<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kisah Islami &#187; Muhammad SAW</title>
	<atom:link href="http://kisahislami.com/category/muhammad-saw/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kisahislami.com</link>
	<description>Kisah Teladan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Apr 2012 11:40:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Rahasia Senyuman Rasulullah Muhammad SAW</title>
		<link>http://kisahislami.com/rahasia-senyuman-rasulullah-muhammad-saw/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/rahasia-senyuman-rasulullah-muhammad-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 23:04:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1204</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Anda membuka lembaran sirah kehidupan Muhammad saw., Anda tidak akan pernah berhenti kagum melihat kemuliaan dan kebesaran pribadi beliau saw. Sisi kebesaran itu terlihat dari sikap seimbang dan selaras dalam setiap perilakunya, sikap beliau dalam menggunakan segala sarana untuk meluluhkan kalbu setiap orang dalam setiap kesempatan. Sarana paling besar yang dilakukan Muhammad saw. dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Anda membuka lembaran sirah kehidupan Muhammad saw., Anda tidak akan pernah berhenti kagum melihat kemuliaan dan kebesaran pribadi beliau saw. Sisi kebesaran itu terlihat dari sikap seimbang dan selaras dalam setiap perilakunya, sikap beliau dalam menggunakan segala sarana untuk meluluhkan kalbu setiap orang dalam setiap kesempatan.</p>
<p>Sarana paling besar yang dilakukan Muhammad saw. dalam dakwah dan perilaku beliau adalah, gerakan yang tidak membutuhkan biaya besar, tidak membutuhkan energi berlimpah, meluncur dari bibiruntuk selanjutnya masuk ke relung kalbu yang sangat dalam.</p>
<p>Jangan Anda tanyakan efektifitasnya dalam mempengaruhi akal pikiran, menghilangkan kesedihan, membersihkan jiwa, menghancurkan tembok pengalang di antara anak manusia!. Itulah ketulusan yang mengalir dari dua bibir yang bersih, itulah senyuman!</p>
<p>Itulah senyuman yang direkam Al Qur’an tentang kisah Nabi Sulaiman as, ketika Ia berkata kepada seekor semut,</p>
<p>“Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. An Naml:19</p>
<p>Senyuman itulah yang senantiasa keluar dari bibir mulia Muhammad saw., dalam setiap perilakunya. Beliau tersenyum ketika bertemu dengan sahabatnya. Saat beliau menahan amarah atau ketika beliau berada di majelis peradilan sekalipun.</p>
<p>Diriwayatkan dari Jabir dalam sahih Bukhari dan Muslim, berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah saw tidak pernah menghindar dariku. Dan beliau tidak melihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku.”</p>
<p>Suatu ketika Muhammad saw. didatangi seorang Arab Badui, dengan serta merta ia berlaku kasar dengan menarik selendang Muhammad saw., sehingga leher beliau membekas merah. Orang Badui itu bersuara keras, “Wahai Muhammad, perintahkan sahabatmu memberikan harta dari Baitul Maal! Muhammad saw. menoleh kepadanya seraya tersenyum. Kemudian beliau menyuruh sahabatnya memberi harta dari baitul maal kepadanya.”</p>
<p>Ketika beliau memberi hukuman keras terhadap orang-orang yang terlambat dan tidak ikut serta dalam perang Tabuk, beliau masih tersenyum mendengarkan alasan mereka.</p>
<p>Ka’ab ra. berkata setelah mengungkapkan alasan orang-orang munafik dan sumpah palsu mereka:</p>
<p>“Saya mendatangi Muhammad saw., ketika saya mengucapkan salam kepadanya, beliau tersenyum, senyuman orang yang marah. Kemudian beliau berkata, “Kemari. Maka saya mendekati beliau dan duduk di depan beliau.”</p>
<p>Suatu ketika Muhammad saw. melintasi masjid yang di dalamnya ada beberapa sahabat yang sedang membicarakan masalah-masalah jahiliyah terdahulu, beliau lewat dan tersenyum kepada mereka.</p>
<p>Beliau tersenyum dari bibir yang lembut, mulia nan suci, sampai akhir detik-detik hayat beliau.</p>
<p>Anas bin Malik berkata diriwayatkan dalam sahih Bukhari dan Muslim, “Ketika kaum muslimin berada dalam shalat fajar, di hari Senin, sedangkan Abu Bakar menjadi imam mereka, ketika itu mereka dikejutkan oleh Muhammad saw. yang membuka hijab kamar Aisyah. Beliau melihat kaum muslimin sedang dalam shaf shalat, kemudian beliau tersenyum kepada mereka!”</p>
<p>Sehingga tidak mengherankan beliau mampu meluluhkan kalbu sahabat-shabatnya, istri-istrinya dan setiap orang yang berjumpa dengannya!</p>
<p>Menyentuh Hati</p>
<p>Muhammad saw. telah meluluhkan hati siapa saja dengan senyuman. Beliau mampu “menyihir” hati dengan senyuman. Beliau menumbuhkan harapan dengan senyuman. Beliau mampu menghilangkan sikap keras hati dengan senyuman. Dan beliau saw. mensunnahkan dan memerintahkan umatnya agar menghiasi diri dengan akhlak mulia ini. Bahkan beliau menjadikan senyuman sebagai lahan berlomba dalam kebaikan. Rasulullah saw. bersabda,</p>
<p>“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” At Tirmidzi dalam sahihnya.</p>
<p>Meskipun sudah sangat jelas dan gamblang petunjuk Nabi dan praktek beliau langsung ini, namun Anda masih banyak melihat sebagaian manusia masih berlaku keras terhadap anggota keluarganya, tehadap rumah tangganya dengan tidak menebar senyuman dari bibirnya dan dari ketulusan hatinya.</p>
<p>Anda merasakan bahwa sebagian manusia -karena bersikap cemberut dan muka masam- mengira bahwa giginya bagian dari aurat yang harus ditutupi! Di mana mereka di depan petunjuk Nabi yang agung ini! Sungguh jauh mereka dari contoh Nabi muhammad saw.!</p>
<p>Ya, kadang Anda melewati jam-jam Anda dengan dirundung duka, atau disibukkan beragam pekerjaan, akan tetapi Anda selalu bermuka masam, cemberut dan menahan senyuman yang merupakan sedekah, maka demi Allah, ini adalah perilaku keras hati, yang semestinya tidak terjadi. Wal iyadzubillah.</p>
<p>Pengaruh Senyum</p>
<p>Sebagian manusia ketika berbicara tentang senyuman, mengaitkan dengan pengaruh psikologis terhadap orang yang tersenyum. Mengkaitkannya boleh-boleh saja, yang oleh kebanyakan orang boleh jadi sepakat akan hal itu. Namun, seorang muslim memandang hal ini dengan kaca mata lain, yaitu kaca mata ibadah, bahwa tersenyum adalah bagian dari mencontoh Nabi saw. yang disunnahkan dan bernilai ibadah.</p>
<p>Para pakar dari kalangan muslim maupun non muslim melihat seuntai senyuman sangat besar pengaruhnya.</p>
<p>Dale Carnegie dalam bukunya yang terkenal, “Bagaimana Anda Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Manusia” menceritakan:</p>
<p>“Wajah merupakan cermin yang tepat bagi perasaan hati seseorang. Wajah yang ceria, penuh senyuman alami, senyum tulus adalah sebaik-baik sarana memperoleh teman dan kerja sama dengan pihak lain. Senyum lebih berharga dibanding sebuah pemberian yang dihadiahkan seorang pria. Dan lebih menarik dari lipstik dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita. Senyum bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni.”</p>
<p>Ia melanjutkan, “Saya minta setiap mahasiswa saya untuk tersenyum kepada orang tertentu sekali setiap pekannya. Salah seorang mahasiswa datang bertemu dengan pedagang, ia berkata kepadanya, “Saya pilih tersenyum kepada istriku, ia tidak tau sama sekali perihal ini. Hasilnya adalah saya menemukan kebahagiaan baru yang sebelumnya tidak saya rasakan sepanjang akhir tahun-tahun ini. Yang demikian menjadikan saya senang tersenyum setiap kali bertemu dengan orang. Setiap orang membalas penghormatan kepada saya dan bersegera melaksanakan khidmat -pelayanan- kepada saya. Karena itu saya merasakan hidup lebih ceria dan lebih mudah.”</p>
<p>Kegembiraan meluap ketika Carnegie menambahkan, “Ingatlah, bahwa senyum tidak membutuhkan biaya sedikitpun, bahkan membawa dampak yang luar biasa. Tidak akan menjadi miskin orang yang memberinya, justeru akan menambah kaya bagi orang yang mendapatkannya. Senyum juga tidak memerlukan waktu yang bertele-tele, namun membekas kekal dalam ingatan sampai akhir hayat. Tidak ada seorang fakir yang tidak memilikinya, dan tidak ada seorang kaya pun yang tidak membutuhkannya.”</p>
<p>Betapa kita sangat membutuhkan sosialisasi dan penyadaran petunjuk Nabi yang mulia ini kepada umat. Dengan niat taqarrub ilallah -pendekatan diri kepada Allah swt.- lewat senyuman, dimulai dari diri kita, rumah kita, bersama istri-istri kita, anak-anak kita, teman sekantor kita. Dan kita tidak pernah merasa rugi sedikit pun! Bahkan kita akan rugi, rugi dunia dan agama, ketika kita menahan senyuman, menahan sedekah ini, dengan selalu bermuka masam dan cemberut dalam kehidupan.</p>
<p>Pengalaman membuktikan bahwa dampak positif dan efektif dari senyuman, yaitu senyuman menjadi pendahuluan ketika hendak meluruskan orang yang keliru, dan menjadi muqaddimah ketika mengingkari yang munkar.</p>
<p>Orang yang selalu cemberut tidak menyengsarakan kecuali dirinya sendiri. Bermuka masam berarti mengharamkan menikmati dunia ini. Dan bagi siapa saja yang mau menebar senyum, selamanya ia akan senang dan gembira. Allahu a’lam</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; P.E.N.T.I.N.G   U.N.T.U.K   D.I.B.A.C.A&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong>  Klik</strong></span>  <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/rahasia-senyuman-rasulullah-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malu adalah Iman</title>
		<link>http://kisahislami.com/malu-adalah-iman/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/malu-adalah-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 01:01:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1198</guid>
		<description><![CDATA[Lunturnya sifat malu dalam masyarakat merupakan salah satu parameter degradasi iman. Sebab, rasa malu akan segera menyingkir dengan sendirinya tatkala iman sudah terkikis. Sebagaimana sabda Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: “Malu dan iman saling berpasangan. Bila salah satunya hilang, maka yang lain turut hilang.” (HR Hakim dalam kitab Al-Mustadrak) Rasululloh Shallallaahu alaihi wa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lunturnya sifat malu dalam masyarakat merupakan salah satu parameter degradasi iman. Sebab, rasa malu akan segera menyingkir dengan sendirinya tatkala iman sudah terkikis. Sebagaimana sabda Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: “Malu dan iman saling berpasangan. Bila salah satunya hilang, maka yang lain turut hilang.” (HR Hakim dalam kitab Al-Mustadrak)</p>
<p>Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam pernah melewati seorang laki-laki Anshar yang mencela sifat malu saudaranya. Maka Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Tinggalkan dia. Sesungguhnya malu itu sebagian dari iman.”</p>
<p>Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Iman itu ada tujuh puluh bagian. Yang paling tinggi adalah kalimat ‘la ilaha illallah’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri di jalan. Dan malu adalah bagian dari iman.” (HR Bukhari)</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; P.E.N.T.I.N.G   U.N.T.U.K   D.I.B.A.C.A&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong>  Klik</strong></span>  <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/malu-adalah-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Rasulullah SAW dan Delapan Dirham Penuh Berkah</title>
		<link>http://kisahislami.com/kisah-rasulullah-saw-dan-delapan-dirham-penuh-berkah/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/kisah-rasulullah-saw-dan-delapan-dirham-penuh-berkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Aug 2011 04:06:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1091</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu Rasulullah SAW nampak sibuk memperhatikan bajunya dengan cermat, baju yang tinggal satu-satunya itu ternyata sudah usang. Dengan rizki uang delapan dirham, beliau segera menuju pasar untuk membeli baju. Di tengah perjalanan, beliau bertemu dengan seorang wanita yang sedang menangis. Ternyata ia kehilangan uangnya. Dengan kemurahan hati, beliau memberikan 2 dirham untuknya. Tidak hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi itu Rasulullah SAW nampak sibuk memperhatikan bajunya dengan cermat, baju yang tinggal satu-satunya itu ternyata sudah usang. Dengan rizki uang delapan dirham, beliau segera menuju pasar untuk membeli baju.</p>
<p>Di tengah perjalanan, beliau bertemu dengan seorang wanita yang sedang menangis. Ternyata ia kehilangan uangnya. Dengan kemurahan hati, beliau memberikan 2 dirham untuknya. Tidak hanya itu, beliau juga berhenti sejenak untuk menenangkan wanita itu.</p>
<p>Setelah itu, Rasulullah SAW lalu melangkah ke pasar. Beliau langsung mencari barang yang diperlukannya. Dibelinya sepasang baju dengan harga 4 dirham lalu bergegas pulang. Di tengah perjalanan, beliau bertemu dengan seorang tua yang telanjang. Dengan iba, orang itu memohon sepotong baju yang baru dibelinya. Karena tidak tahan melihatnya, beliau langsung memberikan baju itu. Maka kembalilah beliau ke pasar untuk membeli baju lagi dengan uang tersisa 2 dirham, tentu saja kualitasnya lebih kasar dan jelek dari sebelumnya.</p>
<p>Ketika hendak pulang lagi, Rasulullah SAW kembali bertemu dengan wanita yang menangis tadi. Wanita itu nampak bingung dan gelisah. Ia takut pulang karena khawatir dimarahi majikannya akibat sudah terlambat. Dengan kemuliaan hati beliau, Rasul langsung menyatakan kesanggupan untuk mengantarkannya.</p>
<p>”Assalamu’alaikum warahmatullah”, sapa Rasulullah SAW ketika sampai rumah majikan wanita itu. Mereka yang di dalam semuanya terdiam, padahal mendengarnya. Ketika tak terdengar jawaban, Rasulullah SAW memberi salam lagi dengan keras. Tetap tak terdengar jawaban. Rasul pun mengulang untuk yang ketiga kalinya dengan suara lantang, barulah mereka menjawab dengan serentak.</p>
<p>Rupanya hati mereka diliputi kebahagiaan dengan kedatangan Nabi. Mereka menganggap salam Rasulullah SAW sebagai berkah dan ingin terus mendengarnya. Rasulullah SAW lalu berkata,”Pembantumu ini terlambat dan tidak berani pulang sendirian. Sekiranya dia harus menerima hukuman, akulah yang akan menerimanya”. Mendengar ucapan itu, mereka kagum akan akan budi pekerti beliau. Mereka akhirnya menjawab, “Kami telah memaafkannya, dan bahkan membebaskannya.”</p>
<p>Budak itu bahagia tak terkira, tak terhingga rasa terima kasihnya kepada Rasul. Lalu ia bersyukur atas karunia Allah SWT atas kebebasannya. Rasulullah SAW pulang dengan hati gembira karena satu perbudakan telah terbebaskan dengan mengharap ridha Allah SWT. Beliau pun berujar,”Belum pernah kutemui berkah 8 dirham sebagaimana hari ini. Delapan dirham yang mampu menenteramkan seseorang dari ketakutan, memberi 2 orang yang membutuhkan serta memerdekakan seorang budak”.</p>
<p>Demikian kisah Rasulullah dengan 8 dirhamnya yang menjadi berkah. Meski hidup sederhana, beliau sangat murah hati dan banyak bersedekah. Suatu sikap mulia dan semoga kita bisa berusaha meneladaninya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/kisah-rasulullah-saw-dan-delapan-dirham-penuh-berkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesan Rasulullah SAW kepada Pasukan Jihad</title>
		<link>http://kisahislami.com/pesan-rasulullah-saw-kepada-pasukan-jihad/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/pesan-rasulullah-saw-kepada-pasukan-jihad/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 02:27:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1073</guid>
		<description><![CDATA[Riwayat dari Buraidah ra. katanya &#8220;Apabila Rasulullah SAW mengutus pasukan untuk berperang, ia berpesan kepada ketua atau panglimanya supaya senantiasa bertaqwa kepada Allah, khususnya pada diri mereka dan juga pada semua kaum Muslimin, kata Beliau: &#8220;Jika kamu bertemu dengan musuh kamu dari kaum musyrikin, ajaklah mereka kepada satu dari tiga perkara, dan kiranya mereka menerima [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Riwayat dari Buraidah ra. katanya &#8220;Apabila Rasulullah SAW mengutus pasukan untuk berperang, ia berpesan kepada ketua atau panglimanya supaya senantiasa bertaqwa kepada Allah, khususnya pada diri mereka dan juga pada semua kaum Muslimin, kata Beliau: &#8220;Jika kamu bertemu dengan musuh kamu dari kaum musyrikin, ajaklah mereka kepada satu dari tiga perkara, dan kiranya mereka menerima apa saja dari antara tiga perkara itu, hendaklah kamu menerimanya dan berhentikan menyerang mereka&#8221;:</p>
<p>Ajak mereka untuk memeluk Islam, jika mereka menerimanya, biarlah mereka memeluk Islam, dan berhenti menyerang mereka.<br />
Ajaklah mereka untuk berpindah dari negeri mereka ke negeri orang yang berhijrah (yakni negeri Islam), dan beritahu mereka jika mereka setuju, akan diberi hak seperti yang diberikan kepada kaum yang berhijrah, dan menanggung hak seperti yang ditanggung oleh mereka. jika mereka enggan berpindah, dan ingin rnenetap di negeri mereka, maka beritahu mereka bahwa mereka harus bersikap seperti kaum badui Arab yang telah memeluk Islam, berlaku ke atas mereka semua hukum-hukum Allah yang dilaksanakan ke atas kaum yang beriman, dan bahwa mereka tidak berhak untuk menerima jizyah dan harta rampasan perang, kecuali jika mereka turut berjihad dengan kaum Muslimin.<br />
Jika mereka enggan juga semua tawaran itu, maka berundinglah dengan mereka supaya mereka membayar jizyah (pajak), jika mereka terima, hendaklah disetujui dan hentikan serangan kepada mereka. Tetapi, jika mereka enggan dan menolak juga, maka mintalah bantuan kepada Allah dan perangilah mereka itu. Kemudian, apabila kamu mengepung penduduk yang berlindung di dalam bentengnya, lalu mereka memohon supaya kamu memberikan keputusan kepada mereka dengan hukuman Allah, maka janganlah kamu menuruti permohonan mereka itu, karena kalian tidak mengetahui apa yang akan diputuskan Allah kepada mereka. Akan tetapi putuskanlah menurut kebijaksanaan kamu, dan tetapkanlah ke atas mereka sesudah itu apa yang dipandang wajar!&#8221;</p>
<p>(HR. Muslim, Abu Daud,Ibnu Majah,Baihaqi)</p>
<p>Ada beberapa riwayat yang memberitakan dari Ali bin Abu Thalib ra. bahwa Rasulullah SAW pernah mengutusnya ke medan perang, dan setelah pasukannya berangkat, Beliau lalu menyuruh orang mengejar pasukan itu supaya menyampaikan pesan Rasulullah SAW yang berbunyi: jangan kamu memerangi musuh kamu sebelum kamu menyeru mereka kepada agama Islam terlebih dahulu.</p>
<p>Dalam pembicaraan yang disampaikan oleh Sahal bin Sa&#8217;ad ra. yang dinukil oleh Bukhari dan lainnya, bahwa Rasulullah SAW berkata kepada Ali ra. pada peperangan Khaibar &#8220;Berangkatlah dengan segera, hingga engkau tiba di medan perang mereka, kemudian serulah mereka kepada Islam, dan beritahu mereka apa yang diwajibkan Allah dari hak-haknya. Demi Allah, seandainya Allah berikan petunjuknya kepada seorang saja di antara mereka di tanganmu, itu adalah lebih baik dari engkau memiliki unta-unta merah &#8220;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/pesan-rasulullah-saw-kepada-pasukan-jihad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Mentaati Rasulullah SAW</title>
		<link>http://kisahislami.com/pentingnya-mentaati-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/pentingnya-mentaati-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 03:32:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=994</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, &#8220;Barangsiapa yang mentaatiku, maka dia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka dia telah mendurhakai Allah. Begitu pula, barangsiapa yang mentaati petugasku, maka dia telah mentaatiku, dan barangsiapa mendurhakai petugasku, maka dia telah mendurhakaiku.&#8217; (Riwayat Bukhari) Juga dari Abu Hurairah ra. lagi, bahwa Rasulullah SAW [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, &#8220;Barangsiapa yang mentaatiku, maka dia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka dia telah mendurhakai Allah. Begitu pula, barangsiapa yang mentaati petugasku, maka dia telah mentaatiku, dan barangsiapa mendurhakai petugasku, maka dia telah mendurhakaiku.&#8217;<br />
(Riwayat Bukhari)</p>
<p>Juga dari Abu Hurairah ra. lagi, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: &#8216;Semua ummatku akan memasuki syurga kecuali yang enggan memasukinya. Siapa yang mentaatiku akan memasuki syurga, dan siapa yang mendurhakaiku, maka dialah orang yang enggan memasuki syurga.&#8217;<br />
(Riwayat Bukhari)</p>
<p>Jabir ra. bercerita, katanya&#8221; Suatu peristiwa datanglah beberapa Malaikat kepada Nabi SAW ketika beliau sedang tidur, lalu mereka berkata: Bahwa sesungguhnya teman kamu ini dapat diberikan beberapa perumpamaan, cobalah berikan perumpamaan baginya! Maka berkata yang satu: Dia ini sedang tidur. Yang lain berkata: Meskipun matanya tidur, namun hatinya tetap sadar! Lalu berkata pula Malaikat yang lain: Perumpamaan temanmu ini ialah perumpamaan seorang lelaki yang baru selesai membangun sebuah rumah, lalu dia pun mengadakan undangan makan, dan mengundang orang datang kepadanya. Jadi, sesiapa yang menerima undangan itu, dia akan memasuki rumah itu, dan dapatlah dia memakan dari makanan yang disediakan itu. Dan sesiapa yang menolak undangan itu, tidak akan memasuki rumah itu, dan tidak dapatlah dia memakan dari makanan yang disediakan di situ! Kemudian berkata Malaikat yang mendengar perumpamaan itu: Jelaskanlah perkara ini kepadanya (Nabi Muhammad) supaya dia mengerti! Lalu ada Malaikat yang berkata: Bukankah dia sedang tidur?! Jawab yang lain: Bukankah sudah aku katakan; matanya saja yang tidur, namun hatinya sadar (dapat menangkap maksud dari berita ini). Maka para Malaikat itu pun berkata: Rumah itu diibaratkan dengan &#8216;Syurga&#8217;, dan orang yang mengundang itu ialah &#8216;Muhammad&#8217; itu sendiri. Tegasnya, siapa saja yang mentaati Muhammad, maka dia mentaati Allah. Dan siapa saja yang mendurhakai Muhammad, maka dia mendurhakai Allah. Dan Muhammad itu adalah penengah (di antara Allah) dengan manusia!<br />
(Riwayat Bukhari)</p>
<p>Dari Abu Musa Al-Asy&#8217;ari ra. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: &#8216;Hanyalah perumpamaanku dan perumpamaan apa yang diutus Allah kepadaku adalah perumpamaan seorang lelaki yang datang kepada suatu kaum, lalu dia berkata kepada mereka: Hai kaumku! Saya lihat dengan mataku sendiri, ada suatu bala tentara yang datang, dan saya adalah pemberi peringatan yang yang paling jujur, maka selamatkanlah diri kamu! Selamatkanlah! Kerana itu ada di antara kaumnya yang mentaatinya, maka dari sejak malam mereka telah keluar melarikan diri dengan secara teratur, hingga akhirnya mereka selamat. Ketika sekumpulan yang lain telah mendustakannya, dan mereka terus menetap di tempat mereka. Akhirnya, mereka sejak pagi buta telah diserang oleh bala tentara musuh itu, yang membinasakan mereka serta memukul bersih apa saja yang ada di hadapannya. Itulah dia perumpamaan siapa yang mentaatiku serta menuruti apa yang saya sampaikan kepadanya. Demikian pula perumpamaan siapa yang mendurhakaiku serta mendustakan apa yang saya sampaikan kepadanya dari perkara kebenaran itu.&#8217;<br />
(Riwayat Darimi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/pentingnya-mentaati-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Sunnah Rasulullah SAW</title>
		<link>http://kisahislami.com/pentingnya-sunnah-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/pentingnya-sunnah-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 03:52:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=992</guid>
		<description><![CDATA[Dari Anas bin Malik ra. katanya, Rasulullah SAW telah bersabda: &#8216;Hai anakku! Jika engkau mampu tidak menyimpan dendam kepada orang lain sejak dari pagi sampai ke petangmu, hendaklah engkau kekalkan kelakuan itu! Kemudian beliau menyambung pula: Hai anakku! Itulah perjalananku (sunnahku), dan barangsiapa yang menyukai sunnahku, maka dia telah menyukaiku, dan barangsiapa yang menyukaiku, dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Anas bin Malik ra. katanya, Rasulullah SAW telah bersabda: &#8216;Hai anakku! Jika engkau mampu tidak menyimpan dendam kepada orang lain sejak dari pagi sampai ke petangmu, hendaklah engkau kekalkan kelakuan itu! Kemudian beliau menyambung pula: Hai anakku! Itulah perjalananku (sunnahku), dan barangsiapa yang menyukai sunnahku, maka dia telah menyukaiku, dan barangsiapa yang menyukaiku, dia akan berada denganku di dalam syurga! &#8216; (Riwayat Tarmidzi)</p>
<p>Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Nabi SAW yang berkata: &#8220;Barangsiapa yang berpegang dengan sunnahku, ketika merata kerusakan pada ummatku, maka baginya pahala seratus orang yang mati syahid&#8221;. (Riwayat Baihaqi)</p>
<p>Thabrani dan Abu Nu&#8217;aim telah mengeluarkan sebuah Hadis marfu&#8217; yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. bahwa Nabi SAW telah bersabda: Orang yang berpegang kepada sunnahku dalam zaman kerusakan ummatku akan mendapat pahala orang yang mati syahid. Hakim pula meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. juga bahwa Nabi SAW telah berkata: Orang yang berpegang kepada sunnahku dalam masa perselisihan diantara ummatku adalah seperti orang yang menggenggam bara api. (Kanzul Ummal)</p>
<p>Dan Imam Muslim pula meriwayatkan dari Anas ra. dari Rasulullah SAW katanya: Orang yang tidak suka kepada sunnahku, bukanlah dia dari golonganku!</p>
<p>Kemudian Imam Daraquthni pula mengeluarkan sebuah Hadis dari Siti Aisyah r.a. dari Nabi SAW katanya: Barang siapa yang berpegang kepada sunnahku akan memasuki syurga!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/pentingnya-sunnah-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rasulullah SAW Takut Terhadap Kekayaan Dunia yang Melimpah</title>
		<link>http://kisahislami.com/rasulullah-saw-takut-terhadap-kekayaan-dunia-yang-melimpah/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/rasulullah-saw-takut-terhadap-kekayaan-dunia-yang-melimpah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 May 2011 03:10:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=977</guid>
		<description><![CDATA[Imam Bukhori dan Imam Muslim mengeluarkan dari Abu Sa&#8217;id Al-Khudri r.a di dalam sebuah hadits, dia berkata, &#8220;Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam duduk di atas mimbar dan kami pun duduk di sekitar beliau, lalu beliau bersabda, &#8220;Sesungguhnya yang paling kutakutkan atas kalian ialah jika Allah membukakan kesenangan dan perhiasan dunia kepada kalian.&#8221; Asy-Syaikhani juga mengeluarkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Imam Bukhori dan Imam Muslim mengeluarkan dari Abu Sa&#8217;id Al-Khudri r.a di dalam sebuah hadits, dia berkata, &#8220;Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam duduk di atas mimbar dan kami pun duduk di sekitar beliau, lalu beliau bersabda,</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya yang paling kutakutkan atas kalian ialah jika Allah membukakan kesenangan dan perhiasan dunia kepada kalian.&#8221;</p>
<p>Asy-Syaikhani juga mengeluarkan sebuah hadits dari Amr bin Auf Al-Anshay Radhiyallahu Anhu, yang di dalamnya dia berkata, &#8220;Rasulullah Shallailahu Alaihi wa Sallam bersabda,</p>
<p>&#8220;TerimaIah kabar gembira dan satu harapan bagi kalian Demi Allah, bukan kemiskinn yang aku takutkan terhadap kalian, tetapi aku justru takut jika dunia dihamparkan kepada kalian, sebagaimana yang pernah dihamparkan kepada orang-orang sebelum kalian, lalu mereka saling berlomba untuk mendapatkannya, sehingga kalian menjadi binasa seperti yang mereka alami.&#8221;</p>
<p>Ya&#8217;qub bin Sufyan mengeluarkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma, bahwa Allah mengutus seorang malaikat kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, yang disertai Jibril Alaihi Salam. Malaikat itu berkata,</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah menyuruh engkau untuk memilih, apakah engkau menjadi hamba dan nabi, ataukah menjadi raja dan sekaligus nabi.&#8221;</p>
<p>Beliau menoleh ke arah Jibril layaknya orang yang meminta saran. Maka Jibril memberi isyarat, agar beliau merunduk dan patuh. Maka beliau menjawab,</p>
<p>&#8220;Aku pilih menjadi hamba dan nabi.&#8221;</p>
<p>Setelah kejadian ini beliau tidak perah makan sambil telentang, hingga beliau wafat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/rasulullah-saw-takut-terhadap-kekayaan-dunia-yang-melimpah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keistimewaan Rasulullah SAW dan Umatnya dalam Kitab Terdahulu</title>
		<link>http://kisahislami.com/keistimewaan-rasulullah-saw-dan-umatnya-dalam-kitab-terdahulu/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/keistimewaan-rasulullah-saw-dan-umatnya-dalam-kitab-terdahulu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 May 2011 02:09:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=969</guid>
		<description><![CDATA[Imam Ahmad telah meriwayatkan dari Atha&#8217; bin Yasar, Aku telah menemui Abdullah bin Amru bin Al-Ash ra. lalu bertanya kepadanya &#8220;Beritahulah aku tentang sifat-sifat Rasulullah SAW yang ditemui di dalam Taurat! Maka jawabnya: Demi Allah, memang benar, bahwa Nabi kita itu tersebut sifatnya di dalam Taurat, sebagaimana yang terdapat sifatnya di dalam Al-Quran, yaitu berbunyi: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Imam Ahmad telah meriwayatkan dari Atha&#8217; bin Yasar, Aku telah menemui Abdullah bin Amru bin Al-Ash ra. lalu bertanya kepadanya &#8220;Beritahulah aku tentang sifat-sifat Rasulullah SAW yang ditemui di dalam Taurat! Maka jawabnya: Demi Allah, memang benar, bahwa Nabi kita itu tersebut sifatnya di dalam Taurat, sebagaimana yang terdapat sifatnya di dalam Al-Quran, yaitu berbunyi: Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi dan pembawa berita gembira dan ancaman, dan sebagai penghulu dari ummat yang ummi. Engkau adalah hambaku dan utusanKu.</p>
<p>Aku namakan engkau Mutawakkil (orang yang menyerahkan diri kepada Tuhannya), engkau bukan seorang yang keras atau kasar, dan bukan orang yang suka berteriak di pasar. Engkau bukanlah orang yang membalas keburukan dengan yang keburukan, akan tetapi engkau suka memaafkan dan mengampunkan. Dan dia itu tidak akan diambil nyawanya, sehingga mereka (pengikutnya) meluruskan agama yang bengkok ini dengan mengucapkan &#8216;Laa llaaha illallaah!&#8217; yakni tiada Tuhan melainkan Allah! Dengan itu dia dapat membuka mata yang buta, telinga yang tuli dan hati yang tertutup.</p>
<p>Wahab bin Munabbih juga berkata bahwa Allah ta&#8217;ala telah mewahyukan kepada Nabi Daud a.s di dalam kitab Zabur, yang berbunyi &#8220;Hai Daud! Ingatlah, bahwa akan datang selepasmu seorang Nabi namanya Ahmad atau Muhammad, dia seorang yang benar, penghulu sekalian Nabi, Aku tidak akan marah sama sekali kepadanya, dan dia juga tidak pernah menyebabkan Aku marah.</p>
<p>Aku sudah mengampuninya sebelum dia berbuat salah atas segala dosanya yang terdahulu dan yang akan datang. Ummatnya senantiasa dirahmati, Aku telah memberikannya Nawafil, yakni amalan-amalan sunnat sebagaimana yang Aku berikan kepada para Nabi, dan Aku telah mewajibkan ke atas mereka (ummat Nabi Muhammad) bermacam-macam fardhu, yang telah Aku wajibkan ke atas semua para Nabi dan para Rasul, sehingga mereka nanti datang kepadaku di hari kiamat, di mana cahaya mereka seperti cahaya-cahaya para Nabi. Hai Daud! Bahwa sesungguhnya Aku telah utamakan Muhammad dan ummatnya di atas sekalian ummat seluruhnya.<br />
(Al-Bidayah Wan-Nihayah)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/keistimewaan-rasulullah-saw-dan-umatnya-dalam-kitab-terdahulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah mereka akan mengusirku?</title>
		<link>http://kisahislami.com/apakah-mereka-akan-mengusirku/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/apakah-mereka-akan-mengusirku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 May 2011 02:52:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=946</guid>
		<description><![CDATA[Setiap saya membaca dialog dibawah ini mata saya tidak akan bisa lepas dari menggenangnya air hangat di pelupuk mata ini. Begitu mengharukan dialog yang terjadi antara Rasulullah SAW dengan orang alim yang bernama Waraqah bin Naufal. Adalah istri Rasulullah SAW tercinta bernama Khadijah r.a yang menghantarkan Beliau ke orang alim tersebut.Kemudian Ummul Mukminin menceritakan perihal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap saya membaca dialog dibawah ini mata saya tidak akan bisa lepas dari menggenangnya air hangat di pelupuk mata ini. Begitu mengharukan dialog yang terjadi antara Rasulullah SAW dengan orang alim yang bernama Waraqah bin Naufal.</p>
<p>Adalah istri Rasulullah SAW tercinta bernama Khadijah r.a yang menghantarkan Beliau ke orang alim tersebut.Kemudian Ummul Mukminin menceritakan perihal yang terjadi pada suaminya. Maka tiada ucapan yang keluar dari mulut Waraqah bin Naufal selain perkataan: “Qudus….Qudus…..Demi yang jiwa Waraqah ada ditangan-Nya, jika apa yang engkau ceritakan kepadaku benar,maka sungguh telah datang kepadanya Namus Al-Kubra sebagaimana yang telah datang kepada Musa dan Isa, dan Nuh alaihissallam secara langsung.&#8221;</p>
<p>Selanjutnya ia berkata: “Demi yang jiwaku ada ditangan-Nya, Sesungguhnya engkau adalah seorang Nabi bagi umat ini, pastilah mereka akan mendustakan dirimu, menyakiti dirimu, mengusir dirimu dan akan memerangimu. Seandainya aku masih menemui hari itu sungguh aku akan menolong agama Allah “.</p>
<p>Kemudian ia mendekat kepada Nabi dan mencium ubun-ubunnya. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ” Apakah mereka akan mengusirku?”. Waraqah menjawab: “Betul, tiada seorang pun yang membawa sebagaimana yang engkau bawa melainkan pasti ada yang menentangnya. Kalau saja aku masih mendapatkan masa itu …kalau saja aku masih hidup…”. Tidak beberapa lama kemudian Waraqah wafat.</p>
<p>Menetes air mata ini tatkala Rasulullah bertanya &#8220;Apakah mereka akan mengusirku?”. Masyarakat yang memberi gelar terbaik sepanjang sejarah umat manusia yaitu Al Amin (orang yang dapat dipercaya) kini malah akan mengusirnya. Masya Allah !!</p>
<p>Rindu kami padamu Ya Rasulullah !!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/apakah-mereka-akan-mengusirku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mangkuk yang Cantik, Madu yang Manis dan Sehelai Rambut</title>
		<link>http://kisahislami.com/mangkuk-yang-cantik-madu-yang-manis-dan-sehelai-rambut/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/mangkuk-yang-cantik-madu-yang-manis-dan-sehelai-rambut/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 22:53:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=828</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah SAW dengan sahabat-sahabatnya Abu Bakar Ash Shiddiq r.a., Umar bin Khattab r.a., Utsman bin Affan r.a., dan &#8216;Ali bin Abi Thalib r.a. bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. istrinya Fathimah Az Zahra r.ha. putri kesayangan Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasulullah SAW dengan sahabat-sahabatnya Abu Bakar Ash Shiddiq r.a., Umar bin Khattab r.a., Utsman bin Affan r.a., dan &#8216;Ali bin Abi Thalib r.a. bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. istrinya Fathimah Az Zahra r.ha. putri kesayangan Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut ikut di dalam mangkuk itu. Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu yang manis, dan sehelai rambut).</p>
<p>Abu Bakar Ash Shiddiq r.a berkata, &#8220;iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut&#8221;.</p>
<p>Umar bin Khattab r.a berkata, &#8220;kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut&#8221;.</p>
<p>Utsman bin Affan r.a. berkata, &#8220;ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber&#8217;amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut&#8221;.</p>
<p>Ali bin Abi Thalib r.a berkata, &#8220;tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumahnya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut&#8221;.</p>
<p>Fathimah Az Zahra r.ha. berkata, &#8220;seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut&#8221;.</p>
<p>Rasulullah SAW berkata, &#8220;seorang yang mendapat taufiq untuk beramal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, beramal dengan amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut&#8221;.</p>
<p>Malaikat Jibril AS berkata, &#8220;menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri, harta, dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut&#8221;.</p>
<p>Allah SWT berfirman, &#8221; Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat sorga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut&#8221;.</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; P.E.N.T.I.N.G   U.N.T.U.K   D.I.B.A.C.A&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong>  Klik</strong></span>  <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/mangkuk-yang-cantik-madu-yang-manis-dan-sehelai-rambut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

