<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kisah Islami</title>
	<atom:link href="http://kisahislami.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kisahislami.com</link>
	<description>Kisah Teladan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Apr 2012 11:40:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Kisah Sebutir Telur dan Sepotong Dendeng</title>
		<link>http://kisahislami.com/kisah-sebutir-telur-dan-sepotong-dendeng/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/kisah-sebutir-telur-dan-sepotong-dendeng/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2012 11:40:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1361</guid>
		<description><![CDATA[Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut. “Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih.” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut. “Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih.” Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan. Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun. Lalu mereka menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan membayar ia berkata dengan pelan: “Dapatkah Bapak menyiram sedikit kuah sayur di atas nasi saya?” Istri pemilik restoran berkata sambil tersenyum: “Silahkan, ambil kuah sayur mana saja yang engkau suka, tidak perlu bayar!” Pemuda ini berpikir : “Di restoran ini, kuah sayur gratis.” Lalu ia memesan semangkuk lagi nasi putih. “Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya.” Dengan tersenyum ramah pemilik restoran berkata kepada pemuda ini. “Bukan, untuk dibawa pulang, besok saya akan membawanya ke sekolah sebagai bekal makan siang saya!” Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik restoran berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota, demi menuntut ilmu datang ke kota untuk menempuh pendidikan, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti. Pemilik restoran lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja. Dan memberikan kepada pemuda ini. Melihat perbuatannya, istrinya paham jika suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan di bawah nasi. Suaminya kemudian membisik kepadanya: “Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk di atas nasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung dan lain kali dia tidak akan datang lagi. Jika dia ke tempat lain dan hanya membeli semangkuk nasi putih, dari mana ada gizi untuk bersekolah.” “Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya.” “Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku?” sambut suaminya dengan senyum hangat. Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain. “Terima kasih, saya sudah selesai makan.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemuda ini pamit kepada mereka. Ketika dia sudah mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka. “Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat!” kata pemilik restoran sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini, besok jangan segan-segan datang lagi. Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus lagi untuk bekal keesokan hari. Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat sekolah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah tamat sekolah, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi di restoran tersebut karena sudah bekerja di kota lain. Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur. Suami istri ini tiba-tiba kehilangan mata pencaharian. Dan mengingat anak mereka yang disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap bulan, membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik. Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor yang bagus. “Apa kabar? Saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan. Saya diperintahkan oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami. Perusahaan kami telah menyediakan semuanya. Kalian hanya perlu membawa koki dan “keahlian” kalian kesana, keuntungannya akan dibagi dua dengan perusahaan.” “Siapakah direktur diperusahaan Anda? Dan mengapa ia begitu baik terhadap kami? Saya tidak pernah mengenal seorang yang begitu mulia!” sepasang suami istri ini berkata dengan terheran-heran. “Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami! Direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu. Yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul. Setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini. Jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang. Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka: “Bersemangat ya! Di kemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok!”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan. Bisa jadi salah satu kebaikan yang pernah Anda tunjukkan akan bermanfaat di kemudian hari. Jangan berhenti untuk berbuat baik terhadap sesama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/kisah-sebutir-telur-dan-sepotong-dendeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wahai Suami, Dengarlah Cerita Isterimu!</title>
		<link>http://kisahislami.com/wahai-suami-dengarlah-cerita-isterimu/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/wahai-suami-dengarlah-cerita-isterimu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2012 00:33:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1357</guid>
		<description><![CDATA[Hidayatullah.com—Umumnya kita segera pulang ke rumah usai kesibukan kerja di kantor yang sangat menguras tenaga. Ada juga dikalangan kita yang pulang ke rumah hanya sekedar ganti baju, lalu kembali ke lapangan olah raga, berkumpul dengan teman geng,  atau teman-teman perkumpulan. Tak kurang sebagaian dari kita yang pulang dan menyegerakan mandi dan menuju halaman untuk mengurus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hidayatullah.com—</strong>Umumnya kita segera pulang ke rumah usai kesibukan kerja di kantor yang sangat menguras tenaga. Ada juga dikalangan kita yang pulang ke rumah hanya sekedar ganti baju, lalu kembali ke lapangan olah raga, berkumpul dengan teman geng,  atau teman-teman perkumpulan.</p>
<p>Tak kurang sebagaian dari kita yang pulang dan menyegerakan mandi dan menuju halaman untuk mengurus tanaman atau hewan piaraan kesayangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat kita pulang,  hanya anak-anak terlihat menyambut di pintu. Sementara isteri yang <em>&#8220;full time house wife&#8221; </em>itu masih melanjutkan kesibukannya yang sangat padat sejak pagi; melipat baju, menyetrika, membersihkan halaman atau<em>mengepel </em>lantai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak nampak ada drama seperti layaknya di sinetron, bagaimana istri menyambut dan menyediakan minuman untuk suaminya, sambil suami merebahkan badan di sofa empuk &#8220;<em>italian set</em>&#8221; nya.</p>
<p>Bagi isteri yang juga wanita karir, berharap pulang secepatnya. Sepanjang perjalanan berharap agar badan segera berada di depan pintu. Namun ketika tiba di rumah, masing-masing ternyata masih juga dengan urusannya sendiri.  Alangkah ruginya kita menpunyai pasangan yang halal tetapi hubungan kita seperti &#8220;<em>bukan muhrim</em>&#8220;, seolah bukan suami-istri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sudah lebih delapan jam lamanya kita meninggalkan rumah dan sibuk berjibaku dengan urusan kantor, masih pula ditambah dengan hubungan yang hambar di rumah. Tentu tak ada yang kita nikmati keindahan berkeluarga. Sebagaimana kata-kata hikmah yang mengatakan,  &#8220;<em>Rumahku Syurgaku</em>&#8220;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengapa bisa terjadi demikian? Mari kita lihat bersama. Saat masih baru menikah, istri kita selalu menyambut tepat di depan pintu dengan senyum manisnya dan memimpin kita ke kursi bahkan ke bilik tidur. Saat-saat itu, tak lupa ia bercerita banyak hal tentang peristiwa-peristiwa yang dialami sepanjang hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Macam-macam ceritanya. Kadang tak terlalu penting untuk kita dengar.  Tetapi, saat itu kita dengan rela menyediakan waktu secara seksama mendengarkannya.  Bahkan dengan penuh perasaan. Tetapi, kebiasaan seperti itu terjadi ketika masih menikmati awal keindahan pernikahan. Tetapi seiring waktu berlalu, semuanya itu hanya tinggal kenangan.</p>
<p>Wahai suami-suami yang dimuliakan,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Memang kita lebih sibuk dari dia. Boleh jadi kita lebih banyak memikirkan masalah. Bahkan mungkin jauh lebih berat dari dia. Entah urusan masyarakat, politik sampai negara. Memang rasanya malas mendengar ceritanya, apalagi jika itu hanya urusan-urusan kecil.Tetapi, pernahkah kita pikirkan hasilnya jika kita mendengar barang sekejab saja saat kita sampai di rumah?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bahkan ketika di masa awal pernikahan dulu,  di saat kita terbiasa menjadi pendengar yang baik, meluangkan waktu sekedar lima menit untuk mendengar ceritanya, rasanya ada energi yang ia peroleh. Bahkan mengangguk-angguk dan berpura-pura setuju atas semua ceritanya  membuat suasana seperti lain. Dia seolah merasakan satu-satunya orang yang beruntung dan paling bergembira hari itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Suasana ini otomatis akan berbalas dengan perasaan nyaman baginya. Tentusaja berakibat pada pelayanan dan belaian kasih mesra. Kusut-masai selama separoh harinya yang ia gunakan untuk membersihkan lantai, merapikan rumah dan memasak menu kegemaran kita, akan terurai hanya sekejab atas kesanggupan kita mendengarnya senua cerita ‘tidak pentingnya’ itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak butuh waktu lama wahai para suami, hanya lima menit saja yang perlu kita luangkan untuknya, tetapi dampaknya 24 jam untuk hari berikutnya. Begitulah seharusnya kita jaga harmonisasi ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Niatkan di hati kita untuk mendengar ceritanya saat di rumah. Jika kurang begitu penting, hindarilah singgah untuk membuang waktu yang sesungguhnya milik keluarga. Apalagi nongrong di cafe, makan dan minum dengan rekan kantor atau teman yang hanya akan menyebabkan perasaan isteri kita terluka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ingatlah, ia telah berusaha semaksimal mungkin menarik hatimu, namun ketika engkau sampai di rumah semuanya seolah kita tak perlu pelayannya. Apalagi ketika pulang, dirimu sudah dalam keadaan kenyang dan dia hanya melewatkan masa-masa indah makan bersama itu sendirian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak ada salahnya bertanya hal-hal remeh padanya, &#8220;Ada berita baik apakah hari ini?&#8221; dan dengarkan apa yang ingin ia keluhkan. Yakinlah, sebulan saja kita amalkan, istri mu akan kembali bangkit energinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak lama, istri dan anakmu telah siap menyambut di depan pintu dengan senyumannya yang menggoda. Tentu saja yang beruntung bukan orang lain, tapi dirimu juga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/wahai-suami-dengarlah-cerita-isterimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Bangga Pada Suamiku</title>
		<link>http://kisahislami.com/aku-bangga-pada-suamiku/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/aku-bangga-pada-suamiku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2012 00:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1354</guid>
		<description><![CDATA[Aslm wr wb&#8230; Lama tidak update blog kesayangan ini karena lumayan cukup sibuk bekerja&#8230; semoga sahabat2 semua selalu dalam kebaikan dan berkah kehidupan dari Alloh SWT&#8230; Hari kita akan membaca kisah yg penuh hikmah&#8230; Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aslm wr wb&#8230;</p>
<p>Lama tidak update blog kesayangan ini karena lumayan cukup sibuk bekerja&#8230; semoga sahabat2 semua selalu dalam kebaikan dan berkah kehidupan dari Alloh SWT&#8230;</p>
<p>Hari kita akan membaca kisah yg penuh hikmah&#8230;</p>
<p>Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu..“Anty sudah menikah ?”.“Belum mbak ”, jawabku .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemudian akhwat itu bertanya lagi“ kenapa ?”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>hanya bisa ku jawab dengan senyuman. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Mbak menunggu siapa?” Aku mencoba bertanya .“Nunggu suami” jawabnya..Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya,.“Mbak kerja dimana?”, Entahlah keyakinan apa yang meyakiniku bahwa Mbak ini seorang pekerja, padahal setahu ku, akhwat seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi ”, jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“ kenapa?” tanyaku lagi .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dia hanya tersenyum dan menjawab,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“karena inilah satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami” jawabnya tegas ..Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran . Lagi- lagi dia hanya tersenyum.“Ukhty, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat” ..“Saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7 juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari, es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Waktu itu jam 7 malam, suami baru menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali ukhty. Saat itu juga suami masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing. Suami minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata,.“Abi, Umi pusing nih, ambil sendiri lah! ”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23. 30 saya terbangun dan cepat – cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya . Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci..Astagfirullah, kenapa Abi mengerjakan semua ini? Bukankah Abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap Abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya Abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya , Masya Allah, Abi demam, tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini menetes, betapa selama ini saya terlalu sibuk diluar rumah, tidak memperhatikan hak suami saya .”.Subhanallah, aku melihat Mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yang di usapnya..“Anty tau berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600 -700 rb /bulan. 10x lipat lebih rendah dari gaji saya. Dan malam itu saya benar- benar merasa durhaka pada suami saya. Dengan gaji yang saya miliki , saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya, dan setiap kali memberikan hasil jualannya, ia selalu berkata,.“Umi, ,ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah-mudahan Umi ridho ”, begitu katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kenapa baru sekarang saya merasakan dalamnya kata- kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong pada nafkah yang diberikan suami saya ”, lanjutnya..“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah -mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu begitu susah menjaga harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya, dan gampang menyepelekan suami.” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara..“Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini . Saya sedih, karena orang tua, dan saudara &#8211; saudara saya tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja. Malah mereka membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan orang lain.”.Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan..“Kak , kita itu harus memikirkan masa depan. Kita kerja juga untuk anak -anak kita Kak . Biaya hidup sekarang ini besar. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan . Nah kakak malah pengen berhenti kerja . Suami kakak pun penghasilannya kurang . Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai- santai aja dirumah. Salah kakak juga sih, kalo mau jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak , Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal , sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ceritanya kembali, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat ..“Anty tau , saya hanya bisa nangis saat itu..Saya menangis bukan Karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya dipandang rendah olehnya. Bagaimana mungkin dia maremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia”.“Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membanguni saya untuk sujud dimalam hari. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata -kata lembutnya selalu menenangkan hati saya. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan. “.“Bagaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan , ternyata begitu rendah dihadapannya hanya karena sebuah pekerjaaan. Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya. Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak -hak suami saya .Semoga saya tak lagi membantah perintah suami. Semoga saya juga ridha atas besarnya nafkah itu. “.“Saya bangga ukhti dengan pekerjaan suami saya, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya , karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi lihatlah suami saya , tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal.”.” Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya. Semoga jika anty mendapatkan suami seperti saya, anty tak perlu malu untuk menceritakan pekerjaan suami anty pada orang lain . Bukan masalah pekerjaannya ukhty , tapi masalah halalnya, berkahnya , dan kita memohon pada Allah , semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram” . Ucapnya terakhi , sambil tersenyum manis padaku. Mengambil tas laptonya, bergegas ingin meninggalkanku.”.Kulihat dari kejauhan seorang ikhwan dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm , meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, meninggalkanku. Wajah itu tenang sekali , wajah seorang istri yang begitu ridha.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ya Allah….</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekarang giliran aku yang menangis. Hari ini aku dapat pelajaran paling baik dalam hidupku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelajaran yang membuatku menghapus sosok pangeran kaya yang ada dalam benakku..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Subhanallah..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/aku-bangga-pada-suamiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Satu Menit Penuh Barokah</title>
		<link>http://kisahislami.com/satu-menit-penuh-barokah/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/satu-menit-penuh-barokah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2012 07:45:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1350</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahi minal Awwali wal Akhiri &#8230; Coba Anda pikir-pikir, sesungguhnya banyak sekali jalan untuk mengerjakan amal kebajikan tanpa memerlukan usaha yang berat. Amal kebajikan itu dapat Anda kerjakan saat berjalan dengan kedua kaki Anda, mengendarai kendaraan, sedang berdiri atau duduk. Dalam waktu satu menit, sebenarnya Anda dapat membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 15 kali. Rasulullah bersabda: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahi minal Awwali wal Akhiri &#8230; Coba Anda pikir-pikir, sesungguhnya banyak sekali jalan untuk mengerjakan amal kebajikan tanpa memerlukan usaha yang berat. Amal kebajikan itu dapat Anda kerjakan saat berjalan dengan kedua kaki Anda, mengendarai kendaraan, sedang berdiri atau duduk.</p>
<p>Dalam waktu satu menit, sebenarnya Anda dapat membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 15 kali. Rasulullah bersabda: “Demi Dzat yang menguasai diriku, sesungguhnya nilai surat Al-Ikhlas serupa dengan sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Bukhari)</p>
<p>Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca surat Fatihah sebanyak lima kali. Rasulullah pernah berkata kepada Ibnu Ma’ali, “Aku hendak mengajarimu sebuah surat yang nilainya lebih utama di antara surat-surat yang ada dalam Al-Qur’an.” Kemudian beliau melanjutkan, “(Yaitu) bacalah ‘alhamdulillahi rabbi alamîn’, yaitu surat Al-Fatihah, dan Al-Qur’an yang diturunkan kepadaku.” (HR.Bukhari)</p>
<p>Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca kalimat “subhanallah wa bihamdihi, subhanallah al-azhîm” sebanyak 50 kali. Rasulullah pernah bersabda, “Dua kalimat yang ringan di lisan dan berat di timbangan, dan dua-duanya disenangi oleh Allah, yaitu kalimat ’subhanallah wa bihamdihi, subhanallah al-azhîm’.” (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca kalimat “subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimâtihi” sebanyak 10 kali.</p>
<p>Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca shalawat atas Nabi sebanyak 20 kali, di mana bacaan itu sama halnya Anda membaca shalawat atas Nabi sebanyak 200 kali.</p>
<p>Dalam waktu satu menit, Anda bisa memohon ampunan kepada Allah lebih dari 70 kali. Memohon ampun kepada Allah dapat menyebabkan terhapusnya dosa, masuk surga, menghilangkan malapetaka, memudahkan segala urusan, mendapat karunia baik berupa harta maupun anak-anak.</p>
<p>Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca kalimat “lâ ilâha illa Allah wahdahu la syarîkalah lahu al-mulk wa lahu al-hamd wa huwa ala kulli syai qadir” sebanyak 20 kali.</p>
<p>Rasulullah bersabda,”Barang siapa yang membaca kalimat ‘lâ ilâha illa Allah wahdahu la syarîkalah lahu al-mulk wa lahu al-hamd wa huwa ala kulli syai qadir’ sebanyak 10 kali, maka dia seperti seseorang yang telah memerdekakan empat jiwa dari seorang anak seperti Nabi Ismail.” (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca kalimat “la haula wa la quwata illa billahi” sebanyak 40 kali. Diriwayatkan dari Abu Musa, bahwa Rasulullah pernah bersabda kepadanya, “Tidakkah kamu ingin aku beritahukan tentang harta simpanan di antara harta simpanan yang terdapat di surga?” Abu Musa menjawab, “Baiklah, wahai Rasulullah.” Kemudian Rasulullah bersabda, “Bacalah kalimat ‘la haula wa la quwwata illa billahi’.” (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca kalimat “subhanallah wa bihamdihi” sebanyak 100 kali. Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang membaca kalimat ’subhanallah wa bihamdihi’ sebanyak 100 kali dalam sehari, maka dosa-dosanya akan dilebur, walaupun dosa-dosanya seperti buih air laut.” (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Jadi, dalam waktu satu menit pula, sebenarnya Anda bisa mencegah kemungkaran dengan hikmah dan tutur kata yang baik. Atau menganjurkan berbuat kebajikan, mementingkan arti sebuah nasehat untuk sahabat, turut berbelasungkawa atas seseorang yang ditimpa musibah, menyingkirkan benda yang menghalang-halangi jalan umum.Semua ini termasuk jenis amal kebajikan.</p>
<p>Dalam waktu satu menit, bisa jadi Anda dapat menggapai ridha Allah. Maka Allah akan mengampuni dosa-dosa Anda, dan waktu satu menit itu merupakan bekal Anda saat hari kiamat tiba.</p>
<p>Dalam kitab al-Durar, sebuah kitab yang ditulis untuk menasehati anaknya, terutama dalam bab Melembutkan Hati; Upaya Menasehati Anak, Ibnu Qayyim al-Jauzi berkata, “Ketahuilah wahai anakku, sesungguhnya hari mencakup jam, dan setiap jam mencakup hembusan nafas, dan setiap hembusan nafas adalah bekal. Maka dari itu, hati-hatilah jangan sampai saat menghembuskan nafas tidak melakukan hal-hal yang bermanfaat. Maka pada hari kiamat kamu akan menyaksikan dirimu hanya sebuah tempat yang kosong dan kamu akan menyesal.”</p>
<p>“Coba anda perhatikan setiap waktu yang anda lewati, apa saja yang telah anda kerjakan. Jangan anda menyia-nyiakan waktumu kecuali sebisa mungkin anda berusaha berbuat kebajikan. Jangan biarkan dirimu tidak melakukan pekerjaan apa pun. Dan hendaklah anda membiasakan diri beramal kebajikan dan terus-menerus memperbaikinya. Semoga saja amal kebajikan itu menjadi simpanan amalmu saat di kubur dan akan membahagiakanmu saat hari kiamat tiba.”</p>
<p>~ o ~</p>
<p>Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya &#8230;Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat &#8230;.</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; SPONSOR&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong> Klik</strong></span> <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/satu-menit-penuh-barokah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Berhias Hanya Untukmu, Wahai Suamiku!</title>
		<link>http://kisahislami.com/aku-berhias-hanya-untukmu-wahai-suamiku/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/aku-berhias-hanya-untukmu-wahai-suamiku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 03:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1348</guid>
		<description><![CDATA[Menghias diri merupakan kegemaran wanita. Namun kadangkala ada segelintir wanita yang tidak faham akan kewajipannya. Dia berhias diri ketika nak keluar rumah. Ketika di rumah dia dalam keadaan tidak bersih, kadangkala rambutnya pun tidak terurus. Padahal di dalam Islam menganjurkan supaya isteri berhias hanya untuk suami. Tujuan isteri berhias ketika di rumah ialah supaya suami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menghias diri merupakan kegemaran wanita. Namun kadangkala ada segelintir wanita yang tidak faham akan kewajipannya. Dia berhias diri ketika nak keluar rumah. Ketika di rumah dia dalam keadaan tidak bersih, kadangkala rambutnya pun tidak terurus.</p>
<p>Padahal di dalam Islam menganjurkan supaya isteri berhias hanya untuk suami. Tujuan isteri berhias ketika di rumah ialah supaya suami terhibur.</p>
<p>Jika suami pulang dari tempat kerja dalam keadaan letih dengan melihat isteri dalam keadaan berseri-seri serta pakaian yang bersih, maka ia menjadi penawar kepada suami.</p>
<p>Sehingga keletihan dalam mencari rezeki tadi menjadi hilang, dan bertambahlah kasih sayangnya terhadap isteri.</p>
<p>Sabda Rasulullah SAW: “Dari Jabir ra. Ia berkata: Kami pernah pergi bersama-sama Rasulullah di dalam satu peperangan. Ketika kami sampai ke Madinah, kami ingin masuk ke rumah masing-masing”.</p>
<p>Maka Rasulullah SAW pun bersabda: “Bersabarlah, iaitu masuklah pada waktu malam iaitu selepas Isyak, supaya isteri dapat bersikat rambutnya yang kusut dan supaya ia dapat berhias kerana telah lama telah ditinggalkan suaminya.” (HR:Muttafaqun Alaihi)</p>
<p>Berhias bukan sahaja bagi menyambut kepulangan suami dari tempat kerja tetapi juga ketika suami ada di rumah. Wanita Islam hanya boleh berhias untuk dirinya sendiri dan untuk suaminya.</p>
<p>Berhias mestilah dilakukan secara sederhana, kerana tujuan berhias agar ia kelihatan bersih dan senang dilihat oleh suami. InsyaAllah.. <img src='http://kisahislami.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; SPONSOR&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong> Klik</strong></span> <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/aku-berhias-hanya-untukmu-wahai-suamiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buat Suami Istri Yang Sering Bermesraan di Facebook dll</title>
		<link>http://kisahislami.com/buat-suami-istri-yang-sering-bermesraan-di-facebook-dll/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/buat-suami-istri-yang-sering-bermesraan-di-facebook-dll/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 05:47:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1345</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirr Rahmanirr Rahim &#8230; Syaikh. DR. Ashim Al Qaryooti ditanya : Ya Sheikh, bagaimanakah hukumnya mempertontonkan keakraban antar suami istri di media jejaring sosial sepertti facebook, dimana banyak orang mungkin membaca hal-hal yang semestinya bersifat pribadi ? Jawab : Setiap bentuk komunikasi yang semestinya bersifat pribadi antara suami istri TIDAK BOLEH diungkapkan di media jejaring [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirr Rahmanirr Rahim &#8230;</p>
<p>Syaikh. DR. Ashim Al Qaryooti ditanya :</p>
<p>Ya Sheikh, bagaimanakah hukumnya mempertontonkan keakraban antar suami istri di media jejaring sosial sepertti facebook, dimana banyak orang mungkin membaca hal-hal yang semestinya bersifat pribadi ?</p>
<p>Jawab :</p>
<p>Setiap bentuk komunikasi yang semestinya bersifat pribadi antara suami istri TIDAK BOLEH diungkapkan di media jejaring sosial (facebook, twitter, friendster dan yg sejenis) berkenaan dengan :</p>
<p>- Hayaa&#8217; (rasa malu), karena komunikasi antara suami istri secara adab merupakan bentuk hubungan pribadi.</p>
<p>- Hasad (dengki), karena kemesraan suami istri bisa menimbulkan hasad dari orang yang belum bisa merasakan kemesraan yang sama dan hasad ini bisa merugikan pasangan itu sendiri maupun orang lain.</p>
<p>(Untaian Nasehat untuk para Muslimah)</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; SPONSOR&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong> Klik</strong></span> <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/buat-suami-istri-yang-sering-bermesraan-di-facebook-dll/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jagoan wanita di zaman Rasulullah SAW &#8211; Nusaibah si Jago Pedang</title>
		<link>http://kisahislami.com/jagoan-wanita-di-zaman-rasulullah-saw-nusaibah-si-jago-pedang/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/jagoan-wanita-di-zaman-rasulullah-saw-nusaibah-si-jago-pedang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 02:42:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sahabat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1342</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam yang mulia berdiri di puncak bukit Uhud dan memandang musuh yang merangsek maju mengarah pada dirinya. Beliau memandang ke sebelah kanan dan tampak olehnya seorang perempuan mengayun-ayunkan pedangnya dengan gagah perkasa melindungi dirinya. Beliau memandang ke kiri dan sekali lagi beliau melihat wanita tersebut melakukan hal yang sama – menghadang bahaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam yang mulia berdiri di puncak bukit Uhud dan memandang musuh yang merangsek maju mengarah pada dirinya. Beliau memandang ke sebelah kanan dan tampak olehnya seorang perempuan mengayun-ayunkan pedangnya dengan gagah perkasa melindungi dirinya. Beliau memandang ke kiri dan sekali lagi beliau melihat wanita tersebut melakukan hal yang sama – menghadang bahaya demi melindungi sang pemimpin orang-orang beriman.</p>
<p>Kata Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam kemudian, “Tidaklah aku melihat ke kanan dan ke kiri pada pertempuran Uhud kecuali aku melihat Nusaibah binti Ka’ab berperang membelaku.”</p>
<p>Memang Nusaibah binti Ka’ab Ansyariyah demikian cinta dan setianya kepada Rasulullah sehingga begitu melihat junjungannya itu terancam bahaya, dia maju mengibas-ngibaskan pedangnya dengan perkasa sehingga dikenal dengan sebutan Ummu Umarah, adalah pahlawan wanita Islam yang mempertaruhkan jiwa dan raga demi Islam termasuk ikut dalam perang Yamamah di bawah pimpinan Panglima Khalid bin Walid sampai terpotong tangannya. Ummu Umarah juga bersama Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam dalam menunaikan Baitur Ridhwan, yaitu suatu janji setia untuk sanggup mati syahid di jalan Allah.</p>
<p>Nusaibah adalah satu dari dua perempuan yang bergabung dengan 70 orang lelaki Ansar yang berbaiat kepada Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam. Dalam baiat Aqabah yang kedua itu ia ditemani suaminya Zaid bin Ahsim dan dua orang puteranya: Hubaib dan Abdullah. Wanita yang seorang lagi adalah saudara Nusaibah sendiri. Pada saat baiat itu Rasulullah menasihati mereka, “Jangan mengalirkan darah denga sia-sia.”</p>
<p>Dalam perang Uhud, Nusaibah membawa tempat air dan mengikuti suami serta kedua orang anaknya ke medan perang. Pada saat itu Nusaibah menyaksikan betapa pasukan Muslimin mulai kocar-kacir dan musuh merangsek maju sementara Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam berdiri tanpa perisai. Seorang Muslim berlari mundur sambil membawa perisainya, maka Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam berseru kepadanya, “berikan perisaimu kepada yang berperang.” Lelaki itu melemparkan perisainya yang lalu dipungut oleh Nusaibah untuk melindungi Nabi.</p>
<p>Ummu Umarah sendiri menuturkan pengalamannya pada Perang Uhud, sebagaimana berikut: “…saya pergi ke Uhud dan melihat apa yang dilakukan orang. Pada waktu itu saya membawa tempat air. Kemudian saya sampai kepada Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam yang berada di tengah-tengah para sahabat. Ketika kaum muslimin mengalami kekalahan, saya melindungi Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam, kemudian ikut serta di dalam medan pertempuran. Saya berusaha melindungi Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam dengan pedang, saya juga menggunakan panah sehingga akhirnya saya terluka.”</p>
<p>Ketika ditanya tentang 12 luka ditubuhnya, Nusaibah menjawab, “Ibnu Qumaiah datang ingin menyerang Rasulullah ketika para sahabat sedang meninggalkan baginda. Lalu (Ibnu Qumaiah) berkata, ‘mana Muhammad? Aku tidak akan selamat selagi dia masih hidup.’ Lalu Mushab bin Umair dengan beberapa orang sahabat termasuk saya menghadapinya. Kemudian Ibny Qumaiah memukulku.”</p>
<p>Rasulullah juga melihat luka di belakang telinga Nusaibah, lalu berseru kepada anaknya, “Ibumu, ibumu…balutlah lukanya! Ya Allah, jadikanlah mereka sahabatku di surge!” Mendengar itu, Nusaibah berkata kepada anaknya, “Aku tidak perduli lagi apa yang menimpaku di dunia ini.”</p>
<p>Subhanallah, sungguh setianya beliau kepada baginda Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam.</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; SPONSOR&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong> Klik</strong></span> <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/jagoan-wanita-di-zaman-rasulullah-saw-nusaibah-si-jago-pedang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Gubernur dan Wanita Jelata</title>
		<link>http://kisahislami.com/kisah-gubernur-dan-wanita-jelata/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/kisah-gubernur-dan-wanita-jelata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 02:03:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alim Ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1340</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Gubernur pada zaman Khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka. Semuanya saling berebut memunguti uang itu dengan sukacita. Kecuali seorang wanita kumal, berkulit hitam dan berwajah jelek. Ia terlihat diam saja tidak bergerak, sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya dari dirinya, tetapi berbuat seolah-olah mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang Gubernur pada zaman Khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka. Semuanya saling berebut memunguti uang itu dengan sukacita. Kecuali seorang wanita kumal, berkulit hitam dan berwajah jelek. Ia terlihat diam saja tidak bergerak, sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya dari dirinya, tetapi berbuat seolah-olah mereka orang-orang yang kekurangan harta.Dengan keheranan sang Gubernur bertanya,</p>
<p>“Mengapa engkau tidak ikut memunguti uang dinar itu seperti tetangga engkau?”</p>
<p>Janda bermuka buruk itu menjawab, “Sebab yang mereka cari uang dinar sebagai bekal dunia. Sedangkan yang saya perlukan bukan dinar melainkan bekal akhirat.”</p>
<p>“Maksud engkau?”tanya sang Gubernur mulai tertarik akan kepribadian perempuan itu.</p>
<p>“Maksud saya, uang dunia sudah cukup. Yang masih saya perlukan adalah bekal akhirat, yaitu sholat, puasa dan zikir. Sebab perjalanan di dunia amat pendek dibanding dengan pengembaraan di akhirat yang panjang dan kekal.”</p>
<p>Dengan jawapan seperti itu, sang Gubernur merasa telah disindir tajam. Ia insyaf, dirinya selama ini hanya sibuk mengumpulkan harta benda dan melalaikan kewajiban agamanya. Padahal kekayaannya melimpah ruah, tak kan habis dimakan keluarganya sampai tujuh keturunan. Sedangkan umurnya sudah di atas setengah abad, dan Malaikat Maut sudah mengintainya.</p>
<p>Akhirnya sang Gubernur jatuh cinta kepada perempua lusuh yang berparas jelek itu. Kabar itu tersebar ke segenap pelosok negeri. Orang-orang besar tak habis fikir, bagaimana seorang gubernur menaruh hati kepada perempuan jelata bertampang jelek itu.</p>
<p>Maka pada suatu kesempatan, diundanglah mereka oleh Gubernur dalam sebuah pesta mewah. Juga para tetangga, termasuk wanita yang membuat heboh tadi. Kepada mereka diberikan gelas crystal yang bertahtakan permata, berisi cairan anggur segar. Gubernur lantas memerintah agar mereka membanting gelas masing-masing. Semuanya terbengong dan tidak ada yang mau menuruti perintah itu. Namun, tiba-tiba terdengar bunyi berdenting, pertanda ada orang gila yang melaksanakan perintah itu. Itulah si perempuan berwajah buruk tadi. Di kakinya pecahan gelas berhamburan sampai semua orang tampak terkejut dan keheranan.</p>
<p>Gubernur lalu bertanya, “Mengapa kau banting gelas itu?”</p>
<p>Tanpa takut wanita itu menjawab, “Ada beberapa sebab.Pertama, dengan memecahkan gelas ini berarti berkurang kekayaan Tuan. Tetapi, menurut saya hal itu lebih baik daripada wibawa Tuan berkurang lantaran perintah Tuan tidak dipatuhi.” Gubernur terkesima. Para tamunya juga kagum akan jawaban yang masuk akal itu.</p>
<p>Sebab lainnya?” tanya Gubernur. Wanita itu menjawab, “Kedua, saya hanya menaati perintah Allah. Sebab di dalam Al-Quran, Allah memerintahkan agar kita mematuhi Allah, Utusan-Nya, dan para penguasa. Sedangkan Tuan adalah penguasa, atau ulil amri, maka dengan segala resikonya saya laksanakan perintah Tuan.” Gubernur kian takjub. Demikian pula para tamunya.</p>
<p>“Masih ada sebab lain?”</p>
<p>Perempuan itu mengangguk dan berkata, “Ketiga, dengan saya memecahkan gelas itu, orang-orang akan menganggap saya gila. Namun, hal itu lebih baik buat saya. Biarlah saya dicap gila daripada tidak melakukan perintah Gubernurnya, yang berarti saya sudah berbuat durhaka. Tuduhan saya gila, akan saya terima dengan lapang dada daripada saya dituduh durhaka kepada penguasa saya. Itu lebih berat buat saya.”</p>
<p>Maka ketika Gubernur yang telah ditinggal mati oleh istrinya itu melamar lalu menikahi perempuan bertampang jelek dan hitam legam itu, semua yang mendengar bahkan berbalik sangat gembira karena Gubernur memperoleh jodoh seorang wanita yang tidak saja taat kepada suami, tetapi juga taat kepada Tuhannya, kepada Nabinya, dan kepada gubernurnya.</p>
<p>SUBHANALLAH,Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini.</p>
<p><em>(kembanganggrek2)</em></p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; SPONSOR&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong> Klik</strong></span> <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/kisah-gubernur-dan-wanita-jelata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Istri Datang Bulan</title>
		<link>http://kisahislami.com/saat-istri-datang-bulan/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/saat-istri-datang-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 05:32:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1337</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahir-Rahmanir-Rahim &#8230;. Sebagai karyawan swasta, aktivitas saya cukup melelahkan. Pergi pagi-pagi, pulang malam. Lima hari dalam sepekan saya bekerja, dua hari sisanya untuk istirahat. Namun, libur kali ini yang namanya istirahat hanyalah tinggal harapan. Setelah mendengar omelan bos di kantor, di rumah pun ternyata ada episode lanjutan, yaitu “omelan” sang istri. Usai shalat subuh saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahir-Rahmanir-Rahim &#8230;. Sebagai karyawan swasta, aktivitas saya cukup melelahkan. Pergi pagi-pagi, pulang malam. Lima hari dalam sepekan saya bekerja, dua hari sisanya untuk istirahat. Namun, libur kali ini yang namanya istirahat hanyalah tinggal harapan. Setelah mendengar omelan bos di kantor, di rumah pun ternyata ada episode lanjutan, yaitu “omelan” sang istri.</p>
<p>Usai shalat subuh saya kembali merapat ke pulau kapuk alias kasur. Sekitar jam 07.30 sebuah colekan tangan kecil membangunkan saya dari tidur. Rupanya anak saya yang baru berumur empat tahun. “Pa, bangun kata mama!”</p>
<p>Tak lama berselang istriku pun muncul, “Pa, bangun, dong! O ya, jangan lupa, kita kan dah beli Aquaproof, yang bocor kemarin ditambal sekalian dilihat-lihat gentengnya siapa tahu ada yang pecah, tapi sebelum itu tolong jemur dulu pakaian, itu dah kusiapin di ember.”</p>
<p>Saat itu saya ragu untuk memilih, bangun atau melanjutkan tidur saja. Maklum, instruksi istri ngalahin mertua yang pensiunan tentara. Namun akhirnya saya memilih untuk bangun juga. Setelah cuci muka dan gosok gigi, saya makan. Nah, ketika itulah istri saya meraih sapu dan menyapu ke arah tempat saya makan. Saat diingatkan, istri menjawab agak ketus, “Mumpung libur! bersih-bersih, rapi-rapi&#8230; O ya, mobil udah berapa hari ini gak dipakai, tolong dipanasin. Sekalian antar anak ke playgroup!” Saya rasa saya mulai pusing untuk menginventarisir perintah-perintah nyonya rumah.</p>
<p>Setelah sarapan, saya mulai menjemur pakaian, lalu memperbaiki genteng bocor. Saat itulah terdengar lagi protes istri tercinta karena melihat cara menjemur saya yang bertumpuk dan tumpang-tindih. Sore ba&#8217;da Maghrib, satu ide terbersit dalam benak saya, nanti malam akan saya dekati istri saya dan mencari tahu apa gerangan yang membuat istri saya morang-maring tidak seperti biasanya.</p>
<p>Selesai shalat Isya dan makan malam, tidak lama berselang, istri saya masuk kamar. Kelihatannya ia lelah. Di kamar, saya hampiri istri yang sedang membaca majalah sambil menina-bobokan si kecil, “Ma&#8230; Kenapa? Kelihatannya hari ini Mama be-te ya?” seraya saya raih pundaknya. “Iya sih, maafin Mama ya, Pa. Sebenarnya Mama gak bermaksud ngomelin Papa. Malah jadinya kasihan karena dari pagi sampai petang kerja terus. Semestinya kan Papa bisa istirahat. Maklum ya, Pa. Mama kan udah waktunya datang tamu bulanan.&#8221;</p>
<p>Mendengar itu saya hampir loncat dari tempat tidur. O iya&#8230;, istriku sudah waktunya datang bulan! Ya ampuun&#8230; Kok saya belum juga bisa mengingatnya dengan baik. Coba kalau terbiasa, pasti saya lebih bisa memaklumi perilakunya tadi. Astaghfirullah, saya sudah berburuk sangka pada istri saya sendiri.</p>
<p>Sebagai suami saya sadar, saya harus meningkatkan kepedulian dan perhatian saya kepada istri, sekalipun untuk hal-hal kecil, termasuk bila sang &#8216;tamu&#8217; sudah waktunya datang. Sejak kejadian itu saya bertekad untuk lebih memperhatikan istri, rajin membantunya di rumah, dan tentu lebih menyayangi keluarga.</p>
<p>**Acep Setiawan</p>
<p>~ o ~</p>
<p>Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya &#8230;Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat &#8230;.</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; SPONSOR&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong> Klik</strong></span> <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/saat-istri-datang-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ukhti fillah, masihkah kau tidak ingin berjilbab?</title>
		<link>http://kisahislami.com/ukhti-fillah-masihkah-kau-tidak-ingin-berjilbab/</link>
		<comments>http://kisahislami.com/ukhti-fillah-masihkah-kau-tidak-ingin-berjilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 01:36:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahislami.com/?p=1333</guid>
		<description><![CDATA[Renungan buat Muslimah yang belum ingin menutup auratnya dengan Hijab Beralasan belum siap berjilbab karena yang penting hatinya dulu diperbaiki? Kami jawab, ”Hati juga mesti baik. Lahiriyah pun demikian. Karena iman itu mencakup amalan hati, perkataan dan perbuatan. Hanya pemahaman keliru yang menganggap iman itu cukup dengan amalan hati ditambah perkataan lisan tanpa mesti ditambah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Renungan buat Muslimah yang belum ingin menutup auratnya dengan Hijab</p>
<p>Beralasan belum siap berjilbab karena yang penting hatinya dulu diperbaiki?</p>
<p>Kami jawab, ”Hati juga mesti baik. Lahiriyah pun demikian. Karena iman itu mencakup amalan hati, perkataan dan perbuatan. Hanya pemahaman keliru yang menganggap iman itu cukup dengan amalan hati ditambah perkataan lisan tanpa mesti ditambah amalan lahiriyah. Iman butuh realisasi dalam tindakan dan amalan”</p>
<p>Beralasan belum siap berjilbab karena mengenakannya begitu gerah dan panas?</p>
<p>Kami jawab, ”Lebih mending mana, panas di dunia karena melakukan ketaatan ataukah panas di neraka karena durhaka?” Coba direnungkan!</p>
<p>Beralasan lagi karena saat ini belum siap berjilbab?</p>
<p>Kami jawab, ”Jika tidak sekarang, lalu kapan lagi? Apa tahun depan? Apa dua tahun lagi? Apa jika sudah keriput dan rambut ubanan? Inilah was-was dari setan supaya kita menunda amalan baik. Mengapa mesti menunda berhijab? Dan kita tidak tahu besok kita masih di dunia ini ataukah sudah di alam barzakh, bahkan kita tidak tahu keadaan kita sejam atau semenit mendatang. So … jangan menunda-nunda beramal baik. Jangan menunda-nunda untuk berjilbab.”</p>
<p>Perkataan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berikut seharusnya menjadi renungan:</p>
<p>“Jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah menunggu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang sakitmu dan manfaatkanlah hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Bukhari no. 6416). Hadits ini menunjukkan dorongan untuk menjadikan kematian seperti berada di hadapan kita sehingga bayangan tersebut menjadikan kita bersiap-siap dengan amalan sholeh.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)</p>
<p>Subhanallah..</p>
<p>Masihkah kamu ragu wahai Ukhti fillah untuk menutup kemolekan tubuhmu dengan hijab? masihkah?  Ingatlah, sesungguhnya api neraka akan membakar tubuh yang kau sajikan untuk lelaki hidung belang, kau bisa beralasan ini dan itu, Demi Allah, sesungghnya, kita tak akan mampu menebak kapan nyawa ini akan diambil oleh Malaikat Maut! Innalillahi waa inna ialaihi rojiun..</p>
<p>(arrahmah.com)</p>
<p><span style="color: #ff0000"><strong>&#8221; SPONSOR&#8221;</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong><br />
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone &amp; bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)</strong></span>. <span style="color: #0000ff"><strong>Silakan bergabung bersama saya.</strong></span><span style="color: #0000ff"><strong> Klik</strong></span> <span style="color: #ff0000"><a href="http://www.topdeh.com/?id=10056284"><span style="color: #ff0000">http://www.topdeh.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahislami.com/ukhti-fillah-masihkah-kau-tidak-ingin-berjilbab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

