>Kiai Mojo yang menjadi tulang punggung kekuatan pasukan perang Pangeran Diponegoro, akhirnya juga menyerah kepada pasukan Belanda. Menyerahnya Kiai Mojo merupakan pukulan berat bagi Pangeran Diponegoro dan laskar-laskarnya. Tetapi Pangeran Diponegoro bertekad untuk tidak menyerah dan tetap mengobarkan perlawanan.</p>
<p>Pada 20 Desember 1828, Laskar Pangeran Diponegoro segera melancarkan serangan dahsyat terhadap markas Belanda di Nanggulan. Dalam pertempuran itu Kapten Van Inge tewas, sedang dari pihak pasukan Diponegoro kehilangan Senopatinya yang gagah berani, Pangeran Prangwedono.</p>
<p>Berita hancurnya benteng Nanggulan, membuat jenderal De Kock semakin ketakutan, sebab ia selalu melihat sosok Senopati Sentot sebagai momok yang sangat berbahaya. Karena jenderal De Kock terus berupaya membujuk Sentot dengan berbagai cara agar mau menyerah. Tapi, Senopati muda itu tetap menolaknya. Belum berhasil membujuk Sentot, ia berhasil memperalat dan menekan Pangeran Ario Prawirodiningrat, Bupati Madiun, untuk menyerah. Sebabnya, jika tidak mau menyerah taruhannya adalah nyawa sepupunya.</p>
<p>Setelah Pangeran Ario Prawirodiningrat menyerah, menyusul Sentot Prawirodirjo dan Pangeran Mangkubumi. Menyerahnya dua Pangeran yang gagah berani ini membuat Pangeran Diponegoro kembali terpukul telak dan membawa beban moral, tidak hanya dalam dirinya, tetapi juga kepada seluruh prajurit Bulkiyo. Belum lagi batin Pangeran Diponegoro sembuh di akhir tahun 1829, satu persatu Senopati daerah menyusul jejak Senopati Sentot dan Pangeran Mangkubumi, antara lain, Pangeran Ario Suriokusumo, Kerto Pengalasan, pahlawan medan tempur Pleret, dan Pangeran Joyosudirjo</p>
<p>Rupanyan Pangeran Diponegoro tak bergeming, meski hatinya tertekan, ia tetap melanjutkan perjuangannya dan tetap menaruh kepercayaan atas kesetiaan rakyat Bagelan, Banyumas, dan Kedu. Usaha Jenderal De Kock untuk mempercepat peperangan rupanya tidak berhasil. Meski jauh sebelumnya Jenderal ini sudah menjanjikan 20.000 ringgit kepada siapa saja yang sanggup menangkap hidup atau mati Pangeran Diponegoro. Segenap rakyat dan laskar-laskar Pangeran Diponegoro tidak mau mengkhianati pemimpin yang agung ini.</p>
<p>Tapi, Jenderal De Kock tidak putus asa, melalui Kolonel Cleerrens, akhirnya bisa membujuk putra Pangeran Diponegoro, yaitu Pangeran Dipokusumu, untuk menyerah. Penyerahan putra kesayangannya itu benar-benar membuat Pangeran Diponegoro terluka. Maka pada bulan Februari 1830, ketika Kolonel Cleerens menawarkan jalan perundingan, terpaksa Pangeran Diponegoro menerimanya dengan berat hati. Dua musuh bebuyutan inipun bertemu di Remo Kamal, Bagelan, Purworejo, pada tanggal 16 Februari 1830. Cleerens kemudian mengusulkan agar kanjeng Pangeran dan pengikutnya berdiam dulu di kaki bukit Menoreh sambil menunggu kedatangan Letnan Gubernur Jenderal markus De Kock dari Batavia.</p>
<p>Dengan janji tidak dikhianati, Pangeran Diponegoro bersedia mengadakan perundingan. Pada bulan Maret 1830, ia dengan pasukannya tiba di tempat perundingan, dirumah Residen Magelang. Bersama Kolonel Cleerens, Pangeran Diponegoro menuju ruang kerja Jenderal De Kock. Beberapa putra Diponegoro dan perwira Belanda ikut menyaksikan jalannya perundingan tingkat tinggi tersebut.</p>
<p>Sekitar dua jam sudah perundingan berlangsung, tapi belum membuahkan hasil. Berkali-kali Jenderal De Kock mencoba membujuk agara Pangeran Diponegoro mengurangi tuntutannya. Tapi Pangeran Diponegoro tetap teguh pada pendiriannya. Mendirikan sebuah Negara merdeka yang bersendikan agama Islam. Sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, apabila perundingan menemui jalan buntu, Pangeran Diponegoro boleh meninggalkan ruangan itu dengan bebas. Tapi kenyataannya, Jenderal De Kock curang, “Tangkap tangkap Diponegoro dan semua pengikutnya”, teriak De Kock kepada pasukannya sambil menodongkan pistol kearah Pangeran Diponegoro. Sejurus kemudian, Pangeran Diponegoro beserta para pengikutnya ditangkap dan dijebloskan dalam sebuah penjara yang amat pengap. Hari- hari terakhir pangeran Diponegoro dihabiskan di dalam penjara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; P.E.N.T.I.N.G   U.N.T.U.K   D.I.B.A.C.A&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong>  Klik</strong></span>  <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/pangeran-diponegoro-singa-jawa-dari-keraton-yogjakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Kata Shalafus Sholeh Tentang Zuhud ?</title>
		<link>http://kisahislami.com/apa-kata-shalafus-sholeh-tentang-zuhud/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/apa-kata-shalafus-sholeh-tentang-zuhud/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 02:43:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alim Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Hazim az-Zahid]]></category>
		<category><![CDATA[hasan al bashri]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Daud AS]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Sulaiman AS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1200</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, Imam Hasan al Bashri Rahimahullah ditanya tentang rahasia zuhudnya di dunia, dan dia berkata: &#8220;Ada empat hal. Aku tahu kalau pekerjaanku tidak akan dilakukan oleh orang lain, maka aku menyibukkan diriku dengan pekerjaanku, aku tahu, bahwa rizki yang kudapat tidak akan diambil oleh orang lain, maka tenanglah hatiku, aku tahu, bahwa Allah selalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika, <a href="http://kisahislami.com/saat-duka-cita-meliputi-seluruh-penduduk-basrah/">Imam Hasan al Bashri Rahimahullah</a> ditanya tentang rahasia zuhudnya di dunia, dan dia berkata: &#8220;Ada empat hal. Aku tahu kalau pekerjaanku tidak akan dilakukan oleh orang lain, maka aku menyibukkan diriku dengan pekerjaanku,<br />
aku tahu, bahwa rizki yang kudapat tidak akan diambil oleh orang lain, maka tenanglah hatiku,<br />
aku tahu, bahwa Allah selalu mengawasiku, maka aku malu jika Allah melihatku melakukan maksiat,<br />
aku tahu, bahwa kematian menungguku, maka kupersiapkan bekal untuk bertemu dengan Tuhanku.</p>
<p>Bagi seorang hamba yang zuhud, apa yang ada di sisi Allah SWT lebih dia percayai daripada apa yang ada di tangannya sendiri. Hal ini timbul dari keyakinannya yang kuat dan lurus terhadap kekuasaan Allah SWT. Abu Hazim az-Zahid pernah ditanya: “Berupa apakah hartamu?” Beliau menjawab: “Dua macam. Aku tidak pernah takut miskin kerana percaya kepada Allah SWT, dan tidak pernah mengharapkan apa yang ada di tangan manusia.” Kemudian beliau ditanya lagi: “Engkau tidak takut miskin?” Beliau menjawab, “(Mengapa) aku harus takut miskin, sedangkan Tuhanku adalah pemilik langit, bumi serta apa yang berada di antara keduanya.”</p>
<p>Hakikat zuhud itu berada di dalam hati, yaitu dengan keluarnya rasa cinta dan ketamakan terhadap dunia dari hati seorang hamba. Ia jadikan dunia (hanya) di tangannya, sementara hatinya dipenuhi rasa cinta kepada Allah SWT dan akhirat.</p>
<p>Zuhud bukan bererti meninggalkan dunia secara keseluruhan dan menjauhinya. Lihatlah Rasulullah SAW, teladan bagi orang-orang yang zuhud, Baginda mempunyai sembilan isteri. Demikian juga <a href="http://kisahislami.com/keistimewaan-rasulullah-saw-dan-umatnya-dalam-kitab-terdahulu/">Nabi Daud AS</a> dan Nabi Sulaiman AS, raja mempunyai kekuasaan yang besar sebagaimana yang disebutkan oleh Allah SWT di dalam Al-Quran. Para sahabat, juga mempunyai isteri-isteri dan harta, malah ada di antara mereka yang kaya-raya. Semua ini tidaklah mengeluarkan mereka dari hakikat zuhud yang sebenarnya.</p>
<p>Imam Al-Ghazali memberikan tiga cara untuk melaksanakan zuhud: Pertama, memaksa diri untuk mengendalikan hawa nafsunya. Kedua, sukarela meninggalkan kecintaan terhadap dunia kerana dipandang kurang penting. Ketiga, tidak merasakan zuhud sebagai beban, kerana dunia dipandang tiada nilai bagi dirinya.</p>
<p>Ibrahim bin Adham pernah ditanya seorang lelaki: “Bagaimana cara engkau mencapai makam orang zuhud?” Ibrahim menjawab: ”Dengan tiga hal. Pertama, aku melihat kuburan itu sunyi dan menakutkan, sedang aku tidak menemui orang yang dapat mententeramkan hatiku di sana. Kedua, aku melihat perjalanan hidup menuju akhirat itu amat jauh, sedang aku tidak memiliki cukup bekal. Ketiga, aku melihat Tuhan Yang Maha Kuasa menetapkan satu keputusan atasku, sedang aku tidak mempunyai alasan untuk menolak keputusan itu.”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/apa-kata-shalafus-sholeh-tentang-zuhud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kamu Saya Merdekakan Kerana Allah</title>
		<link>http://kisahislami.com/kamu-saya-merdekakan-kerana-allah/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/kamu-saya-merdekakan-kerana-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 01:12:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alim Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Zainal Abidin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1194</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari ini saya akan menampilkan satu sosok teladan yang penuh dengan kelembutan dan kasih sayang. Orang yang mulia ini adalah termasuk kalangan ahlul bait. Namanya Zainal Abidin (cucu dari Imam Ali bin Abi Thalib Kar.Waj) Rasulullah bersabda yang bermaksud: “ Allah itu Maha Lemah-lembut, cinta kelemah-lembutan. Diberikan kepada kelembutan apa yang tidak diberikan kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada hari ini saya akan menampilkan satu sosok teladan yang penuh dengan kelembutan dan kasih sayang. Orang yang mulia ini adalah termasuk kalangan ahlul bait. Namanya Zainal Abidin (cucu dari Imam Ali bin Abi Thalib Kar.Waj)</p>
<p>Rasulullah bersabda yang bermaksud:<br />
“ Allah itu Maha Lemah-lembut, cinta kelemah-lembutan. Diberikan kepada kelembutan apa yang tidak diberikan kepada kekerasan dan kepada selainnya “ [HR. Muslim dari Aisyah ]</p>
<p>” Tidaklah kelemah-lembutan itu terdapat pada sesuatu melainkan akan membuatnya indah, dan ketiadaannya dari sesuatu akan menyebabkannya menjadi buruk” [HR. Muslim ]</p>
<p>Inilah kisah yang pernah terjadi pada diri Imam Zainal Abidin r.a. Pada suatu hari budaknya menuangkan air minum ke gelas minumnya Imam Zainal Abidin dari teko yang terbuat dari porselin. Tiba-tiba teko itu jatuh dan mengenai kaki sang Imam hingga berdarah. Cepat-cepat pelayan itu berkata,</p>
<p>“ Wahai Tuan, Allah telah berfirman, “ Dan mereka itu adalah orang-orang yang mampu menahan kemarahan “</p>
<p>Mendengar itu beliau berkata, “Ya, saya tahan kemarahan saya.”</p>
<p>“ Dan ( juga ) pemaaf kepada manusia.” Kata budak itu membaca sambungan firman Allah tadi.</p>
<p>” Ya, saya pun telah memaafkan kamu.” Kata Imam Zainal ‘Abidin.</p>
<p>“ Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan.”  Sambung budak itu menyempurnakan bunyi firman Allah tersebut.</p>
<p>”Kamu saya merdekakan kerana Allah.” Kata Imam Zainal ‘Abidin.</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; P.E.N.T.I.N.G   U.N.T.U.K   D.I.B.A.C.A&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong>  Klik</strong></span>  <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/kamu-saya-merdekakan-kerana-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Urwah bin Zubair : Aku akan shalat agar sakitnya tidak sempat kurasakan</title>
		<link>http://kisahislami.com/urwah-bin-zubair/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/urwah-bin-zubair/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 03:39:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alim Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Urwah bin Zubair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1168</guid>
		<description><![CDATA[Abu Abdillah atau Urwah bin Zubair bin Al-Awwam adalah di antara sederet tabiin yang memiliki kucuran mata air hikmah untuk generasi umat sesudah beliau. Adik dari Abdullah bin Zubair ini memberikakan pelajaran tentang nilai sebuah kesabaran. Suatu hari cucu Abu Bakar Ash-shiddiq ini mendapat tugas untuk menemui khalifah Al-Walid bin ‘Abdil Malik di ibukota kekhalifahan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Abu Abdillah atau Urwah bin Zubair bin Al-Awwam adalah di antara sederet tabiin yang memiliki kucuran mata air hikmah untuk generasi umat sesudah beliau. Adik dari Abdullah bin Zubair ini memberikakan pelajaran tentang nilai sebuah kesabaran.</p>
<p>Suatu hari cucu Abu Bakar Ash-shiddiq ini mendapat tugas untuk menemui khalifah Al-Walid bin ‘Abdil Malik di ibukota kekhalifahan, yaitu Damaskus di negeri Syam. Bersama dengan rombongan, ‘Urwah akan menempuh perjalanan dari Madinah menuju Damaskus yang saat ini menjadi negara Yordania.</p>
<p>Ketika melewati Wadil Qura, sebuah daerah yang belum jauh dari Madinah, telapak kaki kiri beliau terluka. Tabiin yang lahir pada tahun 23 Hijriyah ini menganggap biasa lukanya. Ternyata, luka tersebut menanah dan terus menjalar ke bagian atas kaki Urwah.</p>
<p>Setibanya di istana Al-Walid, luka di kaki kiri Urwah tersebut sudah mulai membusuk hingga betis. Urwah pun mendapatkan pertolongan dari Khalifah Al-Walid yang memerintahkan sejumlah dokter untuk memberikan perawatan.</p>
<p>Setelah melalui beberapa pemeriksaan, para dokter yang memeriksa salah seorang murid dari Aisyah binti Abu Bakar ini mempunyai satu kesimpulan. Kaki kiri Urwah harus diamputasi, agar luka yang membusuk tidak terus menjalar ke tubuh.</p>
<p>Urwah menerima keputusan tim dokter ini. Dan dimulailah operasi amputasi. Seorang dokter menyuguhkan Urwah semacam obat bius agar operasi amputasi tidak terasa sakit. Saat itu, Urwah menolak dengan halus.</p>
<p>Beliau mengatakan, “Aku tidak akan meminum suatu obat yang menghilangkan akalku sehingga aku tidak lagi mengenal Allah, walaupun untuk sesaat.”</p>
<p>Mendengar itu, para dokter pun menjadi ragu untuk melakukan amputasi. Saat itu juga, Urwah mengatakan, “Silakan kalian potong kakiku. Selama kalian melakukan operasi, aku akan shalat agar sakitnya tidak sempat kurasakan.”</p>
<p>Mulailah tim dokter memotong kaki Urwah dengan gergaji. Selama proses operasi itu, tabiin yang bisa mengkhatamkan Alquran selama dua hari ini tampak khusyuk dan tegar. Tidak sedikit pun suara rintihan keluar dari mulut beliau.</p>
<p>Melihat pengalaman yang tidak mengenakkan dari seorang cucu sahabat terkenal itu, khalifah Al-Walid menghampiri Urwah yang masih terbaring. Ia mencoba untuk menghibur. Tapi, dengan senyum Urwah mengucapkan sebuah kalimat, “Ya Allah, segala puji hanya untuk-Mu. Sebelum ini, aku memiliki dua kaki dan dua tangan, kemudian Engkau ambil satu. Alhamdulillah, Engkau masih menyisakan yang lain. Dan walaupun Engkau telah memberikan musibah kepadaku namun masa sehatku masih lebih panjang hari-hari sakit ini. Segala puji hanya untuk-Mu atas apa yang telah Engkau ambil, dan atas apa yang telah Engkau berikan kepadaku dari masa sehat.”</p>
<p>Mendengar itu, Khalifah Al-Walid bereaksi, “Belum pernah sekali pun aku melihat seorang tokoh yang kesabarannya seperti dia.”</p>
<p>Beberapa saat setelah itu, tim dokter memperlihatkan potongan kaki yang diamputasi itu kepada Urwah. Melihat potongan kakinya, beliau mengatakan, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui, tidak pernah sekalipun aku melangkahkan kakiku itu ke arah kemaksiatan.”</p>
<p>Ujian yang Allah berikan kepada Urwah tidak sampai di situ. Malam itu juga, bersamaan dengan telah selesainya operasi pemotongan kaki, Urwah mendapat kabar bahwa salah seorang putra beliau yang bernama Muhammad -putra kesayangannya- meninggal dunia. Muhammad meninggal karena sebuah kecelakaan: ditendang oleh kuda sewaktu sedang bermain-main di dalam kandang kuda.</p>
<p>Dalam keheningan malam itu, Urwah berucap pada dirinya sendiri, “Segala puji hanya milik Allah, dahulu aku memiliki tujuh orang anak, kemudian Engkau ambil satu dan masih Kau sisakan enam. Walaupun Engkau telah memberikan musibah kepadaku, hari-hari sehatku masih lebih panjang dari masa pembaringan ini. Dan walaupun Engkau telah mengambil salah seorang anakku, sesungguhnya Engkau masih menyisakan enam yang lain.”</p>
<p>- Dari berbagai sumber<br />
- kisah islam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/urwah-bin-zubair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

